
Angga senang karena Anggun mulai berani mengutarakan keinginannya, Angga bersyukur karena Anggun kini mengandung anaknya dengan begitu dia ingin mengikat istrinya agar tak pergi lagi, dia berusaha melakukan yang terbaik dan berusaha mendampinginya.
bahkan Angga mulai menolak setiap kali Anggun akan menyiapkan keperluannya.
"biar aku saja, kamu duduk saja" ucap Angga yang menahan langkah Anggun untuk menyiapkan air mandinya.
Angga segera masuknke kamar mandi, tapi setelah keluar lagi-lagi dia melihat Anggun sibuk menyiapkan pakaiannya.
"terimakasih, tapi aku bisa sendiri jadi kamu jangan banyak bergerak" balas Angga yang menerima pakaiannya dari genggaman Anggun
"kamu mandi saja aku sudah menyiapkan air mandi" ucap Angga yang segera di turuti istrinya.
Anggun keluar dengan mengenakan handuk menunjukkan lekuk tubuhnya, dia berjalan menuju lemari dan berjinjit untuk meraih pakaiannya. Angga memerhatikan sesekali lalu mendekat ke arah Anggun yang sudah selesai mengenakan pakaiannya. Angga membantu mengeringkan rambutnya.
"mas Angga rambutku sudah mulai panjang lagi ya ?" ucap Anggun yang memandang kegiatan suaminya dari cermin
"hmmm iya, aku saja merapikan rambut sekali sebulan" balas Angga masih fokus ke rambut istrinya
"iya, aku mau ke salon lagi" balas Anggun sembari mengangguk setelah tahy kalau ada kesamaan dengan suaminya yang pergi merapikan rambut sebulan sekali
"mau ngapain ? ini rambut kamu masih pendek" balas Angga sembari menunjukkan ujung rambut Anggun yang memang masih sebahu
"aku sudah mulai merasa tak nyaman"
"jangan dulu ya, menurutku ini masih rapi" balas Angga lagi yang ingat pertengkaran mereka kala itu karena rambut Anggun yang pendek dan memperlihatkan lekuk lehernya
"tapi aku memang tak suka rambut panjang" ucap Anggun yang menunjukkan raut wajah jenuh melihat rambutnya sendiri
"tolong ya Anggun, kamu dengarkan permintaanku kali ini. rambut kamu sebatas bahu saja. jangan terlalu pendek nanti lehermu terekspos lagi" balas Angga yang menghentikan gerakan tanggannya di kepala Anggun, kini tanggannya melekat lembut di bahu Anggun
Anggun terdiam sejenak karena melihat raut wajah Angga yang terlihat memohon. dia akhirnya ingat pertengkaran mereka kala itu.
__ADS_1
"hmmm iya mas" balas Anggun kemudian menganggukkan kepala sembari tersenyum tipis
"terima kasih karena memahami ku" balas Angga sembari tersenyum lalu kembali mengeringkan rambut Anggun
mereka mulai berkumpul di ruang tamu dan berbincang bersama Monica yang baru saja selesai mandi. Anggun memberikan sop buah yang di belinya tadi sore, kali ini mereka makan malam agak jauh dari jam biasanya karena terlalu asik mengobrol
selesai makan malam bersama, semua kembali ke kamar masing-masing kecuali Monica dan bi susi. biasanya mereka akan nonton bersama di ruang tamu dan berbincang, tidak ada rasa canggung antara majikan dan asisten rumah tangga itu lagi pula Monica memang tak membedakan itu.
sementara di dalam kamar Anggun masih duduk di depan cermin dan memakai produk kecantikannya sedangkan Angg sedang di kamar mandi. beberapa menit kemudian Angga keluar dari kamar mandi dan Anggun segera bangkit dari duduknya seolah menanti Angga keluar sejak tadi.
"mas..."
"iya..."
"mmmm tak jadi"
"lohh kok begitu, ada apa ?"
