Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Menahan Diri


__ADS_3

mereka telah tiba di kosan itu, Angga segera mengeluarkan kunci dari sakunya lalu membukakan pintu. Anggun segera masuk dan melepaskan sepatunya dan tasnya dan berjalan pelan menuju ranjang. dia menelungkupkan tubuhnya disana.


Angga paham betul rasa lelah yang di alami istrinya, waktu memang berjalan cepat padahal baru tadi pagi mereka sudah di tepi danau dan kini sudah menunjukkan waktu sore.


Angga duduk di kursi sibuk memainkan hp nya sesekali di riliknya Anggun yang tak bergerak dari tidur. Angga memutuskan untuk pergi keluar tak lupa mengunci pintu.


"maaf ya aku kunci kamu sebentar di dalam" ucap Angga dalam hati lalu menyimpan kunci itu ke dalam saku celana nya lalu melajukan mobilnya.


waktu sudah menunjukkan jam tujuh malam dan baru Anggun bergerak merenggangkan tubuhnya, di liriknya se isi ruangan itu yang kosong. tak di dapatinya raga suaminya. ada rasa kecewa sedikit karena dia pikir Angga mungkin sudan pulang kembali ke kota nya karena tak mungkin terus libur dari pekerjaannya.


dia berjalan menuju kamar mandi dan merasa heran karena barang suaminya masih berada di sana, Anggun mendekat ke pintu dan ternyata di kunci. Anggun menghela nafas berat karena merasa dirinya tetap tak memiliki kebebasan.


Anggun memutuskan untuk mandi dan membasuh tubuhnya yang lengket. dia cukup lama berada di dalam menikmati percikan air, memainkan busa di kepalanya.


setelah melihat jemarinya yang mulai keriput akhirnya dia memutuskan keluar dari kamar mandi. baru saja dia keluar dari kamar mandi dan terkejut karena Angga juga baru saja selesai mengunci kembali pintu itu.


"ka..kamu sudah datang..." ucap Anggun yang gugup dan salah tingkah karena merasa malu tubuhnya hanya menggunakan handuk


Angga yang paham akan air muka istrinya segera memalingkan pandangannya ke arah lain dan pura-pura sibuk memeriksa barang belanjaannya.


"iya, tadi aku beli makan malam kita sekalian beli baju karena baju ku sudah kotor semua" ucap Angga kemudian.


Anggun dengan cepat membuka lemari kecilnya mengambil pakaian lalu kembali masuk ke dalam kamar mandi.


Angga tersenyum kecil melihat tingkah istrinya, dia mulai memeriksa isi belanjaannya tadi. Anggun keluar dari kamar mandi sembari mengusap lembut rambut basahnya.


Angga bangkit dari duduknya dan memberikan kesempatan untuk Anggun merias wajahnya seperti biasa yang dia lakukan. dia lalu berinisiatif untuk membantu mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


"mana pengering rambut kamu ?" ucap Angga yang tak menemukannya diatas meja.


"mmmm tak ada, aku lupa membawanya waktu itu.." ucap Anggun yang mengingat jelas alat pengering rambutnya tertinggal di dalam laci saat kabur dari rumah.


"ohhh ya sudah biar aku yang keringkan saja" ucap Angga yang meraih handuk dari genggaman Anggun lalu mulai mengusap lembut kepala istrinya.


"tak perlu, lagi pula rambutku pendek jadi cepat kering..." balas Anggun menolak tapi Angga tetap mengusap kepalanya.


Anggun yang hanya pasrah lalu mulai mengoles wajahnya dengan pelembab, tak lupa juga pelembab kulit untuk seluruh tubuhnya. aroma khas Anggun pun merebak mengisi ruangan itu.


Angga menghirup aroma itu dengan tersenyum kecil dia sangat menyukai aroma tubuh istrinya itu.


Angga lalu bergegas ke kamar mandi meninggalkan istrinya yang masih sibuk dengan produk kecantikannya.


Anggun menunggu suaminya mandi agar bisa makan malam bersama, dia sudah menatanya dengan rapi dan seperti sebelumnya mereka akan makan dengan duduk lesehan.


mereka mulai menikmati makan malam, sesekali di isi dengan obrolan yang tentunya Angga yang selalu memulainya.


selesai makan malam mereka mulai bersandar di tepi ranjang mulai sibuk dengan hp masing-masing. Anggun yang mengingat pakaian yang diambil tadi pagi di temoat loundry segera membuka bungkusnya.


Angga hanya mengamati pekerjaan yang di lakukan istrinya di dekat lemari kecil itu.


"itu apa ?" tanya Angga setelah melihat Anggun mulai memasukkan pakaiannya ke dalam lemari.


"pakaian yang tadi aku ambil di tempat loundry" balas Anggun dengan raut wajah biasa saja


Angga pun turun dari ranjang dan mendekat ke arah Anggun, dia memeriksa isi lemari lalu menarik pakaian yang di sentuh istrinya tadi. Angga melebarkan pakaian itu dan membuat Anggun tersipu malu lalu mencoba menariknya dari genggaman Angga.

__ADS_1


"ini apa ?"


"itu dress tidur..." balas Anggun lirih dan tak berhasil merampas pakaiannya dari suaminya


"iya aku tau, jadi kamu pakai ini selama tinggal di sini ?" tanya Angga lagi yang terlihat menahan amarahnya apalagi setelah Anggun mengangguk pelan


Angga merasa tak terima jika melihat istrinya memakai pakaian seksi seperti itu apalagi dia mengingat pakaian itu yang di belikan mamanya.


"kamu sendirian dan berani pakai pakaian aneh begini, kalau misalnya ada yang mengetuk pintu trus melihat kamu begini" ucap Angga masih datar memahan amarah


"selama ini tak ada yang tau aku di sini" balas Anggun yang melihat raut emosi suaminya...


"tapi kan..... huftttt oke..." ucap Angga yang tak ingin melanjutkan lagi


dia mengingat kembali tujuannya agar bisa membawa Anggun kembali ke rumah.


"kamu pakai yang ini saja ya, anggap saja aku tak ada di sini. lagi pula selama kamu tinggal di tempat ini kamu memakai ini kan" ucap Angga yang membuat Anggun menahan nafas karena merasa malu kalau harus menunjukkan itu di depan suaminya.


dia kembali teringat saat pertama kali memakai dress seksi itu karena di suruh mamanya dan merasa seperti tak memakai apapun.


"tolong ya... buat dirimu senyaman mungkin, " ucap Angga yang memberikan dress itu ke Anggun.


dengan ragu Anggun melangkah menuju kamar mandi dan mengenakan dress itu dia merasa sangat malu dan menyesal karena ikut membawa pakaian itu saat dia kabur. dia cukup lama berdiri di depan cermin sampai akhirnya suara ketukan dari luar mengejutkannya.


Anggun semakin panik lalu menghela nafas berulang kali lalu membuka pintu kamar mandi secara perlahan. sebenarnya dia ingin sekali menolak tapi takut kalau Angga marah, seperti sebelumnya lagi.


"kamu itu istriku jadi kamu harus mengikuti perkataanku, kamu harus tahu posisimu" ucapan itu terngiang kembali di pikiran Anggun

__ADS_1


__ADS_2