Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Bingung


__ADS_3

Anggun hanya menghabiskan waktu di atas ranjang, lengannya masih terkilir dan masih dibalut perban. untung saja baju Angga cukup longgar di tubuhnya jadi tidak terlalu sakit jika harus bergerak dan mengganti pakaian.


Anggun sesekali menatap lukanya di kamar mandi dan masih merasa bingung kenapa bisa meninggalkan luka lecet di beberapa bagian tubuhnya, berungkali dia berusaha mengingat kejadian buruk itu namun tetap saja tak habis pikir.


"aku menarik lagi domoet ku dan terseret lalu bangun sudah di rumah sakit, apa memang tubuhku terseret di aspal ?" batin Anggun masih berdiri di depan cermin


Angga yang masuk ke dalam kamar mendapati ranjang yang kosong dan tak mendengar suara apapun, dengan rasa penasaran segera dia mengayunkan langkah kakinya menuju kamar mandi.


ceklekk....


Angga membuka handle pintu lalu segera menyapu seisi tempat itu dan membuat Anggun terkejut lalu segera menunduk dengan menutupi tubuhnya dengan pakaian yanh di lepasnya tadi.


Angga sedikit salah tingkah mencoba terlihat biasa saja.


"kamu ngapain buka baju ? pakai cepat, jangan sampai masuk angin" ucapnya masih menatap wajah Anggun yang mulai memerah karena sedikit gugup


Angga segera menutup pintu kamar mandi lalu bergerak menuju ranjanf dan bersandar dengan sebuah bantal di balik punggungnya. dia mulai sibuk memainkan hp nya.

__ADS_1


Anggun dengan perlahan memakaikan bajunya agar tak tergesek luka. cukup lama dia berada di dalam karena mencoba menenangkan diri.


akhirnya dia keluar dengan langkah pelan lalu mulai membaringkan tubuhnya, di lihatnya Angga sudah memejamkan matanya masih dengan hp di dalam genggamannya.


sepanjang hari ini pun Angga tak pergi ke kantor, sudah tiga hari dia hanya bekerja di rumah dan terus memantau istrinya itu, tentu saja membuat Anggun sedikit risih, dia merasa bersalah karena membuat Angga kesulitan.


Anggun merasa kesulitan tidur karena sepanjang hari yang dia lakukan hanya tidur, dan di malam hari rasa kantuknya menghilang. dia hanya menatap langit-langit kamar dan pikirannya melayang entah kemana.


Angga menyipitkan matanya setelah merasakan gerakan diatas ranjang, karena Anggun memang sedikit gelisah.


"kenapa belum tidur ? lukamu sakit ya ? " ucap Angga sembari menatap ke arah lengan Anggun yang diperban.


"aku tak bisa tidur" ucap Anggun yang menatap sejenak wajah suaminya.


Angga kembali membaringkan tubuhnya dan menyelimuti pelan tubuh Anggun lalu mulai mendekat dan memeluknya lembut.


detak jantung Anggun kembali berirama cepat setelah mendapat perlakuan Angga.

__ADS_1


"kamu pria seperti apa sebenarnya, kadang terlihat menyebalkan, menyakitkan hati tapi kadang menenangkan hati" ucap Anggun dalam hati yang kian bingung dengan sosok di sampingnya.


sementara Angga terus menatap wajah Anggun, diamatinya wajah istrinya sangat dekat sampai membuat perasaan Anggun campur aduk.


"wajahnya lucu kalau di lihat dekat, lehernya juga" batin Angga yang mulai tergoda apalagi mencium dengan jelas aroma tubuh istrinya.


cup...


sebuah kecupan mendarat di di ujung kepala Anggun dan segera Angga memejamkan kedua matanya sebelum tertangkap oleh Anggun. bagaimanapun Angga tak ingin salah tingkah di depan Anggun. sedangkan Angga masih menatap wajah Angga dengan rasa penasaran.


"aku tak salah kan ? barusan mas Angga mencium ku kan ? ahhh aku pasti salah besar" batin Anggun yang masih tak percaya lalu menatap wajah Angga sampai tertidur.


perlahan Angga membuka kedua matanya lalu menatap lekat wajah istrinya ternyata sejak tadi dia tak tidur, namun sengaja tampak tertidur.


di kecupnya lagi dengan lembut namun kali ini di pipi Anggun lalu memutuskan untuk benar-benar tertidur.


"selamat malam Anggun, cepat sembuh. aku janji akan menuruti semua keinginanmu" batin Angga lalu mereka berdua benar-benar tertidur pulas

__ADS_1


__ADS_2