Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Memeluk


__ADS_3

Anggun menghabis banyak waktu bersama mertuanya sampai makan malam dan berlanjut di ruang tamu. mereka sesekali berkomentar mengenai acar Tv yang tengah mereka lirik. perasaan yang sudah lama di tahan Monica akhirnya keluar juga meski awalnya merasa ragu tuk menceritakannya ke menantunya.


sementara Angga masih sibuk dengan pekerjaannya, apalagi sejak mencari keberadaan istrinya membuat beberapa pekerjaannya terbengkalai.


waktu sudah menunjukkan jam sembilan malam dan Anggun tengah merebahkan tubuhnya sembari menatap langit-langit kamarnya, ada perasaa cemas karena Angga belum pulang juga padahal tadi dia sudah menelepon bahwa akan pulang malam. berulang kali Anggun melirik layar hp nya antara ingin menghubungi atau menunggu kabar lagi.


pintu kamar terbuka memguat Anggun spontan melirik ke arah suara, sosok yang di carinua sejak tadi sudah ada di depan mata.


"ehhh kamu belum tidur ?" ucap yang melihat Anggun kini bangun dari tempat pembaringannya.


"belum mas..." balas Anggun yang bingung harus melanjutkan apa lagi. lalu mencium punggung tangan suaminya itu


Angga meletakkan tas na lalu membuka kancing kemejanya, membuat Anggun peka lalu segera menuju kamar mandi menyiapkan keperluan suaminya. sejak tiba Anggun memperhatikan penampilan suaminya yang terlihat lusuh lengkap dengan raut muka yang sangat kelelahan.


Angga membersihkan diri cukup lama, sementara Anggun tengah duduk di tepi ranjang kembali mengingat cerita mama membuatnya kian bersalah kepada Angga.


Angga keluar dari kamar mandi membuat Anggun sontak kaget lalu segera menyerahkan pakaian bersih, Angga yang sempat melihat keterkejutan istrinya mengangkat alisnya karena bingung lalu memakai pakaiannya.


"hari ini kamu merasa mual ?" ucap Angga yang tengah merapikan kancing pakaiannya lalu berjalan menuju meja cermin.


"mmm tidak mas..." balas Anggun sembari menundukkan kepalanya namun kembali berani menatap suaminya yang mulai sibuk di meja rias. dengan sigap Anggun menyeret langkah kakinya menuju arah suaminya dan mulai mengeringkan rambut suaminya dengan pengering rambut.


"tidak usah biar aku saja. kamu istirahat dulu sana" balas Angga yang tak mau kalau Anggun kelelahan. tapi Anggun menggeleng dan melanjutkan aksinya


mereka mengobrol banyak hal atau lebih tepatnya Angga yang mengajak bicara dan Anggun hanya mengangguk atau menyahut ala kadarnya karena perasaannya masih berkecamuk.


"ayo kita tidur, sudah waktunya istirahat" balas Angga lalu bangkit berdiri setelah melihat rambutnya sudah kering. dengan sedikit gelapan Anggun mengikuti langkah kaki yang mulai naik ke ranjangnya.

__ADS_1


"mmm mas... aku minta maaf" balas Anggun yang masih berdiri di belakang suaminya membuat Angga menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya.


"kenapa ?" tanya Angga yang bingung karena merasa Anggun tak berbuat hal yang salah hari ini.


"ma...mama sudah cerita semua, mulai dari aku pergi dari rumah sampai perusahaan kamu yang bermasalah, dan...dan.. hiks..hiks" tangis Anggun mulai pecah dan sesegukan membuatnya kesulitan melanjutkan ucapannya


Angga menedekat lalu mengusap pipi Anggun berusaha menenangkannya.


"huffftt semestinya mama tak perlu membeberkan semuanya, kamu jadi kepikiran begini. ingat kamu sedang mengandung jangan sampai karena memikirkan itu membuat kamu sakit" balas Angga yang masih berdiri berhadapan dengan istrinya sembari meletakkan kedua tangannya mengapit wajah Anggun.


