
Angga baru saja selesai menikmati air hangat yang membasuh tubuhnya, dia memang biasa bangun pagi. Kalau tidak pergi olahraga sebentar biasanya dia membuka laptopnya melihat laporan atau kadang langsung menuju taman belakang mendapati mamanya sedang menyirami taman.
kali ini Angga olahraha pagi dan memasuki kamar dengan peluh yang lengket di sekujur tubuhnya. Setelah menikmati air hangat membuatnya lebih segar, sementara Anggun memang di tinggalkan ketika masih tertidur.
Angga baru saja keluar dari kamar mandi dan membuat Anggun segera membuka kedua bola matanya. Setiap pagi dia memang rutin menyiapkan pakaian suaminya, namun berbeda sejak lengannya terkilir. Dia hanya berbaring di atas ranjang.
Luka di tubuh Anggun hanya tersisa lecet, rasa sakitnya sudah lenyap. Dia ingin segera bangkit namun terlambat karena Angga sudah tiba di depan lemari dan mengambil pakaiannya sendiri.
"Astaga aku terlambat bangun...." batin Anggun yang merasa sedikit tak enak hati. Dia segera duduk dan bersandar dari pembaringannya
Baru saja Angga selesai memakai pakaiannya hp nya berbunyi dan segera di raihnya diatas meja.
"Iya kenapa sayang..." ucapnya dengan santai tanpa menoleh kearah Anggun yang masih setia diatas ranjang
"........"
"Oke, nanti aku kesana. Sabar ya..." ucap Angga yang membuat Anggun sedikit salah tingkah dan menatap ke arah lain.
"Dia telponan sama siapa sih mesra banget" batin Anggun yang ingin segera bergegas menuju kamar mandi namun masih menahan diri karena penasaran dengan isi percakapan suaminya.
"Kamu mau dibawakan apa ? Makanan kesukaan kamu ? Emang kamu di rumah sama siapa aja ?" Ucap Angga lagi kini dengan tawa renyah yang membuat Anggun semakin salah paham
__ADS_1
Anggun segera menyeret langkah kaki nya dengan cepat lalu bergegas menuju kamar mandi, Angga masih menganggap biasa dengan tingkah Anggun.
Anggun keluar dari kamar mandi dan mendapati kamar yang kosong, Angga sudah pergi meninggalkan kamar. Anggun segera merapikan dirinya dan memilih pakaian di dalam lemari.
Sudah seminggu lebih dia hanya mengurung diri di kamar sejak kejadian yang menimpanya, dia sudah sangat rindu dengan dunia luar.
Dia mendapati meja makan yang sudah sepi, yang terlihat hanya bi susi yang mulai merapikan meja.
"Non Anggun mau sarapan ya, sebentar biar saya buatkan non" ucap bi susi yang menoleh ke arah suara langkah kaki, sebelumnya dia selalu mengantar sarapan ke kamar nona muda itu namun kali ini Anggun sudah turun sendiri
"Tak perlu bi, terimakasih. Mama sama mas Angga kemana ya?" Ucap Anggun yang menolak untuk dibuatkan sarapan sembari menyapu seisi ruangan itu.
"Tak perlu bi, saya sarapan di luar saja" ucap Anggun menepuk lembut bahu bi susi lalu tersenyum ramah dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Asisten rumah tangganya hanya mengangguk dan membalas senyuman nona mudanya itu.
Anggun mulai menyetir mobilnya dengan pelan, menikmati udara pagi dan menyusuri setiap pemandangan sepanjang jalan.
Dia sudah tiba di depan panti asuhan dan para penghuni panti segera menyapanya dengan penuh semangat. Mereka sudah sangat merindukan sosok Anggun meski baru mereka kenal.
Setelah kejadian buruk yang menimpanya membuat oenghuni panti khawatir kalau Anggun tak akan lagi berkunjung ke sana.
__ADS_1
"Kak Anggun, hari ini kita ada jadwal piknik jadi kak Anggun ikut ya " ucap salah seorang anak sembari menggenggam erat jerami Anggun.
Tanpa pikit panjang Anggun segera menganggukkan kepalanya tanda setuju dan semuanya meloncat riang.
Mereka pergi menggunakan bus, suara riuh terdengar mengisi waktu mereka di sepanjang perjalanan. Meski sesekali jalanan macat tak membuat anak-anak itu jadi rewel.
Mereka sudah tiba di sebuah bukit yang hijau, lapangannya sangat mulus. Tempat itu memang terkenal sebagai tempat piknik terbaik di kota itu.
Banyak yang bermain layangan berbagai warna yang menghiasi langit biru.
Ada yang menikmati pemandangan danau dan masih banyak lagi. Anggun merasa sangat senang berada di tempat itu.
"Tak sia-sia aku keluar hari ini. Aku baru tau kalau di kota ini ada tempat yang setenang ini" batin Anggun sembari berjalan mendekat ke tepi danau lalu duduk dan menikmati angin sepoi.
Mereka akhirnya pulang setelah langit jingga menghiasi langkah mereka. Bus sudah tiba di depan panti asuhan, waktu sudah menunjukkan jam 6 sore. Sanking asyiknya hari ini mereka sampai lupa waktu.
Anggun pamit lalu melajukan mobilnya dengan pelan, namun ditengah perjalanan mobilnya tiba-tiba berhenti. Akhirnya dia keluar dari mobil dan melihat mesinnya, dan merasa bingung harus bagian mana yang diperbaiki.
Hujan tiba-tiba turun dan dengan cepat menembus pakaian Anggun, sementara di sepanjang perjalanan kendaraan beralalu lalang namun tak berniat untuk membantu Anggun.
Hujan kian lebat, akhirnya Anggun memutuskan masuk ke dalam mobil dan mencoba mencari tau bengkel terdekat.
__ADS_1