
Anggun dan Angga kembali pergi bersama, Anggun tampak bingung harus melakukan apa di kantor suaminya. dia lebih suka bersama mama mertuanya karena lebih leluasa bergerak. sepanjang perjalanan Anggun hanya menikmati pemandangan sembari menghapal jalan karena dia masih belum paham betul seluk beluk kota itu.
mata Anggun kembali menatap ke arah sebuah tempat yang sama seperti kemarin dan tertangkap Angga untuk kedua kalinya.
"sebenarnya apa yang di lihatnya ?" batin Angga ditengah kesibukannya menyetir.
"mmm... mas Angga, kenapa akau harus ikut ke kantormu? aku lebih suka bekerja dengan mama " ucap Anggun yang awalnya tampak ragu namun akhirnya membuka suara.
"biar kamu bisa membantuku, apapun yang ku perintahkan kamu harus lakukan" ucap Angga yang menatap wajah Anggun sebentar lalu kembali mengarahkan pandangannya ke depan.
Anggun ingin sekali menolak namun dia masih memikirkan mertuanya yang senang jika dia menuruti keinginan putranya itu. setiap kali Angga meminta sesuatu dan dilihat oleh Monica segera menganggukkan kepala sembari tersenyum kearah Anggun seolah pertanda bahwa ucapan Angga harus di patuhi oleh Anggun.
mereka masuk ke kantor, karyawan sudah mengenai siapa istri bosnya itu. mereka menunduk hormar sementara Anggun yang merasa risih hanya melempar senyum ramah.
didalam kantor dia hanya duduk mengamati pekerjaan Angga, seorang karyawan datang dengan membawakan minukan dan cemilan sesuai permintaan Angga dan diletakkannya dimeja tepat didepan Anggun.
karyawan itu menjawab pertanyaan Angga lalu kemudian pamit undur diril
"kamu habiskan cemilan itu" ucap Angga dengan nada datar masih menatap berkas diatas meja kerjanya
"tapi kan aku tak minta apapun, dan tak lapar juga " ucap Anggun yang merasa heran
segera Angga mengangkat kepalanya lalu menatap dalam ke arah wajah istrinya itu.
"kalau aku suruh habiskan berarti harus Di-MA-KAN SAM-PAI HA-BIS" ucap Angga penuh penekanan yang membuat Anggun sedikit menunduk.
Anggun hanya menurut lalu mulai mencicipi cemilan itu sembari membuka hp nya dan melihat akun media sosialnya. sesekali senyum terukir di bibirnya membuat Angga mengangkat kepala dan menatap penuh tanda tanya.
"kamu sedang ngapain ?" tanya Angga yang ditanggapi santai oleh Anggun namun tak menatap kearah Angga.
Angga berjalan pelan lalu mengambil paksa hp dari genggaman Anggun.
"hih, kamu kenapa sih mas? kembalikan " ucap Anggun yang sedikit terkejut karena ulah Angga lalu mulai ingin meraih hp dari tangan Angga.
Angga menaikkan tangannya membuat Anggun berjinjit namun belum mampu meraih hp nya.
__ADS_1
"hp nya aku sita dulu, kamu di sini untuk kerja bukan cuma lihat hp !" ucap Angga yang kemudian memasukkan hp ke dalam saku nya lalu kembali ke kursinya.
"ya tapi kan aku gak punya kerjaan, kamu jangan se enak nya aja sama aku, itu hp ku. kembalikan !" ucap Anggun masih dalam posisi berdiri dan terlihat kesal.
"kamu lupa perkataanku ? Aku suami kamu jadi harus menuruti perkataanku !" ucap Angga penuh penekanan membuat Anggun semakin jengkel lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa lalu memandang ke arah lain.
"sebenarnya mau nya apa ? kenapa semakin hari kian menyebalkan ?" batin Anggun masih dengan muka yang ditekuk. Angga hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
karena rasa bosan Anggun akhirnya menguap lalu tertidur dengan posisi duduk di sofa, Angga mendekat lalu menyelimuti tubuh Anggun yang sudah di terlentangkan.
Angga memeriksa hp istrinya itu melihat akunnya dan galeri fotonya lagi matanya tertuju pada sebuah foto.
"dia sering ikut acara amal ? apa ini sebuah panti asuhan? tapi kenapa di sosial medianya tidak ada satu foto pun? " batin Angga yang masih mengamati beberapa foto itu.
Angga akhirnya teringat dengan tatapan Anggun tadi pagi di sebuah tempat.