"kamu bahkan harus bekerja keras dan pulang malam karena aku..." balas Anggun yang masih sesegukan dan belum melanjutkan ucapannya Angga segera menggelenglan kepalanya.


"bukan, bukan karena salah mu. aku memang harus belajar banyak dari kak Dimas, dari almarhum papa, juga dari ayah wijaya agar bisa jadi pengusaha yang handal" balas Angga lalu menarik Anggun ke dalam dekapannya


setelah mulai tenang Angga pun menuntun Anggun menuju ranjang dan ia pun ikut merebahkan tubuhnya. di pandanginya wajah Anggun yang masih diam sembari menatap kosong ke arah langit kamar. Angga mendekat lalu mengusap lembut pipi Anggun membuatnya segera menatap ke arah suaminya.


"kapan kamu perginke dokter lagi ?" ucap Angga membuka suara lagi


"ohhh ya..bagus lah, nanti aku juga ikut ya" balas Angga yang sebenarnya senang jika melihat perkembangan anaknya saat di usg


Anggun menggeleng cepat membuat Angga sedikit bingung.


"kenapa ?"


"aku tak mau merepotkanmu, kamu pasti sibuk kerja"


"hufttt bukan repot, kan ini juga anak ku. " balas Angga yang masih paham betul kalau istrinya masih merasa bersalah.

__ADS_1


"aku akan belajar jadi istri penurut seperti yang di katakan mama" balas Anggun yang memang masih ingat isi pembicaraan mereka sejak tadi.


"ohhh ya.... dengan kamu melakukan yang aku katakan itu sudah menunjukkan kalau kamu istri penurut" balas Angga sembari tersenyum


"iya selama ini masih kurang, tugasku masih.... menyiapkan pakaianmu, menyiapkan air mandi, menyiapkan makanan, memasak, dan.... apa lagi ya kata mama bukan hanya itu saja, aku sendiri pun tak tahu. makanya kalau kamu ada apa-apa katakan saja biar aku kerjakan" balas Anggun menyebutkan semua yang sudah menjadi rutinitasnya sembari meliriknke arah suaminya


Angga tersenyum dan merasa geretan melihag tingkah istrinya


"mmmm iya, aku pasti bilang kalau aku perlu sesuatu" balas Angga dan mendapat anggukan dari Anggun.


terjadi keheningan beberapa saat dan Anggun kembali tenggelam dalam pikirannya seraya menatap langit kamar.


"ehhh aku minta sesuatu..." balas Angga yang membuat Anggun sedikit terkejut lalu menatap ke sampingnya


"apa... ?"


"ini.... kiss" balas Angga sembari tersenyum dan menunjuk ke arah pipinya membuat wajah Anggun merah seketika dan merasa sungkan namun diankemvali mengingat ucapannya beberapa menit yang lalu. kemudian....


cuppp...


Anggun mencium dengan cepat lalu segera menatap ke arah lain membuat Angga semakin gemas lalu membalas Anggun dengan kecupan yang banyak di seluruh wajahnya dan terakhir berhenti di bibir Anggun.


Angga pun terpancing lalu menatap lekat wajah Anggun


"aku mau.... boleh tidak ya ?" ucap Angga yang ragu dengan aksinya dan mendapat anggukan lembut dari Anggun


Angga melakukannya dengan sedikit ragu dan perlahan, membuat Anggun berdesir manja dan sesekali memejamkan matanya. Angga terus melakukan aksinya dan berhenti sejenak jika Anggun mulai bernafas cepat. Anggun juga mulai menikmatinya dan mengalungkan kedua lengannya di leher suaminya dia menerima semua perlakuan suami nya itu.

__ADS_1


rasa lelah Angga setelah bekerja seharian terbayarkan dengan perlakuan istrinya, setelah merasa cukup puas Angga pun mengakhirinya dengan cepat dan nafas mereka pun terdengar lega.


"maaf kalau terlalu kasar" balas Angga yang sudah tumbang di samping istrinya, mereka pun mulai terlelap


__ADS_2