Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Ingin Cerita


__ADS_3

Anggun memang tipe wanita yang pemikir, jika ada masalah bisa membuatnya tenggelam dalam lamunannya sendiri bahkan jadi sulit tidur. tapi semenjak dia punya sahabat seperti Nica dam Dewi rasa sepinya bisa terusir sedikit, entah itu saat mereka mulai pergi jalan-jalan atau mulai mengenal club malam.


Angga sudah berbaring dan menutup matanya namun berbeda dengan Anggun yang tampak gelisah. berulang kali dia bergerak kecil mencari posisi nyaman agar bisa segera tertidur.


dia akhirnya meraih hp nya dan mulai sibuk membuka media sosialnya, hubungannya dengan kedua sahabatnya terasa semakin berjarak apalagi sejak Anggun yang tak mau terbuka mengenai masalah bahkan tak memberitahu keberadaannya saat pergi meninggalkan Angga.


"maaf sudah membuat kalian kecewa" Anggun mengetikkan kalimat setelah dihapusnya beberapa kali karena tampak ragu untuk mengirim pesan di group mereka


"Anggun.... kamu kemana aja?... kamu sudah tenang sekarang ?" balas Nica setelah beberapa menit sebuah pesan masuk di hp nya


Anggun tentu saja merasa lega setelah membaca isi pesan itu


"terimakasih karena masih peduli denganku, aku sayang kalian..." balas Anggun lagi tak lupa dengan emot hati merah muda


"uchhhh... we love u too honey, ohh iya coba tebak aku dimana dan sama siapa sekarang " balas Nica lagi yang membuat Anggun berpikir sejenak


"hmmm pasti di club malam kan ? jangan sampai mabuk ya, kalian harus tobat, hehehe peace..." balas Anggun lagi


"no...no..kita hari ini gak pergi ke club"


"jadi kalian dimana ? dari tadi Dewi gak muncul di group, dia marah ya sama Anggun ?" balas Anggun yang semakin penasaran dengan keberadaan kedua sahabatnya itu


"nih.... dia lagi menghayati...." balas Nica yang mengirim foto mereka berdua yang terlihat gelap.

__ADS_1


Anggun tampak berpikir sejenak, sampai akhirnya sadar kalau itu berada di bioskop. Anggun semakin merindukan mereka berdua. cukup lama mereka saling bertukar pesan sampai akhirnya Anggun mengakhirinya karena tak ingin mengganggu waktu sahabatnya menonton film yang tengah populer.


Anggun kembali menyimpan hp nya lalu kembali merebahkan tubuhnya setelah merasa cukup lelah bersandar beberapa menit yang lalu. gerakan kecil itu membangunkan Angga, denga mata menyipit dia menatap ke arah Anggun.


"kamu belum tidur ?" sahut Angga dengan nada seraknya membuat Anggun sedikit terkejut dan merasa tak enak hati karena sudah mengganggu waktu tidur suaminya


"mmm iya maaf ya mas..." balas Anggun lirih kini sudah terlentang dengan selimut yang menutupi sampai dadanya pandangannya fokus menatap langit-langit kamar


Angga yang kini menyampingkan tubuhnya menatap lekat wajah istrinya, Anggun belum sadar sudah dipandangi Angga sejak tadi, setelah beberapa menit pandangan Anggun berpindah dari langit-langit kamar ke samping membuatnya sedikit terkejut karena ternyata Angga memandanginya dan mata mereka saling beradu.


Anggun tampak kikuk dan menutup rapat mulutnya sementara Angga melempar senyum karena mampu membaca air muka istrinya.


"kenapa belum mengantuk ? apa yang kamu pikirkan hmmm ?" ucap Angga lirih


"kalau ada yang mengganggu pikiranmu cerita saja" balas Angga yang siap menjadi pendengar tapi terlihat Anggun menyembunyikan isi pikirannya dam enggan tuk bersua


"aku bingung harus dari mana" batin Anggun yang merasa lidahnya kelu untuk bercerita


Angga mendekat dan memeluk perut Anggun, membuat Anggun sedikit terkejut dan sedikit malu karena jarak mereka sangat dekat. Angga mengusap lembut perut Anggun. itu pertama kalinya Angga mengusap perut istrinya karena biasanya dia hanya memeluk tubuh istrinya.


Anggun yang awalnya merasa malu kini mulai nyaman dengan perlakuan lembut Angga, bagaimana pun Angga tak ingin memaksa Anggun untuk bercerita. dia sedang berusaha membujuk Anggun agar berbagi cerita.


"mas...."

__ADS_1


"hmmm iya kenapa ?" balas Angga dengan cepat sembari tersenyum lembut


"aku bingung..." balas Anggun yang terlihat gugup untuk bercerita


"bingung kenapa sayang ?" balas Angga lagi yang merasa kali ini akan berhasil merayu Anggun tuk bercerita


"hmmm sebenarnya....aku...jadi...bukan begitu, maksudku..." Anggun mulai gugup dan bergetar hebat, nada suaranya terdengar menahan agar tangisnya tak pecah


Angga memahami itu semakin mendekap erat tubuh Anggun kini tangannya pindah ke bahu dan mengusapnya dengam lembut.


"luapkan semua emosi kamu, cerita saja ke aku. jangan malu" balas Angga dan berhasil membuat tangis Anggun pecah.


Angga mengecup kening Anggun berulang kali, dan menenangkannya sampai tangis Anggun berhenti.


"kapan kita ke rumah ayah ?" ucap Anggun setelah mengusap pipinya berulang kali


"kapanpun kamu mau..." balas Angga dengan cepat dan pandangan mereka kembali beradu


"kapan kamu tak sibuk ke kantor" sahut Anggun lagi yang tak ingin mengganggu pekerjaan suaminya


"aku bisa mengatur jadwal, yang penting kamu senang. aku bisa antar kamu kemanapum kamu mau" balas Angga yang membuat Anggun tersentuh.


Anggun membalas dekapan Angga dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya. dia belum cukup kuat untuk bercerita tapi ada perasaan senang di hati Angga karena ada kemajuan meski sedikit.

__ADS_1


"setidaknya dia mau berucap meski beberapa kata saja, dia hanya belum cukup kuat untuk menceritakan semua. kamu kenapa sebenarnya Anggun ? kenapa langsung menangis sesegukan sebelum cerita" batin Angga yang mengusap lembut punggung istrinya sampai terlelap


__ADS_2