Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Menolak


__ADS_3

sesuai janji Angga, mereka akan pergi ke mengunjungi mertuanya di kota x. meski awalnya mereka bersitegang dan akhirnya Anggun mengalah saja. awalnya dia ingin pulang sendiri mengendarai mobilnya karena tak ingin mengganggu waktu kerja Angga. Namun Angga tetap dengan pendiriannya untuk mengantar istrinya itu meski dia akan pergi bersama kakaknya Dimas menuju kota lain untuk membangun kerjasama dengan perusahaan yang baru saja mereka bicarakan.


keduanya sudah pamit ke Monica seusai sarapan bersama, mereka akhirnya berangkat menggunakan mobil Anggun. sepanjang perjalanan Anggun menatap pemandangan luar.


Awalnya terasa tenang sampai akhirnya sebuah mobil yang ugal-ugalan menyerempet mobil mereka. Angga yang sedikit terkejut akhirnya mencoba menghentikan mobilnya di pinggir jalan, padahal suasana jalan sangat ramai dan akibat itu suara klakson mobil dan makian menghujani ke arah kedua mobil itu.


Angga semakin geram karena mobil itu tak berhenti untuk minta maaf atau bertanggung jawab.


"br*ngs*k.....! berani sekali manusia kurang ajar itu" ucap Angga yang meninju stir mobil lalu dengan cepat memacu mobilnya mengejar bayangan mobil itu.


tatapannya begitu tajam, mukanya merah padam dan terlihat rahangnya mengeras. baru kali ini Anggun melihat Angga marah dan begitu mengerikan menurutnya.


Anggun berpegangan dan sesekali menutup mata karena takut kalau Angga benar-benar akan menabrak mobil di depannya.


"mas Angga, jangan....." ucap Anggun lirih dan belum selesai namun terpotong karena ucapan suaminya


"sialan......!!!" ucap Angga datar namun masih dengan kemarahan yang tertahan melihat bayangan mobil itu dengan cepat menerobos mobil lain.


pengemudi itu seolah tak takut mati meski padatnya jalanan saat ini. Angga masih tetap mengejar mobil itu yang kini hanya dibatasi dua mobil di depan pandangan Angga.


kikkkkk......


mobil yang di kendarai Angga berhenti dengan suara yang memekakkan telinga, Anggun sudah mulai pucat. Angga secepatnya turun lalu membanting pintu mobil menghampiri mobil itu lalu menggedornya berulang kali dengan kasar sampai akhirnya pengemudi itu keluar.


Angga langsung menarik kerah bajunya dan akan melayangkan pukulannya namun Anggun berteriak di dalam mobil karena belum sempat keluar.


"mas Angga........!!! hiks...hiks...hiks..." teriak Anggun yang mulai menangis sesegukan merasakan ketakutan yang luar biasa.

__ADS_1


Angga menoleh lalu segera mengambil kunci mobi pengemudi itu agar bisa kabur lagi. dengan setengah berlari menghampiri Anggun, di buka pintu mobil dan melihat tubuh Anggun bergetar.


Amarah Angga perlahan padam dan hanya diam menatap Anggun. tangannya mulai mendekat ke wajah istrinya namun dengan cepat di tepis Anggun.


"Aku mau pulang ke rumah...." ucapnya dengan nada bergetar berharap agar perdebatan antara Angga dengan pengemudi itu berakhir.


Angga menutup pintu dengan pelan lalu mendekat ke arah pengemudi itu, Angga menunjukkan tanda lecet akibat ulah pengemudi itu. akhirnya masalah bisa terselesaikan meskipun awalnya pengemudi itu keras kepala karena tak mau bertanggung jawab.


Angga kemudian masuk ke dalam mobil memakai sabuk pengamannya lagi dan mulai melajukan mobil dengan pelan. dia melirik ke arah Anggun yang masih mengepalkan kedua tangannya.


"maaf karena membuatmu ketakutan, dia memang harus di beri pelajaran" ucap Angga pelan namun tak di sahut oleh Anggun.


setelah satu jam, mereka akhirnya tiba di rumah dan Anggun segera masuk ke dalam rumah membuat hati Angga tersentak karena Anggun sama sekali tak mengucapkan apapun.


