Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Berkunjung


__ADS_3

sudah hampir dua bulan Wijaya dan Kesya tak melihat putrinya itu, rasa rindu membuat mereka memutuskan untuk berkunjung ke kota x, tentu saja Amel dan Niki sangat senang karena akhir pekan mereka tak hanya berada di rumah.


sepanjang perjalanan mereka bersenandung dan menikmati pemandangan. mereka sengaja tak mengabari Monica maupun Angga karena ingin memberikan kejutan.


seperti biasa Anggun sudah menyiapkan pakaian Angga sebelum berangkat ke kantor, sesekali Angga berbicara ke Anggun jika tak menemukan barangnya. waktu memang cepat berlalu, pernikahan mereka menuju bulan kedua.


Anggun sudah terbiasa dengan tugasnya menjadi seorang istri dan terbiasa dengan tindakan Angga yang memperlakukannya dengan baik. semua berkat Monica yang selalu memberi saran pada keduanya dan mereka menurut.


selesai sarapan Angga ingin pamit dan segera meraih punggung tangan mamanya.


"kalian berangkat bareng ya, mama mau ke rumah Niki dulu, nanti mama ke butik " ucap Monica yang masih belum melepas tangan Angga.


"ohhh iya ma, Angga mau ke atas dulu mau ambil laptop" ucap Angga setelah melirik sejenak ke arah Anggun yang masih menikmati sarapannya


setelah Anggun menyelesaikan sarapannya segera di bersihkan oleh bi susi, dan Anggun bergegas menuju kamar dan menatap bayangannya di depan cermin. dia memoles tipis wajahnya seperti biasa sebelum berangkat bersama mertuanya. tak lupa mengambil tas dan memasukkan barang penting miliknya.


sementara Angga sudah didalam mobil menunggu Anggun, dia tak terlalu buru-buru jadi bisa menunggu dengan sabar. Anggun muncul dari pintu dan mendekat ke arah mobil.


keduanya pun pergi meninggalkan rumah itu, suasana begitu hening. keduanya enggan untuk memulai pembicaraan. Angga memutuskan untuk menyetel musik yang kebetulan lagu one direction. Anggun mulai menganggukkan kepalanya menikmati senandung lagu.


tiba-tiba sebuah motor muncul dari lawan arah yang dengan cepat menerobis setiap kendaraan.


"Awas, mas Angga...." teriak Anggun yang sedikit panik melihat motor ity di depan mereka.


Angga mencoba tenang dan memperlambat kendaraannya dan pengemudi itu tetap melajukan motornya dengan ugal-ugalan tanpa rasa bersalah. sebenarnya Angga sudah terbiasa melihat hal seperti itu.


Anggun masih sedikit panik tanpa sadar sejak tadi menyentuh lengan Angga.


"tenang aja, semua aman terkendali..." ucap Angga menatap wajah Anggun yang merah.


Anggun yang melihat tatap Angga ke arah lengannta segera tersadar lalu melepas tangannya dari lengan Angga.

__ADS_1


"bagaimana pekerjaan di butik, kamu suka ?" ucap Angga kemudian setelah situasi agak mencair.


"ya, suka. disana semua karyawannya sangat baik" ucap Anggun yang menatap ke depan masih memikirkan kejadian tadi.


"syukurlah kalau kamu suka, mama juga tak sendiri kalau berangkat kerja" ucap Angga yang merasa lega karena mamanya kini selalu di temani Anggun kemanapun.


Mereka sudan sampai di depan butik, Anggun melepas sabuk pengamannya bersiap-siap untuk keluar.


"terimakasih ya, hati-hati dijalan" ucap Anggun setelah mencium punggung tangan Angga.


"iya, kamu juga jaga diri kalau ada apa-apa telepon aja" ucap Angga sembari mengecup kening Anggun.


mereka kini sudah tak merasa canggung lagi meski itu adalah permintaan mamanya, hingga menjadi kebiasaan. bahkan saat tak ada mamanya mereka tetap memerankan pasangan suami istri yang harmonis.


