Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Mempertahankan


__ADS_3

Anggun keluar dari kamar mandi setelah Angga terus menerus mengetuk pintu kamar mandi. sebenarnya Angga amsih tak habis pikir denganbtingkah istrinya yang dengan beraninya membawa pakaian aneh itu dan memakainya di kosannya yang minimalis itu.


Angga membayangkan jika ada orang iseng yang mengetuk pintu lalu Anggun tanpa sadar tengah memakai pakaian begitu lalu membukakan pintu. itu pasti akan memancing ular kobra keluar dari sangkarnya.


Angga saja sebagai suaminya tak sanggup menatap tubuh istrinya meski sudah pernah melakukan hal yang lebih terhadap hubungan mereka. dia hanya memalingkan wajahnya atau tengah sibuk dengan hal lain agar istrinya tak merasa terganggu atau membuat hasratnya terpancing.


satu sisi Angga tak ingin membuat istrinya tak nyaman dan tak menjadi diri sendiri ketika bersama dengannya, itulah sebabnya dia menyuruh Anggun mengganti pakaian sesuai yang dia inginkan dan Angga mengira kalau Anggun menyukai pakaian aneh pemberian mamanya itu.


Anggun keluar dan menundukkan pandangannya sementara Angga yang sok cuek segera masuk ke kamar mandi dengan alasan kebelet buang air kecil. Anggun masih terpaku dan bingung harus melakukan apa, dia sungguh tak menyangka akan memakai dress itu lagi di depan suaminya.


Angga baru saja membuka pintu kamar mandi sementara Anggun masih berdiro menunduk di tepi ranjang.


"kamu kenapa berdiri di situ, kamu harus istirahat setelah lelah jadi pemandu ku sejak tadi" ucap Angga yang tengah duduk dan meraih hp nya yang tergeletak diatas meja.


"i..iya..." ucap Anggun lirih lalu naik ke atas ranjang, Angga menelan salivanya melihat lekuk tubuh istrinya itu, segera dia mengarahkan pandangannya ke hp nya.


Anggun yang ingin sekali memohon agar mengganti pakaian itu masih terasa kelu lidahnya. dia merasa tak nyaman meski sudah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Angga pun kemudian naik ke atas ranjang lalu merentangkan tubuhnya, dia masih sibuk memainkan hp nya. lalu melakukan panggilan video call.


"hai ma... mama lagi dimana sekarang ?" ucap Angga yang membuat Anggun menatap kearahnya.


"hai..mama baru saja sampai di rumah Niki, malam ini mama menginap di sini. mama kesepian di rumah" ucap Monica sembari memakai emot wajah sedih


"sabar ya ma...sebentar lagi kita akan pulang" balas Angga sembari tersenyum hangat ke arah wajah mamanya.


"ohh iya, Anggun mana ? dia baik-baik saja kan ?"


"ini Anggun..." balas Anggun yang segera menyorot wajah Anggun yang terkejut dan hanya kaku menatap layar hp suaminya.


"ma..ma...." ucap Anggun lirih dan merasa tak enak hati menatap wajah yang sudaj di abaikannya selama dua minggu lebih itu.

__ADS_1


"mama kangen sama kamu, keadaan kamu baik saja kan ?" balas Monica yang tersenyum lega melihat putra kini bersama dengan istrinya.


"ma, maafin Aa Anggun ma...." ucap Anggun yang matanya mulai berkaca-kaca


"hmmm.... kenapa minta maaf ke mama ?" ucap Monica yang mencoba terlihat biasa saja meski awalnya agak kecewa karena Anggun mengabaikan teleponnya.


"maaf karena tak bisa menjadi menantu yang di harapkan mama. mungkin semua sampai di sini saja.." balas Anggun yang mengusap wajahnya kini air matanya tumpah.


Angga ingin sekali membungkam mulut Anggun agar tak mengatakan itu tapi terlambat, kini mamanya semakin penasaran dengan ucapan memantunya yang terakhir.


"ha... maksudnya sampai di sini apa ?" jawab monica


"kalau Anggun bakal cerai..."


"maksud Anggun ma, dia masih mau di sini dulu menikmati waktu berdua kami" balas Angga yanh segera mengarahkan layar hp ke wajahnya


"mama jadi bingung, tadi Anggun bilang cerai ya ?" ucap Monica yang ternyata masih mendengar ucapan dari menantunya meski dari jarak jauh.


dia ingin sekali melepaskan semuanya, entah kenapa dia semakin yakin kalau perpisahan adalah jalan terbaik untuk mereka berdua. meski dia kini tengah mengandung darah daging Angga.


pembicaraan mereka pun terputus setelah Angga melambaikan tangannya ke arah mamanya dan tak lagi menunjukkan wajah Anggun.


