
setelah bosan berkeliling di mall tanpa tujuan yang pasti, langkah Anggun terhenti ketika melihat iklan film terbaru yang akan tayang di bioskop. dia akhirnya memutuskan membeli tiket dan membeli cemilan sebelum film di mulai.
Anggun menyukai film genre komedi, action, dan romantis tapi bukan kisah percintaan yang alai, apalagi sinetron azab.
film di mulai, suasana tampak ramai namun dia acuh saja walau sendiri. Dia duduk dan mulai menikmati minumannya, gelak tawa renyah mulai mengisi keheningan bioskop. Anggun bahkan sampai meremas perutnya yang keram dan mengusap air mata yang keluar dari sudut matanya, film komedi ini sungguh membuat Anggun tertawa lepas.
setelah film selesai, Anggun berjalan santai menuju parkiran. Dia melirik sejenak hp nya terdapat panggilan tak terjawab sebanyak 3 kali dengan nama Amel yang tertera. segera Anggun menghubungi kembali.
"hallo... kenapa mel ?" tanya Anggun ketika mendengar suara dari seberang sana
"kak Anggun lagi dimana?" sahut amel segera melontarkan pertanyaan
"lagi ada urusan sebentar, emang kenapa ?"
"kak, pulanglah. emang kakak ngapain aja di luar. kita udah lama gak ngobrol bareng"
Anggun menghela nafas pelan, dia sudah menduga pasti kalau bukan ayah atau mama sambung nya yang menyuruh Amel. karena biasanya Anggun akan mendengarkan adiknya itu, ditambah lagi Amel sangat cerewet.
Anggun hanya mengiyakan, lalu menutup panggilan segera dia melajukan mobilnya dengan pelan menuju rumah. Matahari sudah berada di tengah peredarannya, sangat terik dan menyilaukan.
begitu tiba di rumah, semua sudah tampak duduk berkumpul di meja hendak makan siang. Amel segera menghampiri kakaknya dan menariknya menuju meja. karena takut Anggun akan berlalu begitu saja menuju kamarnya dan mengurung diri lagi.
"kak Anggun darimana aja?, pasti capek kan? Ayo kita makan siang bareng? biar makin kompak" celetuk Amel panjang lebar, belum satu pun Anggun menjawabnya. hingga akhirnya Amel mengulang pertanyaannya
"kakak lagi sibuk cari kerjaan" sahut Anggun singkat lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Amel hanya manggut-manggut sedangkan Niko tetap fokus pada makanannya dan tak terlalu memikirkan obrolan yang dia dengar
Ayahnya yang hanya diam sejak tadi, akhirnya membuka suara.
__ADS_1
"kamu kerja aja di perusahaan ayah, anggap aja lagi magang. nanti kalau memang kamu mau mandiri, ayah akan silahkan kamu memilih kerja dimana aja"
Anggun hanya diam dan memilih menikmati makanannya.
"gimanapun, kamu akan mengurus perusahaan ayah kelak. jadi harus belajar dari sekarang" sahut ayahnya lagi masih menatap Anggun
"Anggun gak minat, mau kerja di tempat yang gak ada hubungannya sama perusahaan ayah" sahut Anggun yang membuat ayahnya sedikit kesal dan hanya menghela nafas pelan dan memilih untuk menikmati makanannya. Kesya melirik ke arah suaminya seolah memberi kode agar tetap tenang. biarlah makan siang bersama menjadi tenang kali ini.
setelah acara makan siang, Anggun menggeser kursinya hendak undur diri namun di tahan oleh Amel.