"dia masih marah karena kejadian tadi " gumam Angga lalu keluar dari mobil dengan perlahan.


"iya tante, Anggun mau tidur" sahut Anggun tanpa melirik ke arah ibu sambungnya lalu masuk ke kamarnya dan mengunci diri.


Kesya segera menghampiri Angga yang baru saja melangkah di teras rumah, mereka akhirnya duduk di ruang tamu. Kesya tak berani menanyakan suasana hati Anggun pada menantunya itu dan Angga juga tak ingin menceritakan kejadian tadi.


tak lama setelah itu Angga memutuskan untuk pamit karena harus segera pergi bersama kakaknya dimas, lagipula ayah mertuanya juga sudah berangkat ke kantor. sejak tadi Kesya hanya sendiri di rumah.


Kesya mengantar kepergian menantunya itu sampai depan rumah lalu melambaikan tangan dan diselingi senyum ramahnya.


Anggun masih sangat kesal dengan ulah Angga tadi, jantungnya berdegup kencang seolah menghadapi hari kematiannya. memandang wajah Angga yang penuh amarah dengan mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata-rata.


Anggun mulai sibuk memainkan hp nya dan mengirim pesan ke kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Dewi dan Nica tampak bahagia menerima pesan dari Anggun apalagi kini dia sudah ada di rumahnya. mereka sudah membuat janji kalau malam ini akan ke club bersama lagi setelah sekian lama tak pergi.


****


Wijaya menghela nafas berat setelah tiba di rumah karena mendengar perkataan istrinya. tak lama setelah Wijaya tiba, Anggun baru saja di jemput oleh Dewi. Kesya sudah melarang dengan alasan akan makan malam bersama namun Anggun menolak.


Wijaya melirik kearah jam di dinding lalu menghela nafas lagi dan menghempaskan tubuhnya diatas sofa.


"ini baru jam 7 malam ma, tapi dia sudah pergi lagi. padahal hanya ingin makan malam bersama saja sebegitu sulitnya ?" ucap Wijaya yang tampak kecewa dengan sikap putrinya itu.


"maafin mama ya yah, karena tak berhasil membujuknya. mungkin dia juga sangat merindukan sahabatnya itu" ucap Kesya yang duduk di samping Wijaya sembari mengusap bahunya.


"heh.... rindu temannya, lalu tidak rindu dengan kita keluarga yang masih sangat erat kaitannya? !" ucap Wijaya yang semakin kesal saja.


mereka akhirnya menikmati makan malam bersama kedua anaknya saja, padahal Amel juga sudah mulai mencari kakaknya karena tak tau kalau Anggun pergi dengan cepat.


sementara ketiga sahabat itu menikmati udara malam dengan berkeliling dan mencari tempat makan untuk mengisi perut kosong mereka. tawa mereka sangat pecah dan banyak cerita yang diperdengarkan ke telinga Anggun yang membuatnya tertawa puas. bebannya terasa lepas dalam sehari.


mereka sudah berada di club dan mulai menikmati nuansa musik Dj, ketiganya melepas rindu yang teramat berat.


sementara di rumah Wijaya, suasana tampak hening setelah makan malam usai Amel dan Niki kembali ke kamar masing-masing sementara Wijaya menghubungi Angga. Dia paham alasan Angga yang tak bisa menginap karena bagaimanapun juga dia harus tetap bekerja secara profesional.


"ayah titip Anggun ya, tolong jaga dia. kamu boleh tegas kalau dia berbuat salah tapi jangan menghancurkan perasaanya. ini semua salag Ayah karena tak mampu menjiwai putri sendiri" ucap Wijaya panjang lebaf sembari meremas rambutnya.


"iya yah, selama ini Anggun menurut dan tak berbuat kesalahan. kalau hari ini anggap saja dia sedang menikmati kebersamaannya dengan temannya" ucap Angga mencoba menenangkan ayah mertuanya.


pembicaraan mereka pun terputus dan Angga mencoba menghubungi Anggun namun tak kunjung diangkat. Angga sedikit khawatir apalagi jika mengingat kejadian waktu itu. dia tak ingin Anggun minum dan mabuk namun kali ini dia mencoba tenang karena Anggun bersama kedua sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2