Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Berubah Dingin


__ADS_3

Angga membuktikan ucapannya kini dia berubah menjadi lelaki dingin hanya dalam semalam. seperti biasa Anggun menyiapkan pakaian suaminya ke kantor. Angga baru saja keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggangnya dan mengusap kepalanya yang basah dengan handuk.


prak...


"ganti pakaian ini aku tak suka warna nya..!!" ucap Angga membuang pakaian itu ke lantai dengan nada datar namun menatap Anggun dengan tajam


hati Anggun tentu saja terkejut dengan sikap Angga yang biasanya tidak mempermasalahkan pakaian yang selama ini dia siapkan.


"apa yang salah, pakaian ini rapi dan bersih" batin Anggun heran sembari menatap pakaian yang sudah diraihnya dari lantai lalu mencari yang lain di dalam lemari.


Angga akhirnya memakai pakaian itu lalu membuang handuk ke arah Anggun.


"kemari...!!" ucap Angga datar mengayunkan jeraminya membuat Anggun enggan mendekat.


Angga menghela nafas berat lalu mendekat dan mencengkeram rahang Anggun dengan erat.


"dengarkan perintahku !! aku suami mu. paham !!" ucap Angga menaikkan suaranya membuat Anggun mengangguk bergetar menahan sakit dengan mata yang berkaca-kaca.


"sekarang pakaikan dasiku !" ucap Angga lalu melepas cengkeraman di rahang Anggun


segera Anggun meraih dasi lalu memakaikannya sementara Angga menatap lekat wajah Anggun yang menahan butiran bening agar tak jatuh.


"pakaikan kaos kaki dan sepatuku juga" ucap Angga sembari duduk di kursi dan Anggun segera melakukannya.


mereka berdua akhirnya turun dan menyapa Monica yang sedang duduk di ruang tamu, mereka berjalan menuju meja untuk menikmati sarapan bersama.


"ma... hari ini aku akan membawa Anggun ke kantor" ucap Angga sembari menyuapkan makanan ke mulutnya


deggg...


"kenapa aku harus ikut dengannya, aku akan disiksa lagi disana ?" batin Anggun yang merasa hal buruk akan terjadi.


sedangkan Monica hanya biasa saja dan setuju dengan keinginan anaknya itu. dia belum tau pertengkaran antara putra dan menantunya itu semalam.


mereka berdua akhirnya meninggalkan rumah setelah mencium punggung tangan mamanya.

__ADS_1


sesampainya di kantor langkah Angga sangat cepat dan Anggun mengikutinya dengan tergesa-gesa. Angga duduk di sofa dan di ikuti Anggun.


Angga mulai sibuk dengan laporannya dan mendengarkan penjelasan dari setiap divisi di perusahaan itu. Anggun sangat bosan karena terus memperhatikan tanpa melakukan apapun.


"tolong buatkan aku kopi" ucap Angga masih terpaku dengan lembaran surat yang dibacanya


"baik pak, " ucap sekertaris yang mulai melangkahkan kakinya


"tunggu...!! bukan kamu tapi istriku" ucap Angga yang mengangkat pandangannya kearah Anggun.


segera Anggun bangkit berdiri karena terkejut dengan tatapan Angga sekertaris lalu menunjukkan arah dimana biasanya karyawan membuat minuman.


Anggun berjalan keluar kantor itu masih dengan raut wajah bingung akhirnya memutuskan untuk bertanya dan karyawan lainnya menunjukkannya.


Anggun mulai menyiapkan secangkir kopi dan masih mengaduknya.


"maaf, ibu istrinya pak Angga ya ?" ucapa salah satu karyawan yang menyapa Anggun


Anggun kemudian tersenyum ramah sembari menganggukkan kepalanya.


"silahkan bu, maaf mengganggu waktunya" ucap karyawan itu setelah melihat Anggun mengangkat nampan. Anggun pun tersenyum lagi lalu melangkah pergi.


Anggun masuk kedalam dan melihat Angga masih tertunduk membaca, kini hanya mereka berdua disana. Anggun menaruh secangkir kopi lalu kembali duduk dengan jarak yang jauh dari suaminya itu.