"kak Anggun mau kemana sih, baru aja selesai makan siang" cerewet Amel sembari menekan tangan Anggun hingga dia terduduk lagi.
duduk dan mendengarkan ledekan antara Amel dan Niko, mereka memang kerap berdebat untuk hal kecil pun namun gampang untuk akur kembali. Niko sangat suka usil ke kakaknya Amel, namun tidak berkutik jika itu Anggun. pernah sekali Niko mematahkan lipstik Anggun, terlihat sekali Anggun menahan amarahnya dengan mengepalkan kedua tangannya lalu mengambil lipstik itu lalu membantingnya ke sembarang arah.
mama yang mengetahui itu segera menyuruh Niko untuk minta maaf, ketika akan berucap Anggun segera meraih tas dan kunci mobilnya lalu pergi meninggalkan mereka. Namun tetap saja Niko mengingat untuk meminta maaf meski Anggun tak menghiraukannya.
"kak main game yuk, bosan" ajak Niko ke Amel.
"boleh, kita main game bertiga yuk" ucap Amel yang setuju dengan ucapan Niko
"kalian saja, aku mengantuk" sahut Anggun setelah binar mata Amel menatap ke arahnya, namun lagi-lagi di tahan oleh Amel hingga dengan wajah kesal Anggun terpaksa dudul lagi.
Niko mengelarkan hp canggihnya yang di penuhi game, lalu mulai memilih game yang cocok dimainkan untul bertiga.
"ha..... kita main ludo aja, ini juga seru" sahutnya dengan penuh semangat, kemudian di anggukkan Amel.
mereka mulai bermain, terlihat sekali Anggun dengan malas ikut bermain hingga dia jauh tertinggal dan akhirnya kalak.
Amel dan Niko mulai melirik dengan tatapan usil, hendak memberikan hukuman karena kekalahan Anggun.
__ADS_1
"hukumannya gak berat kok kak, tenang aja" sahut Amel setelah berbisik dengan Niko.
mereka mulai mendekat menatap dalam ke arah Anggun yang dibuat mulai risih, lalu mulai mengelitikinya. sampai Anggun bergerak seperti cacing kepanasan, yang tadinya duduk di sofa akhirnya merosok ke lantai. melihat ulah kedua anaknya yang jail membuat wijaya dan kesya tertawa. berharap tawa seperti ini sering terjadi.
Anggun sudah memegang perutnya karena keram setelah tertawa menahan geli sejak tadi, akhirnya melambaikan tangan.
"cukup...jangan lagi" sahutnya dengan wajah yang sudah memerah.
karena Amel dan Niko pun sudah lelah, akhirnya mereka kembali duduk dan melanjutkan game nya.
gantian Niko yang kalah, Anggun dan Amel tak kalah kejam menggelitiki adiknya itu. dengan sengaja Anggun menggelitiki kaki vino sedangkan Amel jemarinya usil di ketiak Niko.
orang tuanya hanya tertawa dan menikmati tingkah ketiga anaknya itu, mereka tak lagi fokus ke layar tv. bahkan ikut menyemangati untuk menggelitiki Niko.
"ayah seneng kalau kalian akur begini" sahut wijaya dan di barengi anggukan kesya istrinya.
tak terasa siang berlalu, satu persatu akhirnya memutuskan kembali dan istirahat di kamar masing-masing. tapi tetap saja Amel menempel ke kakaknya. ikut masuk ke kamar Anggun dan mulai bercerita banyak mengenai kejadian di sekolah. Anggun hanya menyimak dan sesekali tersenyum jika merasa lucu.
Anggun menyadari kalau adiknya yang cerewet ini sudah beranjak dewasa dan akan menjadi anak kuliahan dalam hitungan bulan. sebagai kakak dia hanya bisa memberikan saran jika Amel meminta.
dia tidak berani untuk menceramahi, karena sadar bahwa dia tidak bisa menjadi teladan untuk adik-adiknya.
"kak anggun sudaj punya pacar lagi ya ?" tanya Amel setelah selesai dengan drama putih abu-abunya
"hmmm.... kasih tau gak ya.." sahut Anggun setelah lama berpikir membuat Amel terlihat kesal
"ihhh kakak..... kasih tau gak..." celetuk Amel yang mulai menggelitiki Anggun
namun tetap saja Anggun bungkam
__ADS_1