Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Mengetahui


__ADS_3

Angga sudah terbangun dan melihat Anggun yang masih tertidur pulas seperti anak bayi, selimut yang mulai berantakan membuat tubuh istrinya terekspos. Angga mengamatinya dari atas ke bawah membuat pikirann5a kembali teringat kejadian semalam. dia segera menyelimuti Anggun dengan perlahan.


Angga mulai sibuk merapikan pakaiannya ke dalam koper miliknya, tak lupa juga dia membuka lemari kecil di sana dan mulai mengeluarkan isinya. semua sudah terlihat rapi lalu dia bergegas menuju kamar mandi.


dia sudah tampil rapi dan dan bersih, sebuah ketukan membuatnya segera memutar kunci dan membuka pintu karena dia memang sudah memesan makanan dari aplikasi di hp nya.


dia menunggu sampai Anggun terbangun meski sudah beberapa kali terlihat menggeliat kecil namun Anggun tak kunjung membuka matanya. sebuah telepon masuk membuat hp Angga berdering nyaring membuatnya segera mengangkatnya lalu berbicara di luar.


Anggun pun terbangun dan merenggangkan tubuhnya sesekali terdengar suara menguap dari mulutnya. di liriknya ke arah samping namun tak menemukan batang hidung suaminya. dia masih menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan untuk mengusir rasa kantuknya.


Anggun kemudian mencari hp nya dan mulai bersandar memeriksa hp yang kini sudah jarang di lihatnya. mata Angga tertegun saat melihat koper mini Angga dan kopernya sudah berada di bawah. dia merasa heran lalu turun dari ranjang dan membuka lemarinya.


"kenapa lemari ku kosong, mas Angga mau ngapain ?" ucapnya lirih merasa tak percaya karena barangnya sudah dikemasi ke dalam kopernya.


Anggun mulai panik, dia membayangkan kalau Angga akan menariknya paksa ke dalam mobil dan membawanya kembali ke rumah itu. dia mulai mondar-mandir apalagi setelah mengintip melalui celah pintu dan melihat Angga sedang berbicara serius via suara itu.


dia ingin sekali kabur tapi tidak mungkin karena Angga berada di depan pintu. dia masih mengenakan dress tidurnya dan tak peduli lagi kalau pun terlihat oleh Angga.


"kamu sudah bangun ?, maaf ya pasti gara-gara mendengar suara hp ku tadinya ?" ucap Angga masih sibuk menatap layar hp nya dan rangan kirinya sibuk mengunci pintu.


"kamu mau apakan semua barang ku ?" balas Anggun yang mulai panik


"ohhh kita sebentar lagi mau pulang, jadi aku sudah rapikan biar kamu ti..."


"tidak mau...." balas Anggun dengan nada meninggi memotong ucapan suaminya


wajahnya mulai merah dan kedua tangannya mengepal menahan amarahnya. Angga pun mendekat lalu menyentuh bahunya namun dengan cepat di tepis oleh Anggun yang berjalan mundur.


"ini bukan rumah kita sayang..." ucap Angga yang mencoba membujuk Anggun dengan nada lembut

__ADS_1


"kan sudah aku bilang, kalau kamau mau pulang ya pulang sendiri saja jangan bawa aku. " balas Anggun yang air matanya kini mulai tumpah sesekali dimusapnya kasar dari wajahnya


"alasannya kenapa ? kenapa kamu tidak mau pulang ke rumah kita"


"itu bukan rumah aku, itu rumah kamu sama mama Monica" ucap Anggun yang masih saja mundur saat Angga berjalan ke arahnya


"itu rumah kamu juga karena kamu istriku dan sudah menjadi bagian dari keluargaku"


"istri... istri kamu bilang? memangnya selama ini kamu menganggapku istri kamu hah ?!!" ucap Anggun semakin histeris karena mengingat permasalahan mereka berdua selama ini dan Angga pun memilih untuk diam tak bergerak sehingga Anggun pun tak berjalan munduru lagi.


"iya jelas aku anggap kamu istriku, makanya aku memperlakukan kamu juga seperti istriku"


"hahh .... memperlakukan ku seperti istri, maksud kamu ?" ucap Anggun yang merasa tak percaya melihat raut wajah Angga yang seolah tak merasa punya salah saat menamparnya, atau menyebutnya wanita m****** karena seringbke club malam, atau menindasnya karena tak minta izin kalau pergi kemana pun


"aku menafkahi kamu, bukti nya aku memberikan kamu kartu kredit. aku peduli sama kamu makanya aku selalu menanyakan kamu sedang apa, dan menyuruh kamu untuk meminta izin dan memperlakukanku seperti suami kamu juga. dan kita juga tinggal di kamar yang sama dan bahkan sudah sering melakukan itu..." ucap Angga menjelaskan semua dengan nada datar meski kalau dia belum mampu menjadi suami yang baik untuk Anggun


"itu... itu orang tuaku juga bisa memberikan kartu kredit, orang tuaku juga menyuruh minta izin setiap kali pergi, dan kalau melakukan itu kamu bisa saja kan dengan wanita lain di luar sana, aku tak pernah tau kamu melakukan apa saja karena tak pernah cerita kegiatan kamu di luar. atau aku cuma sebagai pelampiasan kamu saja hah ?" ucap Anggun yang tak mau menerima sebua penjelasan suaminya


"bisa jadi, bagaimana rasanya ketika di tuduh begitu ? aku juga merasa sakit saat kamu menganggapku jelek karena sering perginke club malam"


"mana bukti nya kalau aku selingkuh, kalau kamu ke club malam itu memang sudah jadi pandangan umum biasanya orang yang suka ke sana itu tidak benar kepribadiannya " balas Angga lagi yang tak mau kalah debat membuat Anggun menggelengkan kepala seolah tak percaya dengan perkataan mudah dari suaminya.