"lain kali kalau membuat kopi untukku tak perlu menaruh gula" ucap Angga menatap tajam ke arah Anggun setelah meneguk minumannya.


"iya maafkan aku" ucap Anggun yang kemudian menundukkan kepalanya.


rasa bosan benar-benar mengusiknya sampai akhirnya dia membuka hp nya dan melihat akunnya.


grepp...


Angga mengambil hp Anggun dan membuat wanita itu sedikit terkejut hingga menatap ke arah Angga.


Angga segera mengantongi hp itu lalu kembali duduk ke tempatnya semula.

__ADS_1


"salahku apa ? tolong kembalikan milikku" ucap Anggun yang merasa tak terima diperlakukan begitu.


"kalau aku aku bilang tidak artinya tidak, kamu harus mendengarkan perintah suamimu" ucap Angga datar tanpa menatap ke arah Anggun yang terlihat semakin kesal.


"ada apa dengannya, kenapa berubah sekali sejak bangun pagi tadi. apa dia masih marah karena tindakanku semalam ? tapi kan dia sudah menghukumku" batin Anggun yang hanya bisa diam melihat tindakan Angga


rasa bosannya semakin menyerang karena hanya duduk saja, bahkan dia tak berani bergerak dan berjalan mengelilingi ruangan itu. matanya mulai terpejam dan tertidur dengan keadaan duduk.


Angga yang bangkit berdiri hendak memanggil sekertarisnya menatap kearah Anggun, lalu berjalan mendekat dan membuat tubuh Anggun terlentang. Angga meraih selimut kecil yang memang sengaja disediakan di dalam.


Anggun belum tau kalau di dalam ruangan itu ada lagi ruangan kecil yang berisi ranjang.


Angga kembali sibuk dengan tugasnya, mereka berbicara dengan nada suara perlahan agar tak mengganggu tidur istrinya.


sudah jam 1 siang, Anggun akhirnya bangun dengan mengusap kedua bola matanya.


"astaga aku tertidur" batin Anggun yang dengan cepat duduk dan melihat selimut menutupi tubuhnya segera di lipatnya dengan rapi.


suara ketukan pintu dari luar membuat Angga menutup laptopnya sejenak, setelah di ijinkan masuk karyawan pun datang membawa pesanan bosnya itu. lalu pamit undur diri.


"ini makanlah..." ucap Angga datar dan membuka kotak berisi makanan


Anggun mendekat lalu duduk tepat disampingnya dan menikmati makan siang itu. Angga menambahkan makanan ke piring Anggun karena melihat tubuh Anggun terlihat kurus, Anggun berhenti mengunyah dan membelalakkan kedua bola matanya kearah makanan itu.


"kenapa dia memberi makanannya untukku, memangnya dia kenyang kalau makan sesedikit itu ?" batin Anggun yang merasa sangat heran.


Angga melihat kebingungan Anggun akhirnya membuka suara.


"makan yang banyak, semua harus kamu habiskan. kalau tidak aku akan menghukummu seperti malam itu" ucap Angga menatap wajah istrinta lalu kembali mengunyah makanannya.


Anggun merasa perutnya sangat kenyang namun makanannya belum habis, berulang kali dia menghela nafas dan itu diperhatikan oleh Angga membuatnya sedikit tersenyum lalu segera di sembunyikannya. Angga memang sengaja makan pelan agar Anggun tidak makan sendirian.


makanannya akhirnya habis dan Anggun merasa sangat sesak. dia hanya duduk dan sulit bergerak. dia ingin segera merapikan piring mereka namun dengan cepat diambil alih oleh Angga.


sore telah tiba dan mereka memutuskan untuk meninggalkan perusahaan itul Angga mengemudi dengan santai karena memang tak terburu-buru sementara Anggun menikmati pemandangan sepanjang jalan. matanya sempat tertuju pada sebuah tempat dan dilihat oleh Angga.

__ADS_1


"apalagi sekarang yang menarik perhatianmu ?" batin Angga yang ikut melirik ke tempat itu namun belum memahami isi kepala istrinya itu karena Anggun sama sekali tidak menyampaikan keinginannya.


__ADS_2