
Angga menyelimuti Anggun yang sudah terlelap, lalu bergegas kenkamar mandi untuk menyikat giginya lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang. setelah melampiaskan kekesalannya ke Anggun dengan cara menatap layar laptop berjam-jam.
dia mulai terlelap dengan lengan siku menutupi kedua matanya. tubuhnya hanya sedikit diselimuti karena kebanyakan sengaja diberikan ke Anggun. mereka pun terlelap dalam tidurnya.
"mama....mama...hiks..hiks..hiiks.." jerit Anggun lirih dengan tangis yang sesegukan
membuat Angga mengangkat kepalanya, menatap kearah Anggun yang tengah memunggunginya.
"kamu kenapa Anggun ?" ucap Angga pelan sembari menepuk lembut bahunya namun belum ada sahutan membuat Angga semakin mendekat dan melihat kedua mata Anggun masih tertutup namun airmatanya mengalir deras.
"hey.... bangun... Anggun...Anggun...." ucap Angga yang mengusap lembut pipi Anggun.
perlahan Anggun membuka kedua matanya, lalu menatap kosong belum menyadari kalau Angga sejak tadi tepat di belakangnya. dia akhirnya menatap ke arah Angga setelah mendengar suaranya.
"kamu mimpi buruk... tenang ya, jangan nangis lagi" ucap Angga menenangkan sembari mengusap air matanya.
isak tangis Anggun pun pecah segera Angga memeluknya dan mengusap lembut punggungnya.
"sudah, jangan nangis lagi, kalau kamu rindu mama kita bisa ke sana" ucap Angga mencoba menenangkan istrinya yang menangis di tengah malam.
__ADS_1
"iya....mama..." ucap Anggun lirih yang masih sesegukan bahkan tak sanggup berkata banyak.
Anggun akhirnya tertidur dalam dekapan suaminya. baru kali ini mereka sangat dekat karena biasanya selalu jaga jarak apalagi di ranjang.
Anggun masih memejamkan matanya meski sudah pagi hari merasakan hembusan hangat didepan wajahnya lalu perlahan membuka mata dan merasa sedikit terkejut, detak jantungnya mendadak berirama cepat. wajah mereka berhadapan bahkan bibir Angga hanya berjarak sejengkal dengan bibir Anggun.
dekapan Angga masih erat membuat Anggun sulit bergerak, dia hanya mampu menggeser kepalanya dengan perlahan agar jarak mereka agak menjauh. Angga merasakan ada gerakan membuatnya membuka mata dan tatapan mereka saling beradu.
Anggun menahan nafas karena terkejutnya, sedangkan Angga mencoba tetap tenang meski hatinya juga bergetar. Angga sengaja menatap lama wajah istrinya itu ingin melihat kesedihan yang melekat di pelupuk matanya sementara kelopak matanya terlihat bengkak.
dia menunggu Anggun bicara namun yang dilihat hanya diam dan sedikit salah tingkah. dia tak berani menatap balik kearah Angga, hanya menatap tubuh Angga saja.
"mmm iya...." ucap Anggun singkat namun merasa risih karena Angga tak kunjung melepas dekapannya.
"kamu sangat merindukan mama mu ya ?" ucap Angga yang kembali mengingat kejadian semalam.
"mmm..." ucap Anggun singkat dengan anggukan kepala.
Angga kemudian melepas dekapannya lalu bangkit dari ranjang, mengayunkan sepasang kakinya menuju kamar mandi. dan mulai terdengar suara percikan air.
__ADS_1
Anggun kemudian bangkit dari tidurnya menyiapkan pakaian untuk suaminya itu, tak sengaja dia menatap wajahnya kearah cermin.
"astaga, baru sadar mataku ternyata bengkak. pantas saja mas Angga menatapku sangat lama tadi. pasti aku terlihat sangat jelek tadi..." batin Anggun yang tak terima orang lain melihat wajahnya yang kurang bersahabat
Angga keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk lalu berjalan menuju tepi ranjang mengambil pakaian yang disiapkan oleh istrinya. Anggun kemudian berjalan menuju kamar mandi dan memulai ritual mandi nya.
"lukamu jangan kena air" ucap Angga menghentikan langkah kaku Anggun
"mau ku bantu melepaskan baju mu ?" ucap Angga yang tau kalau istrinya pasti merasa kesulitan karena lukanya yang masih terasa nyeri jika tersentuh.
"mmmm aku bisa sendiri" ucap Anggun yang sedikit gugup lalu segera mengunci diri dari dalam.
benar yanh dikatakan Angga karena meskipun Anggun memakai baju Angga yabg terlihat sangat longgar namun tetal terasa susah melepaskannya. dengan perlahan dia melepas perban lalu membuka baju.
"aduh...." ucapnya lirih namun akhirnya baju itu pun terlepas.
dan mulai terdengar suara percikan air yang sangat pelan.
"dasar wanita keras kepala...masih saja menolak bantuanku" batin Angga karena mendengar suara percikan air baru saja padahal sudah beberapa menit yang lalu istrinya itu didalam.
__ADS_1
Angga pun keluar dari kamar dan menikmati sarapannya bersama mamanya. tak lupa dia menyuruh bi susi untuk mengantarkan sarapan ke kamar untuk Anggun sejak Anggun mendapat musibah itu dengan tegas Angga melarangnya untuk keluar dari kamar. meski merasa agak dikekang namun Anggun hanya bisa mengangguk.