Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Menerima Kenyataan


__ADS_3

hari berhasil dilalui kemarin, kini mereka sudah meninggalkan hotel dan segera menuju rumah. Anggun hanya diam sepanjang perjalanan, sementara ayahnya fokus menyetir. dia harus kerumah dulu untuk mengambil barang-barangnya sebelum dibawa menuju kota x dan tinggal bersama mertua dan suaminya.


setibanya di rumah, Anggun segera menuju kamarnya dan merebahkan diri. menatap seisi kamarnya. kamar yang akan di tinggalkannya. Amel masuk tanpa mengetuk dan naik ke ranjang.


"kak, tinggal disini aja..." ucap Amel yang tak ikhlas harus berpisah dengan kakaknya


" aku harus mengikut suamiku" ucap Anggun yang masih menatap langit-langit kamarnya


"tapi kak Anggun sering datang kemari kan ?" tanya Amel penuh harap


"heh.... entahlah" balas Anggun setelah menghempaskan nafasnya dengan kasar


segera dia bangkit dari ranjang lalu mulai mengeluarkan barang-barangnya, Amel hanya menatap sembari sesekali bicara.


sementara Angga pergi menuju perusahaan Wijaya dan membahas perkembangan hotel yang akan di bangun di kotanya, karena ada masalah sedikit. Wijaya yang baru saja mengantar keluarganya sampai di rumah, kembali memacu mobilnya menuju kantor.


"Anggun, tak perlu membawa semuanya. kamar ini tetaplah kamarmu " ucap ibu sambungnya yang melihat Anggun mengeluarkan barang yang banyak, karena bagaimana pun rumah ini tetap rumahnya. Anggun melihat sejenak kearah sumber suara lalu mengangguk pelan.


waktu berjalan begitu cepat, kini malam telah tiba dan Anggun belum rela meninggalkan rumah ini. Wijaya baru saja tiba bersama Angga setelah Kesya menunggu mereka sejak tadi. Menyapa lalu menyuruh duduk agar makan malam bersama, lalu memanggil anak-anak yang sibuk di kamar masing-masing.


Anggun berjalan pelan menuju meja dan melihat ayah dan Angga sudah duduk dan masih mengobrol. Anggun duduk di tempat biasa tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kesya mulai menyiapkan makanan untuk suaminya sementara Anggun yang belum peka sibuk menyiapkan makanan diatas piringnya. padahal Kesya sudah memberi kode.


"wajar, dia masih belum terbiasa" batin Kesya lalu hendak mengambil piring Angga namun di tahan.


"jangan ma, Angga biasa sendiri" ucapnya lalu Kesya pun hanya mengangguk sembari tersenyum.


makan malam keluarga itu tampak lebih hidup, semua menikmati makanannya.


"menginaplah malam ini, kamu pasti lelah. besok pagi baru kalian berangkat" ucap ayahnya setelah menatap kearah Anggun dan Angga bergantian.


"iya ayah..." jawab Angga singkat yang merasa tak enak hati jika menolak, padahal dia ingin segera pulang ke rumahnya.

__ADS_1


selesai makan malam, keluarga itu berbincang sejenak di ruang tamu. sedangkan Anggun segera memasuki kamarnya dan merebahkan diri sembari memainkan hp nya sampai tertidur. Angga pun masuk kedalam dan mengamati kamar Anggun, melihat Anggun sudah tertidur. dengan perlahan Angga naik ke atas ranjang agar tak membangunkan Anggun, lalu merebahkan diri dan menutup matanya dengan siku tangannya.


****


Anggun menggeliat dan semakin membalut dirinya dengan selimut, tiba-tiba terkejut melihat sosok yang tidur di sampingnya hampir saja dia berteriak.


"aku harus terbiasa dengan ini mulai sekarang" gumam Anggun lalu perlahan turun dari ranjangnya dan keluar dari kamar.


Angga yang sebenarnya sudah bangun sejak tadi hanya ingin melihat respon Anggun setelah melihatnya di kamarnya.


mereka akhirnya bersiap-siap, dan Angga mulai mengangkat barang-barang Anggun ke dalam mobil lalu pamit ke kedua orang tuanya.


"yah, ma... Angga pamit dulu ya..." ucap Angga sembari mencium punggung tangan kedua mertuanya Anggun hanya diam dan ikut mencium punggung tangan kedua orang tuanya. sementara Anggun sudah pamit ke kedua adiknya sebelum mereka berangkat ke sekolah.


