Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Ke Rumah Sakit


__ADS_3

waktu sudah tengah malam dan seperti biasa Anggun masih terjaga sembari menatap foto mamanya.


"ma.... sebentar lagi aku ulang tahun, tapi kali ini berbeda. tak ada Nica dan Dewi atau ayah dan semuanya yang memberiku selamat...tak ada kado juga" ucap Anggun dalam hati dan tangisnya pun pecah


dia akan menangis sampai lelah dengan begitu dia baru bisa tertidur lalu bangun ke esokan paginya dengan mata bengkak dan berangkat bekerja lagi.


keadaan tubuhnya tak kunjung membaik, rasa pusing di kepalanya semakin menjadi namun dia tetap memaksakan diri karena sejak kemarin managernya sudah menegurnya karena bekerja kurang maksimal.


Anggun memutuskan untuk naik ojek online karena tak sanggup menyetur mobil. dia mulai bekerja dan menyapa para pelanggan, dia mulai mencatat pesanan para pelanggan dan menyampaikannya ke chef yang sibuk di dapur.


Anggun mengantar pesanan satu persatu ke meja tamu lalu pamit undur diri, namun belum beberapa langkah dia pun berhenti karena dipanggil oleh tamu.


"saja tidak pesan jus Mangga mba, ini semua bukan pesanan saya..." ucap seorang lelaki yang raut wajah merah padam.


Anggun masih tertegun dan bingung harus menjawab apa, pelayan lain pun datang dan membantu Anggun sampai pesanannya yang sebenarnya pun sampai.


"maaf ya tuan atas ketidak nyamannya, ini pesanannya silahkan di nikmati" ucap Lisa yang juga pelayan disana lalu mengambil nampan dan menaruh kembali makanan yang ditaruh Anggun mereka berdua pun berjalan menjauh dari tamu itu.


"tertukar Anggun..." ucap Lisa lirih dan membuat Anggun memganggukkan kepala lalu mereka berdua meletakkam pesanan yang di bawa Anggun tadi ke meja yang lain.


"kenapa lama sekali...." ucap tamu itu dengan sedikit kesal sembari menikmati jus mangga nya


"kami mohon maaf ya bu, tadi terjadi kesalahan sedikit " ucap Lisa lagi lalu mereka berdua membungkukkan tubuh sembari meminta maaf namun tak di respon oleh pelanggan itu.


"maaf ya Lis, karena merepotkanmu..." ucap Anggun setelah mereka menjauh dari meja pelanggan itu


"iya, santai saja. tapi kamu harus melihat manager yang dari tadi mengamati kita" ucap Lisa lirih dan perlahan Anggun melirik ke arah Managernya dan benar saja tengah menatap tajam ke arah mereka berdua.


hari lelah dan berat berhasil di laluinya, waktu sudah menunjukkan jam tiga sore dan Anggun bersama beberapa temannya pamit ke manager yang tengah berada di depan pintu sedang menyapa para tamu yang hendak masuk.


manager itu mengangguk pelan ke arah Anggun dan teman-temannya namun tatapannya sedikit berubah saat menatap Anggun. membuat Anggun merasa ngeri dan tahu jelas karena kesalahannya yangbtak fokus saat bekerja.


Anggun sudah menaiki ojek online dan pergi menuju pemakaman umum tak jauh dari tempat itu dia membeli bunga untuk berziarah.


Anggun merasa bingung karena bunga yang ada diatas pusara mamanya masih terlihat segar, padahal sudah tiga minggu yang lalu dia berziarah.

__ADS_1


"mungkin saja ayah juga berziarah, tapi sangat jarang... " ucap Anggun dalam hati dan masih merasa tak percaya.


****


"pak wanita itu sudah ada disana" ucap seorang lelaki di kejauhan menghubungi Angga.


"iya, saya segera ke sana. kalau dia mau pergi kamu ikuti saja ya" ucap Angga yang baru saja keluar dari panti asuhan. dia memacu mobilnya agar segera tiba di sana.


flashhback...


Angga mulai menyusun rencana, dia meminta salah satu sopir om Danu untuk menunggu jika ada wanita yang akan berziarah disana, tak luoa menunjukkan fotonya.


Angga juga sudah mengunjungi dua panti asuhan di kota itu dan meminta agar segera menghubunginya jika wanita yang bernama Anggun datang untuk memberi sumbangan. tapi kedua panti asuhan itu sudah sangat mengenal Anggun dan menceritakan bahwa wanita itu memang semang berkunjung ke sana meski beberapa bulan terakhir tak pernah terlihat lagi batang hidung nya.


Angga tersentuh mendengar ucapan pengurus panti yang menyebutkan kebaikan dan kesederhanaan dari istrinya itu. mereka mengobrol cukup lama sampai Angga lupa dengan tujuan awalnya.


pembicaraan mereka terpotong saat sebuah panggilan muncul dari hp Angga dan dengan semangat Angga pamit dan melajukan mobilnya, kali inu dia tak ingin kehilangan jejak lagi.