"aku tak pernah komplain kalau kamu tak mengabariku, kenapa kamu begitu repot mengurusi hidup ku ?" balas Anggun lagi yang wajahnya sudah lembab karena di di bahasi air matanya


"itu karena aku sayang sama kamu, karena kamu istriku" balas Angga lagi yang mulai lelah berdebat dan mengusap kasar wajahnya


"hah... istri, hanya sebagai budak kamu saja kan. yang menyiapkan pakaianmu, menyiapkan makananmu, dan memenuhi hasratmu saja kan. kamu bisa punyanitu dengan perempuan di luar sana"


"Anggun,..." balas Angga lirih menahan emosinya mendengar ucapan istrinya yang seolah menuduhnya.

__ADS_1


"kamu tak suka melakukan semua pekerjaan itu, tak masalah biar aku saja yang menyiapkam pakaianku dan makananku. asal kamu mau pulang ke rumah. aku janji akan menuruti semua keinginan kamu"


"hah... cuka itu, menyiapkan pakaian sendiri, menyiapkan makanan sendiri, terus memenuhi hasratmu mu siapa ? wanita lain ?" balas Anggun yang membuat Angga semakin bingung arah pertengkaran mereka.


"kenapa kamu berpikir aku punya wanita lain ?"


"jelas kamu punya wanita lain, kalau tidak bagaimana kamu bisa menahan semuanya selama ini ? bahkan tadi malam kamu berhenti dan baru itu aku melihatmu berhenti, kamu sudah cukup senang kan dengan orang lain ?" ucap Anggun yang mengingat kejadian semalam dan berpikir bahwa Angga sudah menemukan penggantinya selama dia kabur dari rumah itu.


Angga yang berpikir sejenak mengingat kejadian semalam akhirnya paham maksud Anggun.


"itu karena..." Angga diam masih bingung harus berkata apa dan ditariknya nafasnya cukup lama dan membuangnya dengan kasar


"karena apa ? kamu tidak bisa jawab kan ? sebaiknya kamu jujur dengan perasaanmu sendiri. kamu harus bersama wanita yang sesuai dengan keinginan hatimu bukan dengan wanita m******* seperti aku. jadi sebaiknya kita cerai" balas Anggun lagi yang membuat rahang Angga mengeras merasa kesabarannya mulai habis.


dia berjalan cepat dan mencengkeram kedua bahu Anggun membuatnya meringis kesakitan dan belum sempat berjalan mundur karena gerakan tak terduga dari suaminya. Angga kemudian mengangkat pinggang Anggun lalu berjalan menuju ranjang dan meletakkannya di sana.


"ka..kamu..." Anggun yang mulai ketakutan melihat wajah Angga yang menahan emosinya mulai bergerak pelan ingin kembali menginjakkan kaki di lantai namun tertahan oleh Angga.


Angga mendekap Anggun sampai mereka berdua terlentang di sana, dan Anggun tetap saja melakukan perlawanan. sangat mudah bagi Angga melepas semua milik Anggun apalagi yang di kenakannya hanya benda aneh yang di belikan mamanya. dengan cepat tubuh Anggun terekspos polos.


"sshhttt....kalau kamu teriak orang luar akan mendengar dan mendobrak pintu mereka akan melihat kita begini..." ucap Angga yang membekap mulut Anggun yang mulai menaikkan volume suaranya lebih tinggi dibanding tadi


Anggun kemudian diam namun tak berhenti menangis, Angga mulai melanjutkan aksinya kembali mengulang kejadian semalam. mulai menyentuh lembut bibir istrinya, menggenggam erat kedua lengan Anggun agar berhenti meronta.


Angga terus melanjutkan aksinya sampai ke leher dan bagian sensitif Anggun, sesekali di tatapnya bola mata Anggun yang hanya menatap pasrah ke langit-langit kamar.


dia mulai memasukkan kepemilikannya dan terdengar suara lirih nafas Anggun, Angga tak berani menimpa tubuh kesayangannya itu hingga dia seperti sedang push up dia melakukannya dengan sangat hati-hati dan lembut.


"aku juga sudah lama menginginkannya tapi..." batin Angga yang merasa ragu untuk melanjutkannya kemudian menghujani wajah Anggun dengan kecupan lembut.

__ADS_1


"aku tak melakukan ini semalam karena takut, bayi di dalam terluka..." bisik Angga lirih di telinga Anggun.


dia kemudian mencabut kepemilikannya dan berbaring di samping istrinya, sementara Anggun membelalakkan kedua matanya seolah tak percaya kalau ternyata Angga sudah tau tentang janinnya.


__ADS_2