"kalau sudah sampai kabarin ayah ya ..." ucap Wijaya ke Angga yang dibalas kata iya.


"baik-baik ya nak disana, kalau ada waktu datang ke sini " ucap Wijaya lagi pada Anggun yang tampak belum rela, dia menahan agar tak menangis.


"maafin tante kalau belum bisa jadi ibu yang baik buatmu ya...." ucap Kesya lirih ketika memeluk Anggun, namun tak ada respon darinya.


bayangan mereka akhirnya menghilang perlahan bersama mobil yang membawanya, hanya terlihat lambaian tangan di kejauhan mengantar kepergian mereka.


sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, Anggun menatap keluar sedangkan Angga sibuk menyetir. dia sebenarnya ingin bicara namun diurungkan. suara hp Anggun berbunyi yang tak lain dari group obrolan, dengan cepat Anggun membaca dan membalasnya. membuat Angga sedikit penasaran.


mereka akhirnya tiba di rumah, dan di sambut oleh Monica yang sejak tadi sudah tak sabar melihat keduanya. begitu Anggun turun dari mobil, mama mertuanya segera melambaikan tangan dan dibalas senyum tipis. Angga mengeluarkan barang-barang Anggun.


"biar bik susi aja nak yang bawa ke rumah" ucap Monica melarang Anggun ikut membawa barang-barang ke dalam


"jangan tante, ini banyak banget. biar Anggun aja" ucap Anggun karena merasa tak nyaman


"ma-ma.....ma-ma...." ucap Monica memberi penekanan lagi karena Anggun masih saja menyebutnya tante.

__ADS_1


"i... iya m...mama" ucap Anggun pelan dan masih merasa canggung saja.


Monica membantu Anggun merapikan pakaiannya di kamar Angga, sembari bercerita banyak hal. Anggun hanya menyimak saja sesekali tersenyum mendengarnya.


malam telah tiba, mereka kini berada di meja makan untuk makan malam. bi susi sudah menyiapkan semuanya. Anggun dan Monica mengobrol sembari menunggu Angga yang masih sibuk di kamar.


Angga turun dan menghampiri keduanya lalu ikut duduk, hendak menyiapkan makanan diatas piringnya namun di tahan oleh mamanya.


"Anggun, tolong kamu siapin makanan suami kamu ya nak" ucapnya dengan lembut membuat Angga sedikit risih dan merasa heran dengan tingkah mamanya. Anggun hanya menurut lalu bangkit dari kursinya dan menaruh nasi dan lauk pauk kedalam piringnya.


"terimakasih ya..." ucap Angga sembari menatap ke arah Anggun


"iya " balas Anggun masih canggung dan terlihat oleh mertuanya


"kamu panggil aja mas Angga" ucap Monica lagi dan dianggukkan oleh Anggun.


Anggun sudah berada di dalam kamar yang masih terasa asing baginya, tak lama setelah itu Monica masuk lalu mengobrol sejenak. mengetahui menantunya masih merasa tak nyaman di rumah itu, setelah cukup lama dia keluar meninggalkan Anggun dan menghampiri Angga yang tengah sibuk memainkan remote TV.


"kamu belum ngantuk nak..." ucap Monica sembari duduk di samping Angga.


"belum ma, masih mau nonton" balasnya setelah melirik ke arah mamanya. cukup lama Monica menemani putra hingga akhirnya matanya lelah. dan pamit meninggalkan Angga.


sementara Angga masih sibuk memainkan remote TV sampai akhirnya matanya lelah lalu tertidur di atas sofa.


ke esokan harinya Monica terkejut karena melihat putranya ternyata tidur sepanjang malam di ruang tamu.


"Angga, kenapa tidur di sini? badan kamu bisa sakit" ucap Monica dengan membelai wajah Angga yang mulai menggeliat dan merenggangkan tubuhnya


"hoaammm udah pagi ya ma, Angga ketiduran. semalam keasikan nonton" balas Angga lalu duduk dan memeluk manja mamanya.


sementara di dalam kamar Anggun terbangun lalu menuju kamar mandi, dia bahkan tak penasaran dan mencari sosok Angga. dia merasa bersyukur berhasil melewati malam yang setiap harinya menurutnya berat.

__ADS_1


__ADS_2