****


Angga sudah tiba di pemakaman umum dia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan agak jauh dari gerbang pemakaman itu, dia berjalan sampai di gerbang dan seseorang menghampirinya yang tak lain adalah supir om Danu


"iya baru saja pak, sudah berapa lama dia ada disini " ucap Angga sembari melirik Anggun di kejauhan dan masih belum terlalu yakin bahwa itu adalah Anggun.


"baru sekitar dua puluh menit pak, begitu saya lihat peremuan itu duduk disamping pemakaman itu saya langsung menelepon pak Angga" ucapnya berkata jujur.


"ya sudah, bapak tunggu di sini dulu biar saya memastikan sebentar ya, jangan sampai dia tahu " ucap Angga lalu berjalan ke sini lain untuk memastikan apakah itu istrinua atau tidak.


di kejauhan Anggun terdiam menatap nisan itu, di usapnya berulang kali lalu menikmati langit sore


di kejauhan Angga tampak tersenyum karena ternyata benar wanita itu adalah istrinya, namun kini dia bingung harus berbuat apa.


"kalau aku mendekat sekarang dan dia langsung menolakku bagaimana ?" ucap Angga yang terlihat jongkok di pemakaman orang lain berpura-pura ziarah dan Anggun tak menyadari itu.


Anggun lalu bangkit berdiri dan merasa kepalanya kian berat lalu dia berjalan perlahan dan Angga mengikutinya.

__ADS_1


Anggun sibuk memainkan hp nya dan tak lama setelah itu ojek online sampai, Anggun segera menaikinya lalu pergi meninggalkan tempat itu.


"bapak pulang saja ya, biar saya yang mengikutinya. terimakasih ya pak. ini uang buat bapak. " ucap Angga melangkah dengan cepat llau memberikan bayaran atas kerja keras supir itu lalu dengan cepat melajukan mobilnya.


dia mulai panik karena khawatir akan kehilangan jejak lagi seperti sebelumnya. Angga mencoba tetap tenang dan akhirnya menemukan ojek online itu. untung saja kondisi jalan sedang lanar jadi Angga bisa terobos kendaraan yang ada di depannya.


"huffttt hampir saja...." ucapnya sembari mengepalkan tangan sembari berkata 'yes' lalu tersenyum penuh kemenangan.


Anggun diantar tepat di depan di rumah sakit membuat Angga mengkerutkan keningnya. dia pun segera memarkirkan mobilnya sementara Anggun sudah masuk ke dalam.


dengan cepat Angga memasuki rumah sakit lalu mencari keberadaan Anggun yang ternyata sedang mengantri. waktu sudah menunjukkan jam lima sore namun suasana rumah sakit masih terlihat ramai dengan antrian pasienl


"Anggun sakit apa ?" ucap Angga dalam hati penuh tanda tanya ingin sekali dia bergegas ke sana dan menghampiri namun di urungkannya dan lebih memilih untuk melirik di kejauhan.


"kamu Angga kan ?" ucap seseorang yang menatap wajah Angga dengan lekat


Angga yang terkejut lalu menatap ke arah suara sembari mengangguk pelan.


"kamu sudah lupa saya saya ?" ucap lelaki itu yang sedang menggenggam stetoskop dan lengkap dengan jas putih nya.


"ohhh om... kalau tidak salah dr Reza ya ? sahabat papa sekaligus yang mengobati papa waktu itu" ucap Angga yang sekilas tampak pernah melihatnya


lelaki itu mengiyakan lalu mereka pun berpelukan sejenak, sudah satu tahun mereka tidak bertemu dan Reza masih terpukul saat mengingat kepergian teman karibnya itu.


"kamu sedang apa di sini ?"


"sedang menunggu teman om, dia barus saja mau berobat karena demam" ucap Angga berbohong sembari melirik ke arah Anggun yang masih sabar menunggu antrian


"ohhh teman yang mana ? wanita itu ya" ucap Reza yang menangkap tatapan Angga ke arah seorang wanita yang tengah duduk dan diam.


"ehhh.,, hmmm bukan om"


"tak perlu berbohong, dari tadi saya lihat kamu memandang tepat kearah wanita itu. dia pacar kamu ya ?" ucap Reza lagi yang belum tau kalau anak sahabatnya itu sudah menikah.


Angga hanya tersenyum tipis sembari menggaruk kepalanya, tiba-tiba perawat memanggil Reza dan memutuskan untuk pamit undur diri dari pandangan Angga.

__ADS_1


Anggun baru saja selesai di periksa lalu dia membawa surat resep obat yang sudah diberikan padanya, tatapannya kosong dan air mata pun mengalir dia kembali menaiki ojek online sampai di kosannya dan tentunya Angga tetap mengikutinya.


"ternyata kamu tinggal di sini ?" ucap Angga mengamati lokasi tempat tinggal Anggun yang terlihat rapi dan bersih. Angga sengaja memarkirkan jauh mobilnya lalu berjalan cepat melihat Anggun yang masih mencari kuncinya lalu membukanya dan segera masuk.


__ADS_2