"padahal tak ada mama disini, dia tetap menciumku" gumam Anggun yang tersenyum lalu keluar dari mobil. melambaikan tangan sampai bayangan mobil itu pergi dan Anggun masuk ke dalam butik


****


keluarga wijaya baru tiba di rumah Monica namun hanya bertemu dengan bi susi. dan memberitahu bahwa semuanya sudah pergi berangkat kerja. setelah mendapat alamat butik Monica, mereka pun segera menuju kesana.


"selamat dat...." belum sempat Anggun melanjutkan perkataannya matanya terbelalak melihat kedatangan keluarganya.


"kak Anggun.... Amel kangen banget..." jerit Amel lalu berlari kearah Anggun dan memeluknya erat.


Anggun membalas erat dekapan adiknya itu setelah beberap detik pelukan mereka terlepas dan mencium punggung tangan kedua oeang tuanya dan Niko juga mencium punggung tangan Anggun.


karyawan yang mendengar segera paham lalu menyuruh mereka duduk di sebuah ruangan. keluarga itu pun menuju ruangan yang memiliki dinding transparan. jadi masih bisa melihat keluar.


karyawan dengan sigap menyiapkan minuman dan memberikan ke keluaega itu. tampak suasana agak canggung, mereka hanya terdiam dan saling melirik satu sama lain. Amel akhirnya membuka pembicaraan dan Anggun hanya menyimak.


Asisten di butik itu memberi kabar ke Monica yang kini tengah menuju perjalanan ke butik.

__ADS_1


"ohhh oke, saya sebentar lagi sampai" ucap Monica yang dengan santai menyetir mobilnya.


beberapa menit kemudian Monica tiba dan memarkirkan mobil lalu masuk ke dalam. karyawan menyapa hormat laly menunjuk ke arah ruangan. sejenak Monjca melirik keluarga itu lalu mengangguk pelan ke karyawan dan menyeret langkah kakinya kesana.


"selamat datang, kenapa tak memberi kabar....." ucap Monica dengan senyum ramahnya


"hehehe iya, kami sengaja ingin memberi kejutan. tadi sudah sampai di rumah dan bi susi bilang kalian sudah sibuk kerja. maaf sudah mengganggu kalian" ucap Kesya sembari memberikan pelukan ke besannya itu.


"ohhh tak masalah, kami senang kalian datang" ucap Monica lalu mulai ikut mengobrol banyak hal dengan keluarga itu.


sedangkan Anggun memutuskan keluar karena memang tak terlalu suka mengobrol. dia memutuskan keluar dan membantu karyawan melayani pelanggan yang semakin bertambah.


keluarga itu menatap di kejauhan merasa bersyukur dengan perubahan Anggun terlebih Wijaya yang merasa tak salah menitipkan Anggun ke sahabat istrinya itu.


"terimakasih karena sudah mengajari Anggun dengan sabar" ucap Wijaya masih melirik ke kaca yang transparan itu


"Anggun anak yang baik, sangat mirip dengan Anggi mamanya" ucap Monica dengan santai.


Amel dan Niko memutuskan keluar dari ruangan itu dan menghampiri Anggun, mereka juga ikutan menjadi karyawan sehari.


keluarga itu hanya tersenyum melihat ketiga saudara itu.


menjelang sore mereka pun pamit pergi karena esok hari Amel dan Niki akan sekolah. Amel memeluk Anggun sangat erat seakan belum puas melepas rindu dengan kakaknya itu.


terjadi rasa haru diantara keduanya, Anggun juga dengan sopan mencium tangan kedua orang tuanya dan Niko tak lupa mencium tangan Anggun.


tak banyak obrolan mereka karena Anggun memilih diam, bayangan mereka pun menghilang dari butik itu. Monica dan Anggun pun bersiap-siap menutup butik karena ingin pulang juga ke rumah.


sepanjang perjalanan Anggun terlihat murung, Monica bisa melihat raut wajah itu.


"Anggun, lain kali kamu pulang ke rumaha ayah kalain berdua sama Angga ya" ucap Monica yang melirik ke arah Anggun yang tengah menyetir.

__ADS_1


"mmm iya ma... kapan-kapan" ucap Anggun dengan raut wajah yang ragu.


"nanti tanya ke Angga kapan dia punya waktu luang" ucap Monica yang masih menatap wajah Anggun yang belum berubah.


__ADS_2