Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Keponakan Lucu


__ADS_3

hubungan keduanya semakin asing, sepanjang perjalanan mereka saling diam. Anggun hanya menatap keluar jendela sementara Angga fokus menyetir.


"Bi susi, mama dimana ya ?" tanya Anggun begitu sampai di rumah dan melihat bi susi sibuk menata makanan di kulkas.


"bu Monica sudah pergi non ke butik" jawab pembantu rumah tangga setelah mengingat sekitar satu jam yang lalu majikannya itu pamit pergi.


Anggun hanya mengangguk lalu bergegas menuju kamarnya dan melihat Angga yang sedang duduk dan membuka laptopnya diatas meja. Anggun memutuskan keluar dan berbincang dengan bi susi.


"bi susi bekerja di sini sudah berapa lama?" tanya Anggun sembari membantu bi susi merapikan piring yang sudah di cuci bi susi


"wah.... sudah berapa lama ya non, kira-kira hampir lima tahun non gak terasa juga" ucap bi susi setelah lama mengingat kapan dia menginjakkan kaki di rumah ini.


"ohhh lumayan lama juga ya bi, keluarga bi susi gimana ?" tanya Anggun lagi yang kini mengambil es cup di kulkas lalu menikmatinya.


"semua di kampung non, suami bi susi sudah lama meninggal. anak-anak juga sudah berkeluarga"


Anggun mengangguk dan mendengarkan cerita panjang lebar dari bi susi, di tengah obrolan mereka Angga muncul dan mengambil minuman. bi susi segera menanyakan keinginan tuan mudanya namun di tolak oleh Angga. sedangkan Anggun kembali diam dan fokus pada es cup nya.


****


Monica baru saja sampai di rumah, meski sesibuk apapun dia selalu menyempatkan untuk makan malam bersama. mereka bertiga sudah duduk di meja dan menikmati hidangannya. Angga bersikap biasa saja seolah tak terjadi apapun sehingga mamanya tak menaruh curiga.


Anggun dan mertuanya sedang duduk di ruang tamu setelah selesai makan malam, mereka menikmati tayangan di TV. sesekali mereka mengeluarkan komentarnya.


suara panggilan masuk ke hp Monica yang terlihat nama anaknya Niki, segera diangkat olehnya.


"sekarang kamu dimana nak ? hah.... iya iya mama juga kesana sekarang" ucap Monica yang tiba-tiba berdiri lalu mulai tampak gelisah membuat Anggun terkejut dan ikut bangkit dari duduknya.


"kenapa ma....?" tanya Anggun yang mulai ikut panik


"Nika sudah dalam perjalanan ke rumah sakit, sepertinya mau melahirkan. mama mau kesana sekarang" ucapnya lalu berjalan cepat menuju kamarnya yang spontan di ikuti oleh Anggun


"ma, Anggun temenin mama ya?" ucap Anggun yang masih mengekori mertuanya


"ya sudah, kamu siap-siap" Monica mengijinkan lalu anggun segera menuju kamarnya untuk mengganti pakaian.

__ADS_1


Angga masih sibuk di kursinya melirik sejenak kearah Anggun lalu kembali menatap ke arah meja.


"Nika mau melahirkan, aku dan mama mau pergi sekarang" ucap Anggun sebelum masuk ke kamar mandi, tapi tertahan oleh Angga


"apa ?, kapan kalian dapat kabar ?" ucap Angga yang langsung beranjak dari kursinya


"baru saja, Nika menuju rumah sakit" sahut Anggun lalu masuk ke kamar mandi. tak lama setelah itu di keluar dari kamar dan mendapati mertuanya sedang bicara dengan Angga


"ayo kita berangkat" sahut Monica setelah melihat menantunya mendekat kearah mereka berdua.


Angga menyetir dan di temani Anggun sedangkan mamanya duduk di belakang, terlihat khawatir dengan keadaan putri bungsunya.


tak berselang lama mereka akhirnya sampai di rumah sakit dan disambut hangat oleh Joni suami Niki.


"dimana anak mama nak ?" sahut Monica yang tampak tak sabar ingin bertemu anaknya.


"masih di dalam ma, masih persiapan. ayo kita masuk ke dalam" ucap Joni yang tak kalah panik lalu menuntun mereka menuju sebuah ruangan.


tangisan Niki kian pecah saat melihat mamanya muncul, segera Monica memeluk anaknya itu di ikuti oleh Angga yang membelai rambut adik kesayangannya.


Monica mencoba menguatkan agar Nika tetap tenang dan tak menangis lagi.


mereka menunggu bahkan sudah dua jam namun Niki masih kontraksi, sejak tadi dokter sudah keluar masuk ruangan dan memeriksa Niki.


"silahkan semua keluar persalinan akan dimulai" ucap dokter setelah melihat keadaan Niki.


semua akhirnya keluar dan menunggu di luar kecuali Joni suami Niki yang tetap ingin mendampinginya, Anggun duduk dan merangkul mertuanya. sementara Angga mencoba diam menutupi kepanikannya. waktu sudah malam, Monica menyuruh mereka untuk pulang namun di tolak Anggun.


