Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Memasak


__ADS_3

Angga baru saja selesai dengan sarapannya, dan meminum segelas air putih dan merapikan pakaiannya lagi. dia bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya ke arah Anggun yang masih menggenggam gelasnya. Anggum tampak bingung lali menaruh gelas diatas meja.


"bukannya tadi sudah mencium tangan ya ? atau mas Angga lupa" ucap Anggun dalam hati lalu meraih punggung tangan suaminya dengan reaksi bingung.


Angga bukannya lupa sudah pamit ke istrinya di kamar tadi tapi karena mamanya ada disini dia tak ingin muncul pertanyaan baru.


Anggun mencium punggung tangan suami dan Angga kembali mencium punggung tangan istrinya seperti di kamar tadi dan wajahnya mendekat ke arah wajah Anggun.


deg...


kedua mata mereka saling beradu meski hanya hitungan detik, Anggun khawatir kalau Angga kembali mendaratkan kehangatan di bibirnya karena mertuanya masih setia duduk disana. Angga mendadak menahan diri karena juga ingat ada mamanya di situ dia menaikkan pandangannya lalu mencium kening istrinya.


dia beralih ke arah mamanua dan melakukan hal yang sama, bayangannya pun menghilang dari ruangan itu.


"huftttt .... hampir saja, kenapa aku tak bisa mengendalikan diri " ucap Angga dalam hati mengingat tingkahnya yang terasa konyol, lalu memasang sabuk pengaman dan melajukan mobilnya meninggalkan garasi itu.


Anggun dan mertuanya masih asyik mengobrol disana, mereka berbincang banyak hal. itulah yang membuat hubungan mereka terlihat bukan seperti menantu dan mertua melainkan seperti ibu dan anak.


"ohhh ya, kamu rencananya mau masak apa buat suamimu ?" ucap Monica setelah mengingat ucapan putranya tadi


"belum tau ma...." ucap Anggun lirih yang rasa percaya dirinya mulai luntur jika membahas soal masak-memasak


"Angga suka ayam sambal ijo, ayam kecap, hmmmm juga ayam opor. kalau Angga sih anaknya gak rumit, kadang masak nasi goreng aja dia sangat senang" Monica menjelaskan panjang lebar tentang putranya agar menantunta itu kembali bersemangat.


"ohhh gitu ya ma..." ucap Anggun yang menatap lekat wajah mertuanya dia mulai ada gambaran untuk memasak apa nantinya.


"kamu bisa tanya-tanya ke bi susi, nanti suruh saja bis susi ke pasar atau kalian berangkat bersama" ucap Monica memberi saran

__ADS_1


"iya ma, nanti Anggun minta bantuan bi susi saja" ucap Anggun sembari tersenyum


Monica pun pamit pergi dan Anggun mengantarkan sampai di depan pintu lalu mencium punggung tangan mertuanya itu.


Anggun mulai mengobrol dengan bi susi dan mereka bersiap-siap untuk berangkat ke pasar bersama. Anggun mengemudikan mobilnya dengan pelan karena memang tak terlalu dikejar waktu juga. dia menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.


Anggun melihat bi susi sangat lihai menyusuri jalanan di pasar sedangkan Anggun sesekali kehilangan jejak bi susi. dia sangat senang dengan suasana di pasar, dia kembali mengingat kejadian diwaktu kecil dulu sering diajak mamanya pergi ke pasar.


mereka sudah sampai di rumah, Anggun melirik jam di hp nya yang sudah menunjukkan jam sebelas, mereka lumayan lama juga berada di pasar dan itu karena ulah Anggun yang ingin berkeliling karena merasa tertarik.


"bi susi, kita duduk dulu sini, minum sebentar. bi susi juga pasti masih sangat kelelahan" ucap Anggun yang sudah duduk dan menyiapkan dua gelas air minum diatas meja makan.


bi susi hanya menurut saja lalu duduk di samping Anggun, mereka melepas lelah sejenak.


