Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Cinta


__ADS_3

sudah beberapa bulan Anggun menikah dengan lelaki pilihan Ayahnya, meski awalnya menolak keras bahkan sangat membenci semua hal itu namun perlahan hatinya sudah mulai bisa menerima.


dia bersyukur karena memiliki mertua yang menganggapnya seperti putri sendiri dan mengubah pola pikirnya kalau mertua itu pasti galak seperti di sinetron. dia juga bersyukur karena memiliki suami yang lembut dan ramah seperti Angga. sejak awal kenalan di rumah itu Angga memang terlihat ramah hanya terlihat sedikit menjadi kaku setelah menikah dengan Anggun.


semuanya perlahan membaik, Angga memperlakukan Anggun dengan lembut seperti memperlakukan adiknya Niki. meski pernah marah dan menampar pipi Anggun karena kesalahannya.


Anggun berbaring di ranjang, kedua matanya tak kunjung mengantuk dan kembali mengenang masa-masa terberatnya. dia membalikkan tubuhnya yang sejak tadi memunggungi suaminya. kini mereka berhadapan dan Anggun menatap lekat wajah yang sudah terlelap itu.


"mas Angga pasti kelelahan setelah bekerja sejak tadi" batin Anggun yang sepanjang hari hanya duduk dan mengamati suaminya bekerja. bahkan dia tertidur di kantor itu karena tak melakukan apapun. sebenarnya dia ingin menolak untuk ikut suaminya namun takut kalau Angga kembali murka.


"kamu lupa dengan posisimu, kamu itu istriku dan harus mengikuti perkataanku" ucapan itu kembali terngiang di telinga Anggun di kala suaminya marah karena Anggun pergi ke club malam atau pergi tanpa pamit dan minta izin.


"kamu sebenarnya baik dan ramah. bahkan di kantor pun sangat dekat dengan karyawan. bukan seperti bos besar yang sangar " batim Anggun setelah beberapa kali ikut ke kantor dan melihat sisi lembut suaminya.


"apa kamu menyesal sudah menikah dengan wanita sepertiku ? apa kamu juga merasa keberatan saat di suruh menikah denganku ? atau kamau sudah bisa menerimaku dan mencintaiku sebagai istrimu ?" isi kepala Anggun meracau memikirkan semua itu dan semakin bingung dengan jawabannya andai di tanyakan langsung ke suaminya.


Anggun terus menatap wajah itu hingga Angga bergerak kecil dan membuka kedua matanya. Anggun yang tanpa persiapan untuk mengelak akhirnya kedua mata mereka saling bertemu, Anggun yang mulai gelapan mulai memalingkan tatapannya dan segera membalikkan tubuhnya. namun di tahan oleh Angga hingga mereka tetap bertatapan.

__ADS_1


"kenapa belum tidur ini sudah jam 11 malam" ucap Angga lirih setelah melirik jam di dinding.


"mmm... belum ngantuk" ucap Anggun sedikit gugup


"kenapa bisa belum ngantuk..?" tanya Angga yang sedikit bingung


"tadi di kantor kan aku tidur lama dan tak melakukan apapun"


"ohhhh..."


"mas Angga..... besok aku boleh ya pergi sama mama aja ?" ucap Anggun yang awalnya tampak ragu namun akhirnya memberanikan diri untuk berucap


"mmm.... di kantor kan aku tak melakukan apapun, kalau di butik aku bisa bantu mama. atau pergi ke restoran untuk melihat data pemasukan" ucap Anggun yang menjelaskan sembari matanya ke arah lain karena tak sanggup menatap lama kedua bola mata suaminya


"untuk sementara kamu ikut aku ke kantor, nanti aku mau ajarin kamu. atau kamu tak sudi dekat-dekat denganku ?" ucap Angga lagi setelah diam beberapa saat


"bu..bukan mas, aku merasa tak enak karena semua bekerja dan hanya aku yang duduk diam" ucap Anggun yang tak ingin membuat suaminya murka.

__ADS_1


Angga masih diam mengamati wajah istrinya yang mulai merasa tak nyaman dan terlihat wajahnya mulai merah.


"pasti sulit untuknya menerimaku setelah semua tindakan kasarku," batin Angga yang kembali mengingat pertengkaran mereka apalagi pernah menamparnya. ada rasa sesal di lubuk hatinya.


"kamu benci padaku ?" ucap Angga lagi setelah tenggelam dalam pikirannya sendiri


"ah...tidak...." jawab Anggun singkat dan terlihat bingung dengan pertanyaan suaminya.


"maaf karena pernah membuat hatimu sakit" ucap Angga sembari menyentuh lembut pipi Anggun.


hati Anggun berdesir mendapat perlakuan lembut itu. dia menutupi perasaan gugupnya.


"apa kamu sudah mulai mencintaiku ?" batin Anggun kembali bertanya namun enggan mengatakannya secara langsung.


Angga kian mendekat dan memeluk erat tubuh Anggun. Anggun dapat mendengar jelas suara detak jantung Angga.


"kita tidur ya, besok pagi harus berangkat ke kantor. aku janji besok akan mengajarimu" ucap Angga lirih dan mulai memejamkan matanya.

__ADS_1


Anggun hanya diam dan ikut memejamkan kedua matanya, mereka tertidur dengan posisi saling memeluk. meski Anggun masih penasaran dengan perasaan suaminya namun masih enggan untuk menanyakan.


__ADS_2