Akhirnya mereka bertiga tetap setia menunggu. Monica sudah mulai memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya di dinding, Anggun yang melihat mertuanya sudah tenang ikut memejamkan mata. rasa kantuk sudah mulai menyerangnya.


Angga akhirnya bergeser dan duduk disamping Anggun karena kepalanya sejak tadi terus bergeser meski sudah di sandarkan di dinding. sesekali dia tersadar karena kepalanya sudah bersandar nyaman di bahu Angga lalu memperbaiki posisi tidurnya namun lagi-lagi kepalanya mendarat di bahu Angga.


Anggun baru menyadari proses bersalin itu bukan hal yang singkat. Joni keluar dan berbicara dengan Angga yang belum bangkit dari kursinya karena Anggun masih bersandar. namun Anggun akhirnya terbangun karena mendengar suara.


"ma... bangun, Niki sudah melahirkan" ucap Joni pelan membangunkan mertuanya

__ADS_1


Monica dengan sigap bangun dan tak sabar ingin melihat cucu dan anaknya. perawat baru saja mengeluarkan Niki dari ruangan itu dan memindahkannya ke ruangan baru. mereka kemudian bangkit berdiri lalu mengikuti dari belakang. sedangkan Niki masih belum sadar setelah perjuangannya beberapa jam.


ruangan itu lumayan luas mereka memang memilih ruangan VIP agar merasa lebih nyaman. Joni duduk setia di samping istrinya, sedangkan mereka bertiga duduk di sebuah sofa.


melanjutkan tidurnya yang sudah tertunda dengan cara bersandar, Anggun sengaja menggeser posisi duduknya agar memberi ruang lebih banyak untuk mertuanya.


"ma.,, sini aja, nanti mama pegal" ucap Anggun sembari menepuk pahanya yang siap menjadi bantal untuk mertuanya. awalnya Monica menolak tapi tetap di paksa oleh Anggun.


Monica akhirnya tertidur dan Anggun menyandarkan kepalanya di sofa lalu memejamkan matanya, Angga menarik kepala Anggun hingga jatuh ke bahunya namun segera diangkat oleh Anggun yang sedikit terkejut membelalakkan kedua bola matanya yang merah.


"bersandar saja, besok baru bisa istirahat nyaman" bisik Angga yang tak ingin membangunkan mamanya. Anggun akhirnya menurut dan menyandarkan kepalanya di bahu Angga. ini pertama kalinya jarak mereka sangat dekat sejak satu bulan menikah. Angga pun sudah tak sanggup menahan kantuknya akhirnya tertidur lalu menyandarkan kepalanya kearah Anggun. dia bisa mencium aroma rambut Anggun.


Monica terbangun setelah mendengar tangisan bayi, perasaannya sangat senang. sembari menggendong cucunya dia mengajak bicara, Joni baru saja membawa bayinya setelah di ijinkan dokter. Joni dan istrinya tersenyum melihat tingkah Monica.


Anggun mengusap matanya lalu membuka perlahan karena mendengar suara tangisan bayi, namun sulit mengangkat kepalanya. mata ekornya melirik sejenak.


"astaga, kepala mas Angga bersandar disini, gimana caranya aku menggesernya" batinnya yang sungkan bergerak.


Akhirnya Anggun perlahan menggeser kepalanya dan tangannya sigap menopang kepala Angga lalu menghela nafas lega dan segera menyenderkannya kebelakang.


Anggun bangkit berdiri dan melihat lucunya keponakan baru, mereka bergantian menggendong bayi perempuan itu. tawa mereka begitu lepas setelah ketegangan semalam.


Angga terbangun dan disapa hangat oleh Niki, Monica penuh semangat menyuruh Angga melihat bayi kecil itu. Angga menghampiri Niki dahulu, mencium ujung kepalanya lalu menatap keponakannya yang di gendong Anggun.


Angga mendekat kearah Anggun dan melihat keponakan lucunya, senyum mengembang di keduanya. sesekali Angga mengusap lembut pipi merah bayi itu.


"kalian sudah seperti orang tua baru, jiwa keibuan kak Anggun susah terlihat ya ma" ucap Niki melihat Angga dan Anggun lalu ke arah mamanya.


"iya ya, kalo kalian bawa cucu mama keluar, pasti orang mengira kalian orang tua yang baru saja mempunyai anak" ucap Monica setelah memperhatikan.


Angga dan Anggun hanya tersenyum dan mengabaikan meski sebenarnya perasaan mereka sudah mulai canggung.


"suruh kak Angga cepat punya anak dong ma" sahut Joni yang tampak setuju dengan ucapan istrinya.


deggg

__ADS_1


perasaan keduanya tampak kian gugup, muka Anggun mulai memerah. Sedangkan Angga tetap menatap ke arah keponakannya menyembunyikan rasa gugupnya.


"setuju, semoga secepatnya kalian juga punya anak ya" ucap Monica dengan senyum mengembang melihat Angga yang terus menatap bayi itu.


__ADS_2