Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Ziarah


__ADS_3

sejak menikah dan pergi ke kota x mengikuti suaminya, Anggun tak pernah lagi mengunjungi wanita yang sangat di cintainya itu. setelah semua urusannya selesai dia mengemudikan mobilnya menuju pemakaman umum.


tak terasa sudah dua hari dia bekerja di cafe itu dan baru menyadari menjadi pelayan saja pun tak mudah. awalnya dia pikir cukup hanya menanyakan pesanan dan mengantarkan makanan ke meja tamu namun selama dua hari ini dia terlihat bingung dan beberapa kali salah menaruh pesanan tamu.


untung saja managernya bersabar dan memohon pengertian ke para tamu. Anggun bekerja hanya paruh waktu dan ternyata banyak mahasiswa yang bekerja di sana setelah selesai perkuliahan.


Anggun akan berangkat jam tujuh pagi dan pulang jam tiga sore, bayarannya juga cukup untuknya sendirim lagi pula sejak dulu dia bukan perempuan yang harus hidup glamour. kalaupun barangnya terlihat barang mewah itu hanya untuk melampiaskan kekesalannya ke orang tuanya dan biasanya barangbitu tak bertahan lama karena akan di berikan ke acara bazar.


Anggun sudah tiba di pemakaman umum lengkap dengan bunga yang di senangi mamanya. Anggun menatap pemakaman itu terlihat beberapa rumput liar di pusaranya. Anggun mulai mencabutinya dan merapikan tempat itu.


"maaf bu, biar saja saja yang bersihkan" ucap seseorang mengejutkan Anggun yang tak lain adalah petugas penjaga pemakaman itu.


"ohhh tak masalah pak, bapak bersihkan yang lain saja dulu" ucap Anggun yang paham betul kalau pemakaman itu dirawat dan selalu ada petugas yang membersihkannya.


petugas itu hanya menganggukkan kepala lalu membersihkan dedaunan kering yang berada di sebuah pohon yang rindang. Anggun sudah mengenal wajah para petugas disana, mereka memang di gaji untuk menjaga dan merawat pemakaman umum itu sekaligus menjadi tukang gali kubur jika di butuhkan. tak jarang Anggun memberikan beberapa lembar uang sebagai rasa terimakasihnya.


"sudah lama ibu tak datang kamari" ucap petugas itu lagi setelah tugasnya selesai dan menghampiri Anggun yang terlihat duduk di samping pemakaman mamanya sembari memandangi langit sore.


"hmmm iya pak saya sudah di kota x tinggal, jadi jarang ke kota ini" ucap Anggun jujur sembari menatap ke arah petugas itu yang masih memegang peralatan kebersihan


mereka bicara sejenak dan Anggun melirik ke arah layar hp nya waktu memang berjalan cepat dan sudah menunjukkan jam lima, Anggun pun pamit dan tak lupa memberikan beberapa lembar uang.


"ohh tak usah bu, saya tidak merasa enak apalagi belum membersihkan kuburan ini" ucap petugas itu menolak

__ADS_1


"tak apa pak, terima saja. saya tau bapak juga pasti lelah mengurus pemakaman yang begini luasnya"


"iya sih bu tapi kan kita ada berdua jadi tak terlalu lelah, jadi tak usah lah bu" ucap petugas itu yang merasa tak enak karena selalu menerima dari Anggun.


"terima saja pak, rejeki jangam di tolak" ucap Anggun tetap memaksa dan akhirnya petugas itu pun menerima


Anggun melajukan mobilnya menuju kos nya, tak lupa juga dia mampir ke di warung kecil untuk membeli makan malamnya.


***


sementara Angga masih bingung harus mencari Anggun kemana, dia harus mencarinya dimulai dari mana. dia tak terlalu punya kenalan banyak di kota itu. meski dia lahir karena kedua orang tuanya memilih pindah ke luar kota untuk memulai usaha baru.


yang bisa dia andalkan hanya Dewi sahabat istrinya itu, dan Dewu juga sudan memberitahu Nica sehingga mereka terus saja mencoba menghubungi Anggun meski tak dijawab sama sekali. ada rasa khawatir sekaligus kecewa melihat tingkah Anggun karena mengabaikan telepon dari mereka.


"kita harus cari dia kemana sih ? aku yakin Anggun masih di kota ini, dia tak mungkin berani pergi jauh tapi kemana ?" ucap Dewi yang mulai pusing, mereka berdua berada di dalam mobil dan tengah mengamati rumah kediaman orang tua Anggun.


Dewi merekam posisi mereka berdua kini dan mengirimnya ke Anggun.


"kami sudah di depan rumahmu sejak satu jam yang lalu, kalau kamu tak mau bicara juga. terpaksa kami masuk dan menanyakan langsung ke om dan tante masalah yang sebenarnya." isi pesan yang di kirim Dewi lalu dia meletakkan hp nya di sampingnya.


Anggun yang baru saja selesai mandi dan ingin bergegas menuju tempat kerjanya akhirnya meraih hp nya karena sejak tadi berbunyi. kedua bola matanya terbelalak melihat isi pesan itu.


segera dia mengirim pesan di group mereka.

__ADS_1


"maaf karena aku menyusahkan kalian, aku hanya perlu waktu sendiri. kalian tenang saja aku dalam keadaan yang baik, kalian juga harus baik dan jaga kesehatan ya"


Nica yang mendengar hp nya berbunyi segera meliriknya dan bereaksi cepat membuat dewi sedikit terkejut. Nica menunjukkan isi pesan dari group mereka dan Dewi dengan cepat jufa meraih hp yang di letakkan nya tadi dan membaca ulang.


mereka berdua merasa seperti bermain teka-teki dan mempertanyakan ada masalah apa antara Anggun dan suaminya atau dengan keluarganya hingga dia pergi meninggalkan rumah.


mereka akhirnya meninggalkan lokasi itu, Dewi menyetir dengan santai dan masih bingung bagaimana cara memancing harimau betina itu keluar dari sarangnya.


"aduhhh harimau betina sembunyi dimana sih, kalau ngambek susah buat ngambil hatinya" ucap Dewi yang membuat Nica sedikit terkekeh.


"dia sembunyi udah macam di pingit, gak boleh keluar dari rimbanya" ucap Nica lagi yang jarang melihat Anggun berlaku begitu.


"kita pergi ke club malam aja yuk, nanti kita foto terus kirim ke Anggun. siapa tau dia mau keluar dan menemui kita" ucap Nica lagi setelah ide muncul dari kepalanya.


"ini masih pagi sayang...... kamu tak masuk kerja sekarang ?" ucap Dewi melirik ke arah Nica dengan tatapan hendak menerkam


"hahaha lupa kalau ini masih pagi, padahal baru beberapa jam yang lalu kita keluar dari tempat terkutuk itu" ucap Nica sembari menepuk keningnya.


mereka memang sehabis pergi ke club malam dan baru keluar dari tempat itu jam dua pagi lalu istirahat di dalam mobil. setelah jam menunjukkan angka enam mereka memutuskan bergegas ke rumah Anggun karena ingin memastikan apakah sahabatnya itu sudah ditempat yang aman.


"nanti malam kita pergi, nanti jemput aku ya cintaku..." ucap Nica lagi sembari memeluk lengan Dewi dengan raut muka yang di buat seimut mungkin.


"iya cintaku... pretttt, nanti kabaro saja kalau sudah pulang dari kantor" ucap Dewi yang mempercepat laju mobilnya agar Nica masih ada waktu untuk bersiap-siap sebelum berangkat ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2