"ohhh ternyata dia melihat panti asuhan tadi? kenapa aku tak sadar kalau di sekitar sana memang ada panti asuhan? aku pikir dia tertarik pada sebuah toko yang kebetulan tak jauh dari panti itu" batin Anggun yang akhirnya paham setelah melihat reaksi istrinya dari kemarin dan tadi pagi.
waktu sudah menunjukkan jam 1 siang, Angga membangunkan Anggun yang sudah hampir dua jam tertidur. dengan tubuh sedikit menggeliat dia membuka matanya lalu segera mengubah posisi tidurnya menjadi duduk.
"Ayo kita makan siang di luar" ucap Angga yang sudah berdiri dan merapikan meja kerja nya.
Anggun dengan wajah yang masih mengantuk segera ikut berdiri sembari mengusap kedua matanya.
"kamar mandi ada di sebelah sana, kamu cuci muka dulu " perintah Angga yang segera dianggukkan oleh Anggun.
matanya terkejut karena melihat ruangan itu bukan hanya ada kamar mandi tapi juga ranjang untuk beristirahat.
"buat apa ada kamar di kantor ini ? kan dia juga tidak tidur disini jadi mubazir aja" batin Anggun yang mencuci wajahnya didepan wastafel dan merapikan riasan wajahnya.
mereka akhirnya keluar dari kantor, dan berjalan menuju parkiran dan segera masuk ke dalam mobil.
"kamu mau makan apa ?" tanya Angga yang sudah melajukan mobilnya sembari melirik kearah Anggun.
"hmmm terserah" ucap Anggun yang juga bingung ingin makan apa
__ADS_1
"ohhh jadi makan terserah, bagaimana rasanya ? aku belum pernah memakan terserah ?" ucap Angga yang merasa bingung dengan jawaban istrinya
"aku bingung jadi ikut keputusan mas Angga aja" ucap Anggun kemudian kembali diam
"jawabannya lebih baik begitu daripada kata terserah. aku benci kata itu jadi jangan di ulangi lagi. paham ..!" ucap Angga yang penuh penekanan di akhir kalimat membuat Anggun menjawab lirih sembari menundukkan kepalanya.
merekaa tiba di sebuah rumah makan sederhana lalu turun dari mobil, Anggun tampak biasa saja. dia memang tak pernah menilai sesuatu dari tempatnya saat bersama kedua sahabatnya pun mereka sering makan di pinggir jalan. dia lebih memikirkan cita rasa daripada gengsi.
"kamu mau pesan apa ?" ucap Angga yang masih melihat reaksi Anggun setelah di bawa ke tempat sederhana untuk makan.
"hmmm... aku mau pesan sama seperti pesanan mas Angga" ucap Anggun yang bingung memilih menu karena masih pertama kali ke tempat itu.
"dia terlihat biasa saja makan ditempat sederhana begini " batin Angga yang kemudian memanggil pelayan lalu memesan makanan untuk dua porsi.
mereka menikmati makanan itu sembari menatap kearah lain. mata Anggun tertegun dengan bangunan yang di seberang jalan. Angga juga mengikuti pandangan Anggun.
selesai makan siang, Angga segera membayarnya ke kasir dan mereka berdua berjalan keluar menuju mobil. Angga sudah memakai sabuk pengamannya sedangkan Anggun tampak ragu untuk berkata.
"mas Angga, masih sangat sibuk ya ?" ucap Anggun yang merasa tak enak hati
"hmmm memangnya kenapa ?" ucap Angga yang menangkap ada keinginan dari istrinya.
"kalau memang sibuk ya sudah lah, tak jadi ?" ucap Anggun yang mengurungkan niatnya.
"katakan saja apa apa ?"
"aku mau ke sana sebentar saja mau melihat" ucap Anggun dengan lirih mengarahkan jari telunjuknya ke arah seberang jalan.
"oke kita ke sana sekarang" ucap Angga lalu melajukan mobilnya.
Anggun terlihat senyum sumringah setelah keinginannya terpenuhi.
"baru kali dia meminta sesuatu padaku dan bukan hal yang mahal" batin Angga sembari mengemudikan mobilnya.
setelah turun dari mobil mereka berdua masuk ke dalam dan disambut hangat oleh pengurus panti. terlihat raut wajah Anggun yang sangat senang, Angga terus menatap wajah istrinyal
__ADS_1
"kamu terlihat cantik kalau tersenyum" batin Angga yang juga ikut tersenyum