Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
kabar Baik untuk Wijaya


__ADS_3

Angga bukanlah seorang lelaki yang romantis, namun dia sangat ramah dan lembut kepada semua orang begitulah didikan dari kedua orang tuanya. meski dikenal sebagai anak pengusaha yang cukup terkenal di kotanya tak memhuat mereka menjadi sombong.


hal itu terlihat dari sikap Angga kepada karyawannya, sebisa mungkin dia dekat dam mendengarkan kritik dan saran dari mereka, untuk kemajuan perusahaan ke depannya.


pagi hari Angga sudah berada di kantor dan sesekali melempar senyum ke beberapa staf yang juga baru tiba. Anggun dapat melihat jelas senyum merekah suaminya. kali ini Anggun di bawa lagi ke perusahaan dengan alasan mengajarinya untuk mengetahui seluk beluk perusahaan. apalagi semenjak dia meninggalkan rumah, dia sudah lama tak pergi bersama Angga.


Angga hanya ingin lebih mendekatkan diri dengan istrinya karena jujur saja dia sangat kesulitan memahami hati wanita itu, mungkin itulah sebabnya dia di tinggalkan kekasihnya dahulu. tapi itu berbeda dengan adiknya Niki atau mama nya karena sudah sangat lama mengenalnya jadi dia sudah mampu memahami kedua wanita kesayangannya itu.


satu hal yang membuat Angga merasa nyaman dengan Anggun adalah kepribadiannya yang sederhana dan tak banyak menuntut atau cerewet seperti mantan nya dahulu. namun di satu sisi hal itu membuat Anggun terlihat misterius karena cukup pandai menyembunyikan isi hatinya.


"kamu duduk dulu di sana ya, biar aku panggilkan sekretarisku dulu" ucap Angga setelah membuka kantornya dan mempersilahkan Anggun masuk terlebih dahulu.


Anggun mengangguk pelan lalu duduk di sofa, sementara Angga menutup pintu lalu menemui sekretarisnya yang sudah sibuk sejak terjadi masalah di perusahaan itu.


beberapa menit Angga belum kembali dan Anggun pun bangkit berdiri mengamati setiap sudut kantor itu, dia menatap ke arah kaca raksasa yang menunjukkan pemandangan luar. ada beberapa gedung raksasa yang berdiri selain perusahaan suaminya, semuanya terlihat megah.


"bagaimana bisa ya manusia membangung gedung sebesar itu...." ucapnya lirih sembari mengamati suasana luar yang berhiaskan langit biru dan sinar mentari yang masih hangat.


"kamu sedang apa Anggun ?" ucap Angga yang baru saja membuka pintu dan sontak membuat Anggun terkejut lalu dengan cepat membalikkan tubuhnya.


Angga dapat melihat rasa terkejut istrinya dan berjalan menghampirinya


"kamu sedang liat apa ?" tanya nya lagi yang sudah mendekat dan melihat ke arah luar dari balik dinding kaca itu.


"mmm hanya mau melihat ke luar saja..." balas Anggun yang kembali melirik ke arah luar.

__ADS_1


"kamu mau sesuatu ?" tanyanya ke Anggun dan di balas dengan gelengan


"atau kamu mau jus ? atau buah-buahan ? atau mau makan sesuatu yang manis" ucap Angga terus menawarkan membuat Anggun heran padahal baru tadi mereka sarapan dari rumah


"masa ? padahal katanya kalau wanita hamil akan mengidam " ucap Angga lagi yang menatap heran istrinya sembari memperhatikan seluruh tubuh istrinya yang kurus dari ujung kepala sampai ujung kaki


Anggun merasa tak nyaman dengan tatapan suaminya hanya memandang ke arah lain, lalu Angga mengusap lembut pipi Anggun dan turun ke lehernya. Anggun tak melakukan perlawanan namun masih merasa bingung dengan sikap suaminya.


"untung saja tak ada yang berkomentar dengan tanda di leher nya" batin Angga yang masih mengusap lembut leher istrinya karena ada beberapa bekas merah karena ulahnya semalam.


mereka pun duduk di sofa namun tak kunjung bekerja, Angga malah menanyakan hal lain ke istrinya yang lebih mengarah ke hal pribadi istrinya.


"mmm biasanya kalau sama Nica dan Dewi, aku pergi ke club malam atau pergi makan dan jalan-jalan " ucap Anggun setelah Angga menanyakan hal yang biasa di lakukannya bersama kedua sahabatnya.


"berarti kamu sering mabuk juga dong ?" tanya Angga dan di balas Anggukan jujur dari Anggun.


Anggun memang tak ingin menyembunyikan apapun dan memilih untuk jujur dan tampil apa adanya.


"ohhh iya kamu sudah mengabari ayah sama mama kalau kamu sedang hamil ?" ucap Angga sembaru menepuk keningnya karena lupa memberitahu kabar gembari ke mertuanya


Anggun menggeleng dan terlihat tatapannya lurus seolah memikirkan sesuatu, Angga dengan cepat meraih hp nya lalu menghubungi ayah mertuanya


"selamat pagi ayah, apa kabar ?" ucap Angga sembari tersenyum lebar ke arah Anggun


"ohh iya selamat pagi juga nak, kabar baik tentunya. bagaimana dengan keadaan kalian ?" balas Wijaya dengan tawa renyah dari seberang

__ADS_1


"kita semua baik yah..."


"bagaimana keadaan perusahaan sudah aman terkendali...?"


"i..iya yah, sudah lumayan terselesaikan, terimakasih untuk bantuan ayah" balas Angga yang merasa tak enak hati karena menerima bantuan dari ayah mertuanya lagi


"ohhh tidak masalah yang penting kamu belajar dari kesalahan..." balas Wijaya dengan santai


"iya yah, Angga akan berjuang lebih keras lagi dan semoga kali ini tak gagal lagi, ohh iya yah... aku mau memberi tau kalau Anggun sedang hamil" balas Angga yang kembali mengingat tujuan awalnya mengubungi Wijaya


"ohhh ya... wah... akhirnya aku akan jadi kakek, hahaha. mana Anggun ?" balas Wijaya yang tak kalah terkejut dengan kabar baik itu


Angga kemudian menyodorkan hp nya tapi Anggun enggam menerimanya, Angga terus membujuk lalu Anggun pun menerimanya


"i..iya yah.." ucap Anggun lirih dan raut wajahnya berubah merah, Angga bisa melihat hal itu.


"kamu jaga kesehatan ya, kamu tak pernah pergi ke club malam lagi kan ? jangan minum alkohol lagi. kamu harus menyiapkan diri menjadi ibu yang baik"


"hmmm iya yah.." balas Anggun sembari meremas ujung bajunya


Angga bisa menangkap kecanggungan dari istrinya padahal itu dengam ayahnya sendiri.


panggilan pun usai dan Anggun meletakkan hp itu diatas meja, dia diam sejenak lalu Angga mengusap lembut bahunya sembari melemparkan senyum.


"ayah pasti bahagia sekali karena akan mendapat cucu pertama, kamu harus jaga kesehatan ya. apapun yang kamu minta pasti akan ku kabulkan" balas Angga sembari mengusap lembut pipi istrinya

__ADS_1


__ADS_2