"kamu mau sesuatu ?" balas Angga yang melirik ke perut Anggun karena mengingat tadi sore Anggun juga bertingkah begitu dan ternyata mau rujak dan sop buah
"mmm aku boleh...mmm"
"boleh apa ?, jangan takut untuk meminta aku akan usahakan" balas Angga yang mulai tak sabar karena melihat Anggun masih ragu berucap
"aku boleh peluk kamu..." balas Anggun sembari menunduk karena malu dengan ucapannya sendiri namun membuat Angga mengkerutkan dahi karena merasa aneh dengan permintaan istrinya
"mmm pasti boleh.." balas Angga segera menjawab meski masih penasaran
Anggun semakin mendekat lalu menyandarkan kepalanya di dada suaminya, dengan perasaan canggung dia melingkarkan tangannya di pinggang Angga. spontan Angga pun membalas dekapan itu, dia bisa mencium aroma tubuh Anggun dengan jelas
Anggun membisu dan masih mendekap lembut tubuh suaminya dengan posisi masih berdiri. Angga membalas dengan mengusap lembut punggungnya sembari menghujani ujung kepalanya dengan kecupan.
__ADS_1
Anggun merasa sangat nyaman dan tenang dengan semua perlakuan Angga. dia juga mulai menyukai aroma tubuh suaminya.
"kamu tak pegal kalau berdiri terus ?" ucap Angga setelah beberapa menit posisi mereka tetap begitu dan Anggun mengangkat kepalanya menatap wajah Angga lalu menggelengkan kepala.
"kita masih bisa berpelukan di sana" balas Angga melirik ke arah ranjang lalu dengan perlahan melepas dekapan Anggun dan menuntunnya menuju ranjang
Angga menyelimuti Anggun lalu mulai memeluknya lagi membuat Anggun tersenyum dan membalas pelukan itu. meski sebenarnya dia lebih suka memeluk dengan posisi berdiri.
"mas...."
"hmmm iya kenapa ?"
"aku boleh mencium aroma tubuh kamu terus kan ?"
"iya, aku sudah mandi jadi tak bau lagi" balas Angga sembari tertawa mendengar ucapan istrinya
"mmm mas...."
"iya kenapa sayang..."
"aku mau kita seperti kemarin lagi" balas Anggun yang malu dan hanya membenamkan wajahnya di dada Angga
mendengar itu tentu membuat Angga sedikit heran karena baru kalu ini Anggun yang meminta, Angga menyentuh dagu Anggun sampai kedua mata mereka saling beradu
"memangnya kamu tak capek ?, kasihan bayi kalau kita sibuk terus" balas Angga yang masih ragu dan terlihat raut wajah Anggun yang sedikit kecewa
"oke... kita coba ya, tapi kalau kamu sudah lelah harus memberitahuku.." balas Angga lagi dan membuat Anggun mengangguk sembari tersenyum
Angga mulai menciumi wajah Anggun dan berhenti lama di bibir, dagu juga lehernya. mereka kembali mengulangi kejadian semalam, dan Anggun melempar senyum berulang kali. deru nafasnya mulai saling berburu dan saat itu juga Angga berhenti sejenak dan memberikan Anggun waktu untuk mengatur nafas lalu melanjutkannya lagi. erangan Anggun semakin terdengar menarik di telinga Angga sampai dia kehilangan kendali dan mempercepat aksinya.
"ahhhh....." suara Anggun berderu panjang dan membuat Angga menatap wajah istrinya yang terlihat lemah. Angga masih berada di atas dengan kedua lengannya sebagai penopang tubuhnya.
__ADS_1
"maaf... aku hilang kendali" balas Angga lalu mencium kening Anggun lalu berpindah ke sampingnya, mereka terlelap dengan saling mendekap sementara pakaian Anggun berada di bawah tubuh Angga, dia tak melemparkannya ke sembarang tempat seperti biasanya agar esok pagi Anggun tak kebingungan mencari