
Monica telah sampai di kediamannya begitu tahu kalau putra dan menantunya telah pulang, tapi enggan menyapa karena paham bahwa mereka juga sedang istirahat setelah perjalanan panjang. dia berniat untuk menyapa di esok pagi nanti.
Anggun yang sudah terbangun bergerak perlahan agar tidak ikut membangunkan suaminya. seperti biasa dia akan turun ke bawah untuk membanyu bi susi menyiapkan makanan atau mandi sebelum membangunkan suaminya.
Anggun sibuk mengobrol dengan bi susi, mereka sedang berbagi tugas anyara mengiris bawang dan mengaduk di wajan. Monica muncul sembari membuka kulkas.
"se...selamat pagi ma..." ucap Anggun yang merasa canggung setelah menghilang beberapa minggu
"hmmm selamat pagi... kalian mau masak apa ?" tanya Monica sembari mengambil air dingin dari kulkas lalu menuangkannya ke dalam gelas.
"ini mau buat sup sapi" balas Anggun masih menatap lekat ke arah mertuanya
"mmm okey.... mama mau menyiram taman dulu" balas Monica sembari ,e,bawa segelas air minum ke taman belakang rumahnya.
mereka berdua melanjutkan kegiatan memasaknya dan bercerita banyak hal.
"selama non Anggun dan den Angga tak ada di sini, suasana rumah sangat sepi. makanya ibu juga pergi ke rumah non Niki" balas bi susi menceritakan keadaan rumah semenjak Anggun angkat kaki.
"ohhh begitu ya bi" balas Anggun yang merasa semakin tak enak hati apalagi melihat raut muka mertuanya yang tampak menyembunyikan sesuatu.
selesai dengan kegiatan dapur, Anggun kembali ke kamar lalu membangunkan suaminya. Angga menggeliat pelan lalu duduk bersandar dia masih mencoba menghilangkan rasa kantuknya dengan memeriksa hp nya.
sementara Anggun segera bergegas ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, lalu menyiapkan keperluan mandi suaminya. mereka kemudian turun bersamaan menuju meja makan.
__ADS_1
Angga memeluk mamanya dari belakang yang tengah berdiri hendak merapikan piring di atas meja.
"selamat pagi ma...muahhh Angga kangen sekali sama mama" ucap Angga yang bertingkah seperti bocah yang sangat merindukan mamanya.
Monica tersenyum lebar melihat tingkah putranya sembari menggeser kepalanya agar bisa melirik ke arah putranya yang berada di belakangnya.
"mama juga rindu sekali, perasaan mama was-was terus..." balas Monica yang mencium wajah anaknya.
mereka kemudian duduk di kursi masing-masing, Anggun mulai menyiapkan sarapan suaminya. mereka mengobrol banyak untuk melepas rasa rindu satu sama lain semenyara Anggun yang masih canggung hanya diam sembari menatap fokus ke arah piringnya.
"Anggun hari ini mau di rumah saja atau ikut aku ke kantor ?" ucap Angga yang membuat Anggun mengangkat kepala dan menatap lekat ke wajah suaminya.
"mmmm" balas Anggun yang masih bingung harus memilih apa
"mmmm entahlah..." balas Anggun yang semakin bingung.
"ohhh iya kamu belum kasih tau mama tentang itu..." balas Angga sembari menunjuk dengan tatapan matanya kearah perut Anggun dan di balas Anggun dengan gelengan kepala
"memangnya ada apa lagi ?" tanya Monica yang penasaran dan dengan perasaan berdebar karena takut hal buruk menimpa rumah tangga putranya
"mmm Anggun hamil ma..." ucap Angganyang mengucapkan dengan nada lirih dan belum berani menatap lama wajah mertuanya.
"ohhh ya.... wahhh mama bakal punya cucu lagi dan Angga akan menjadi orang tua baru..." balas Monica yang merasa lega karena ternyata mereka membawa kabar baik
__ADS_1
"mama kirain terjadi hal buruk.." balas Monica lagi yang raut mukanya berubah drastis setelah mendengar kabar itu.
"ehhh sudah berapa bulan ?"
"baru jalan dua bulan ma..." balas Angga yang ikut tersenyum melihat air muka mamanya
"harus hati-hati, itu masih rentan. masih banyak tantangannya kadang suka mual lah, tak nafsu makan, ngidam, " ucap Monica yang mengingat kembali masanya saat mengandung mulai dari anak pertama sampai yang ketiga
"memangnya mual itu semua perempuan begitu ya ma ?" tanya Angga yang merasa ucapan mamanya sudah di lalui oleh Anggun
"hmmm iya biasanya begitu, tapi ada juga yang tak terlalu parah" balas Monica setelah berpikir sejenak
"ohhh begitu, Anggun sepertinya parah ya ma dia sering mual dan tak mau makan" balas Angga sembari menatap ke arah Anggun yang sesekali menundukkan kepalanya
"terus sudah pergi ke dokter" ucap Monica yang berpindah menatap ke arah menantunya
"sudah ma, dokter juga sudah memberikan resep obat. " balas Anggun dan direspon Monica dengan anggukan.
"ohhh kalau begitu kamu istirahat saja dulu di rumah, kalau mau sesuatu bisa bilang ke bi susi atau mama dan Angga. nanti kita buat jadwal untuk ke dokter kandungan" balas Monica sembari tersenyum lebar
Anggun merasa sedikit lega, karena baru ini dia melihat Mknica tersenyum lebar sejak kembali ke rumah itu. padahal tadi pagi masih terlihat dengan raut wajah datarnya.
Angga pamit ke mamanya tak lupa mencium punggung tangan dan kedua pipinya lalu mendekat ke arah Anggun dan melakukan yang sama. Anggun mencium punggung tangan Angga lalu di balas denga kecupan di kening Anggun, bahkan Angga juga mengusap lembut perut datar Anggun.
__ADS_1
"kalau ada apa-apa telepon saja aku ya" ucapnya sembari tersenyum dan dibalas dengan anggukan, Angga yang merasa gemas dengan tingkah istrinya itu mengacak lembut rambut pendeknya dengan cepat Anggun merapikannya lagi.