Angga menyimpan kembali hp nya diatas meja lalu bersandar dan menatap langit-langit kamar itu, dia tak ingin membahas ucapan Anggun tadi.


"kapan surat cerai kita selesai ?" ucap Anggun membuka suara setelah keheningan tercipta beberapa saat.


"huffttt..... aku takkan pernah membuat surat itu kecuali aku mati" balas Angga yang malas melirik ke arah istrinya


hati Anggun terasa sakit mendengar ucapan Angga, bagaimana mungkin dia ingin melihat Angga mati. keheningan kembali tercipta. sementara air mata Anggun kembali mengalir dia memutuskan untuk memunggungi Angga lalu menumpahkan seluruh air matanya.


Angga tahu kalau wanitanya tengah menangis tapi masih diam karena ingin menunggu sampai Anggun tenang.

__ADS_1


Angga mendekat lalu memeluk tubuh Anggun membuat wanita itu terkejut dan menahan nafas sejenak.


"kalau kita saling sayang kenapa harus bercerai ?" ucap Angga kemudian.


Anggun masih diam tak menjawab perkataan suaminya karena dia juga masih bingung dengan perasaannya kini. Angga akhirnya menggeser tubuh Anggun dengan lembut namun sepenuh tenaga agar Anggun berbalik dan menatap le arahnya. mereka kini saling bertatapan.


"kamu gak sayang sama aku sama sekali ?" tanya Angga lagi menatap lekat wajah Anggun yang menyisakan air mata.


Angga mengusap wajah itu hingga air mata itu pun menghilang, di pandanginya terus-menerus wajah istrinya yang tak bersuara.


Angga mulai mendekatkan bibirnya dan Anggun tak merespon sama sekali membuat Angga semakin mendekat dan keduanya saling bersentuhan. Angga semakin memperdalam perlakuannya seolah menunjukkan rasa sayangnya ke wanita itu.


hasratnya kian memuncak dan tangannya mulai tak terkendali mulai menyusuri seluruh bagian yang di miliki istrinya itu. Angga berpindah ke tulang selangka nya dan Anggun pun terpancing. Angga menyingkirkan selimut itu sampai di pinggang Anggun. dia melanjutkan aksinya dan sesekali mendengar suara lenguhan Anggun.


Angga kini sudah berada diatas dan menatap lekat wajah yang disayanginya kini berubah merah semu. Angga melanjutkan aksinya namun tak ada penolakan dari Anggun.


Angga mencumbu seluruh tubuh Anggun terasa sangat mudah melepas dress aneh dan kurang bahan itu. kini dia paham kenapa mamanya membelikan itu untuk istrinya.


"ahhh....." suara lirih dari Anggun terdengar beberapa kali saat Angga menyentuhnya dan melekatkan bibirnya ke bagian tertentu darinya.


"tahan.... jangan dulu Angga..." ucap Angga dalam hati setelah menindih tubuhnya lalu kembali bangkit dan menggeser tubuhnya ke samping Anggun.


dia kembali menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuh Anggun, membuat wanita itu sedikit bingung karena baru kali ini Angga menghentikan aksinya padahal Anggun juga merindukannya sejak kabur dari rumah itu.


"maaf karena tak paham isi hatimu, kamu pasti kelelahan sepanjang hari ini. tidurlah dengan tenang. besok kita akan menyelesaikan semua masalah kita" ucap Angga menatap sejenak wajah istrinya lalu kembali menatap langit-langit kamar dan kemudian memejamkan matanya.


"bahkan dia tak mau satu selimut denganku...." ucap Anggun dalam hati sedikit kecewa karen Angga menghentikan aksinya tadi.


Angga terlihat memberikan seluruh selimut lebar itu ke arah Anggun sementara dia tidur hanya dengan pakaian yang melekat di tubuhnya sembari meletakkan lengannya diatas keningnya.


Anggun bertambah bingung dengan jalan hidup yang harus di pilihnya. bertahan dan mencoba lagi hidup bersama Angga atau mengakhiri segalanya dan memulai hidup yang baru hanya berdua bersama anak yang ada di perutnya kini.

__ADS_1


__ADS_2