"maaf ya bi, gara-gara saya kita jadi lama di pasar. Anggun sudah lama tak pergi ke sana" ucap Anggun setelah meneguk segelas air putih lalu kembali mengisinya


"iya non, tidak apa. saya kira non Anggun takkan betah berasa di tempat begitu. biasanya kan ke supermarket" ucap bi susi yang melihat sisi lain dari majikannya yang ternyata lebih suka tampil sederhana.


"bawangnya biar Anggun yang coba ya bi" ucap Anggun yang melihat bi susi sangat lihat memainkan pisau diatas talenan


"tak perlu non biar saya saja" ucap bi susi yang menolak namun Anggun ingin sekali belajar dan akhirnya bi susi mengalah


satu bawang sudah berhasil di irisnya meski tak sebagus irisan bi susi, dia mengiris bawang selanjutnya dan matanya mulai terasa perih. dia mengusapnya lalu semakin perih dia tak tau kalau mengiris bawang sensasinya akan begitu.


matanya berulang kali berkedip dan tanpa sengaja mengiris jemarinya, Anggun sedikit terkejut lalu meletakkan pisau. bi susi yang mendengar suara jeritan kecil dari majikannya segera mendekat dan melihat jemari majikannya berdarah di tambah lagi Anggun sudah mengeluarkan air mata.


"ya ampun non, sini non biar saya bersihkan. maaf non, harusnya saya melihat dari tadi bukan malah sibuk melihat wajan" ucap bi susi yang menarik cepat Anggun ke arah wastafel dan membersihkan jari telunjuknya.

__ADS_1


"bi susi jangan begitu, ini hanya luka kecil. dari tadi mata Anggun perih jadi tak bisa fokus" ucap Anggun yang merasakan sedikit perih.


"saya lupa kasih tau non, kalau mengiris bawang memang bikin mata perih." ucap bi susi yang sedikiy khawatir jika kedua majikannya pulang nanti tau keadaan nona mudanya.


"ihhh bi susi lebay, tenang saja. Anggun bisa urus diri sendiri. biar Anggun yang obatin sebentar ya" ucap Anggun lalu menarik tangannya dari air mengalir dan bergegas ke arah ruang tamu karena kotak obat tersimpan di sana.


Anggun kembali ke dapur dan membantu bi susi. dia bersyukur karena ada bi susi yang membantunya. selesai memasak, dia menatanya diatas meja. dia segera menuju kamar untuk membersihkan diri karena tubuhnya terasa lengket.


Angga baru saja tiba di rumah dan di sambut oleh bi susi yang membukakan pintu.


"Anggun mana bi ?" ucap Angga karena tak melihat sosok istrinya


"baru saja ke kamar den, mau mandi katanya tadi. tapi ayam sambal ijo kesukaan den Angga sudah di siapkan non Anggun" ucap bi susi yang menutup kembali pintu lalu mengikuti langkah kaki majikannya


"memangnya dari tadi dia belum mandi juga ya bi" ucap Angga yang merasa heran lalu langkahnya terhenti di depan meja yang sudah berisi masakan lezat. di amatinya satu persatu dan dia sungguh penasaran dengan masakan istrinya.


"tadi sudah mandi den, lalu kami pergi ke pasar dan sesampainya di rumah mulai sibuk memasak. kata den Anggun dia tak enak kalau harus menyapa suaminya dengan aroma keringat" ucap bi susi menjelaskan


"ke... pasar ?, kalian ke pasar hanya berdua ?" ucap Angga yang tampak terkejut lalu menatap ke araj bi susi


"iya den, tadi non Anggun yang menyetir" ucap bi susi mengatakan yang sebenarnya.


"jam berapa kalian berangkat ke pasar ?"


"sekitar jam delapan den"


"sampai di rumah jam berapa ?"

__ADS_1


"jam sebelas den"


"ohhh bagus...." ucap Angga yang menyeret langkah kakinya menaiki anak tangga dan masuk ke kamar.


__ADS_2