Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Mengidam


__ADS_3

mereka sudah pulang ke rumah, meski masih jam empat sore. biasanya Angga selalu pulang lebih lama di banding karyawan lain. tapi semenjak Anggun hamil dia lebih memikirkan keadaan istrinyal untung saja rasa mual Anggun sudah mulai berkurang meski terkadang bereaksi kalau berkaitan dengan hal tertentu.


"kenapa kita pulang awal ?" tanya Anggun yang berjalan di samping Angga menyusuri kantor yang masih terlihat beberapa karyawan yang bersiap untuk pulang juga.


"ya... karena pekerjaan sudah selesai " balas Angga yang tampak berpikir sejenak


Anggun masih memikirkan ucapan Angga karena seharian ini Angga tampak santai dan hanya ada beberapa kali menjawab telepon dan menandatangani beberepa berkas saja.


Angga fokus menyetir dan Anggun hanya diam memandang kearah luar.


Anggun memandang lama meski sudah agak menjauh karena mobil terus melaju membuat Angga melirik kearahnya


"kenapa Anggun ?" tanya Angga kemudian


"mmm buka apa-apa" balas Anggun kembali menatap ke arah depan dan Angga kembali fokus menyetir


terlihat sesekali Anggun menelan ludah dan mengusap perutnya, karena lampu merah Angga masih bisa menunggu sembari melirik ke arah Anggun.


"kamu lapar ya ?" tanya Angga yang sudah memperhatikan sikap istrinya tapi Anggun menjawab tidak


"kalau kamu butuh sesuatu kamu bilang saja, tolong jangan menganggapku sebagai orang terus. bagaimana pun aku suami mu, kamu mengandung anak ku dan aku harus bertanggung jawab" balas Angga karena memang belum bisa membuat Anggun terbuka sepenuhnya padanya, padahal mereka terlihat akrab dan mesra dikala melakukan kewajibannya seperti kemarin.


Anggun terdiam mendengar ucapan suaminya, mereka saling beradu pandang sejenak dan salinb tenggelam dengan pikirannya masing-masing. Angga kembali melajukan mobilnya saat terdengan suara klakson mobil saling beradu.


"apa mas Angga marah lagi padaku ?" batin Anggun yang kini menunduk dan merasa serba salah


"apa aku berbuat salah lagi, harusnya aku tak berkata begitu. nanti kalau dia pergi lagi bagaimana ?" batin Angga yang merasa bersalah setelah berucap demikian, karena bagaimana pun juga dia harus berjuang untuk mendapatkan hati Anggun dan membuatnya ketergantungan padanya dengan begitu dia takkan berani pergi lagi

__ADS_1


"mas..."


"hemm iya kenapa ?" balas Angga dengan cepat penuh semangat menatap ke arah Anggun


"mmm aku mau makan sop buah, ehhh rujak, ehhh buah apa ya ?" balas Anggun yang mulai ragu dengan ke inginan hatinya setelah tadi melihat penjual rujak di pinggir jalan dan mulai membayangkan aneka jenis buah yang segar


"iya, biar aku cari di internet dulu ya lokasi penjual buah yang paling diminati" ucap Angga segera sembari tersenyum hangat lalu mulai meraba hp nya


"jangan, biar aku saja. kamu fokus menyetir saja" balas Anggun yang menyentuh tangan Angga sejenak lalu melepasnya


Anggun mulai sibuk mencari di internet lalu menemukan beberapa tempat yang jaraknya ternyata tak terlalu jauh dari lokasi mereka


"yang itu sepertinya mas " ucap Anggun yang sangat semangat sampai bibirnya membentuk lekuk senyum lebar. mereka telah tiba di sebuah warung yang menjual aneka jus, sop buah dan juga rujak.


Angga bermaksud menyuruh istrinya menunggu saja tapi Anggun bersikeras ingin turun dan melihat langsung. mereka berdua berjalan beriringan dan Anggun mulai mengamati karena dia semakin bingung ingin membeli apa


tiba giliran mereka tapi Anggun masih bingung saja, sampai penjual bertanya dua kali.


"mohon maaf kalau lama ya pak, harap maklum istri saya sedang hamil" balas Angga karena tak ingin penjual itu menjadi jengkel pasalnya di belakang mereka sudah ada dua orang lagi yang hendak memesan


"ohhh sedang hamil, biasanya sukanya buah yang asem misalnya mangga muda, non mau ?" tanya penjual itu sembari tersenyum


"mmm kalau begitu saja pesan sop buah sama rujaknya ya pak, masing-masing dua porsi" balas Anggun yang sudah memantapkan keinginannya


dengan sigap penjual itu menyiapkannya di bantu oleh dua pekerjanya, sehingga tak membuat mereka menunggu lama, Anggun terus saja mengamati aneka buah yang di pajang sementara Angga merangkulnya dan tersenyum lembut menatap istrinya.


"kamu suka..." balas Angga setelah mereka masuk ke dalam mobil karena melihat Anggun yang terus menerus menatap isi plastik dengan senyum mengembang, Anggun memgangguk cepat dan tak sabar ingin segera menyantapnya

__ADS_1


setelah tiba di rumah mereka di sambut hangat oleh bi susi dan segera Anggun memberikan plastik itu dan mengajak bi susi untuk menikmatinya juga. Angga hanya duduk santai di ruang tamu sembari menyalakan Tv.


Anggun mulai mengobrol dengan bi susi di meja makan sembari menikmati sop buahnya, tapi baru ingat kalau suaminya belum menyicipinya. akhirnya dia berjalan menuju ruang tamu dengan semangkuk sop buahnya dan juga rujak yang sudah tertata rapi diatas piring. Anggun juga mengajak bi susi untuk bergabung di ruang tamu tapi bi susi menolak karena dia sudah merasa nyaman duduk di sana dan menikmati sop buahnya


"mas...." ucap Anggun dan membuat Angga segera menoleh ke arah suara


"hmmm kenapa ?"


"kamu beluk mencobanya..." balas Anggun yang duduk disamping Angga lalu meletakkan keduanya di atas meja


"kamu makan saja, aku masih kenyang"


"mmmm jangan... tadi kamu juga ikut repot. aaaa.. buka mulut" balas aanggun dan Angga mengalah dan menurutinya, Anggun menyuapi suaminya dan Angga menikmatinya.


"mmm yang ini ternyata enak, aku baru sadar. pantas saja perasaanku merasa ada yang kurang" ucap Anggun setelah mencicipi mangga muda dan terlihat binar mata yang tampak takjub


Angga hanya tersenyum melihat istrinya karena dulu adiknya Niki juga pernah merasakan hal yang sama, pernah menyukai mangga yang sangat asam. lagi-lagi Anggun menyodorkannya ke suaminya tapi kali ini Angga menolak, melihatnya saja sudah membuatnya ngilu


"mas... tolong, sekali saja" balas Anggun dengan nada memelas dan segera Angga turuti


"wuekkk.... isss asam sekali..." ucap Angga yang baru saja mengenai lidahnya dan segera dia keluarkan dari mulutnya


"hmmm tidak... ini sangat enak. tak mungkin aku memberikan makanan yang tak enak untuk suamiku" balas Anggun yang merasa kecewa karena ekspresi suaminya berbanding terbalik dengannya


"serius... ini sangat asam, kamu suka karena sedang hamil. " balas Angga yang membuat Anggun berpikir sejenak.


"apa aku sedang mengidam ?" batinnya karena tak sadar kalau kini dia tengah mengidam dan menikmati mangga muda dengan semangatnya, padahal sejak dulu dia sangat ngilu meski membayangkannya saja

__ADS_1


__ADS_2