Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Kerja sama Monica dan Kesya


__ADS_3

matahari tampak malu-malu menampakkan sinarnya, titik embun hinggap mesra di pucuk dedauan, bahkan jendela kamar yang masih basah semakin membuat suasana pagi semakin hangat untuk melanjutkan sisa mimpi semalam.


Kesya dan Monica tengah asik mengeluarkan bakat mereka sembari menggosip ala ibu rumah tangga. sesekali tawa mereka bersatu padu dengan ayunan tangan-tangan hebat di atas wajan. hingga akhirnya membangun seisi rumah. meski sebagian masih mengumpulkan nyawa diatas ranjangnya.


Angga yang sudah mendengar suara dari dapur segera bangun mengampiri mereka.


"pagi mam, pagi tante Kesya" sapa Angga masih dengan tatapan sedikit mengantuk, sembari memeluk erat tubuh mama nya dari belakang. membuat Monica agak sulit bergerak mengayunkan sendok wajannya.


"pagi anak manja....mama gak bisa nafas nih" sahut Monica sembari menggeliat membuat Angga memasang muka bebek karena di sebut anak manja.


"mama jangan ngomong gitu, malu di dengar tante Kesya. mama bohong ya tante, Angga bukan anak manja" celetuk Angga sembari melepas dekapannya lalu mengambil segelas air putih lalu melirik ke arah Kesya.


"iya, tante percaya kok sama Angga" balas Kesya sembari melontarkan senyum hangatnya.


Angga lalu pergi keluar mengelilingi komplek, untuk olahraga. hal itu biasa dia lakukan.


tak berselang lama Anggun menghampiri keduanya, bermaksud untuk membantu.


"Anggun, kamu sudah bangun nak. kamu mau apa ?" ucap Kesya lalu mendekat ke arah Anggun.


"gak kok tante, Anggun mau bantu aja" ucap Anggun sembari melirik kearah kompor, tentu saja membuat Kesya terkejut karena selama ini Anggun tak pernah menawarkan bantuan kalau urusan dapur.


"hampir selesai nak, tolong kamu rapikan di atas meja ya" balas Monica dengan senyum ramahnya. Anggun mengangguk pelan lalu mulai merapikan makanan yang sudah tertata rapi diatas piring.


Anggun masih memandangi kedua wanita itu yang sangat terlihat kompak saat memasak. dia hanya diam karena merasa tenaganya tak terlalu di butuhkan, dia menyeret langkah kakinya menuju kulkas dan mengambil segelas air dingin dan meneguknya pelan.

__ADS_1


"Anggun, kamu bosan ya? beginilah tugas ibu rumah tangga. suatu hari nanti setelah menikah kamu juga akan begini" ujar Monica yang melirik Anggun tengah bingung harus melakukan apa. sementara Anggun hanya mendengarkan sembari tersenyum tipis lalu meneguk pelan air minum nya lagi.


"Kamu sudah pernah masak untuk pacar kamu?" tanya Monica lagi yang membuat Anggun tersedak lalu batuk-batuk. Kesya akhirnya menghampiri lalu menepuk pelan punggung Anggun.


"ehhhh hati-hati sayang, kamu duduk aja disana. jangan minum sambil berdiri" ucap Monica yang mulai khawatir karena muka Anggun mulai memerah.


"iya tante, gak masalah" sahut Anggun pelan masih menepuk dadanya karena masih batuk-batuk.


"mmmm atau karena kamu tersinggung ya sama pertanyaan tante tadi? maaf ya tante gak bermaksud mencampuri pacar kamu?" balas Monica lagi kini sibuk mengaduk sayuran yang hampir matang.


"gak kok tante, Anggun gak punya pacar. Anggun memang gak bisa masak dan belum pernah masakin siapapun" balas Anggun karena merasa tak enak jika tante Monica harus minta maaf.


Anggun memang wanita apa adanya, tak suka mengurangi dan melebihkan. berkata jujur bahwa dia memang tak suka memasak. dirumah selalu ibu sambungnya yang memasak, dan kesya juga tak ingin memaksa untuk mengajari Anggun.


"ohhhh, kamu jomblo ternyata. hehehhe tenang aja nanti tante yang ajarin kamu masak" ucap Monica sembari memainkan mata ke arah Kesya, keduanya tersenyum jahil.


dengan mata yang masih mengantuk Niko dan Amel menghampiri meja lalu duduk. sementara Kesya masih mengajak suaminya yang sejak bangun pagi sudah duduk di teras dan menikmati pepohonan rindang yang menghiasi taman.


Angga baru saja selesai olahraga lalu segera masuk ke kamar mandi lalu membasuh tubuhnya. beberapa menit kemudian dia turun dan ikut bergabung.


mata mereka mulai mencari Anggun karena belum duduk, belum sempat bertanya Anggun sudah muncul dari ruang tamu dan berjalan pelan menuju meja lalu duduk disamping Amel.


semua sibuk menaruh makanan ke piringnya masing-masing, sedangkan Kesya sibuk melayani suaminya. melihat itu Monica muncul ide jahil.


"Anggun, tolong kamu isi piring Angga ya nak" sahut Monica yang membuat Wijaya dan Kesya menatap kearahnya.

__ADS_1


"oohhhh ......iya tante" Anggun hanya menurut tanpa memikirkan apapun, menurutnya ini dilakukan agar semua bisa cepat menikmati sarapannya. Sedangkan Angga merasa agak aneh karena biasanya dia sendiri yang menyiapkan makanan, dia merasa risih jika harus dilayani.


"terimakasih....." ucap Angga kemudian setelah makanan tersedia di hadapannya, dan di balas anggukan dari Anggun lalu bergegas menuju kursinya, jarak mereka hanya satu kursi. Amel duduk ditengah mereka.


kedua orangtua mereka saling melirik dan menyembunyikan senyum masing-masing. mereka menikmati sarapan dengan lahap. Monica melihat kearah Angga yang sudah hampir kosong piringnya.


"nak Anggun tolong isi piring Angga ya" ucap Monica yang membuat Angga menolak karena dia sudah sangat kenyang.


"ooohhhh kalau gitu tolong air minum Angga ya nak" sahut Monica lagi dan di turuti oleh Anggun, tanpa harus bangkit dari kursinya, dia meraih gelas dari tangan Angga lalu mengisinya kembali lalu menyodorkannya ke Angga.


Kesya dan Monica tampak saling memainkan mata, menahan senyum. sementara Amel dan Niko tetap menikmati sarapannya tanpa menduga ulah usil mamanya dan tante Monica.


****


mereka akhirnya tiba di rumah, dan segera menuju kamar masing-masing. Anggun merebahkan tubuhnya diatas ranjang kesayangannya. dan mulai memainkan hp nya membuka media sosialnya dan melihat berita terbaru.


memainkan musik lalu menghayatinya hingga akhirnya dia tertidur.


sementara di dalam kamar, kesya dan wijaya tampak membicarakan rencana yang sudah mereka sepakati kemarin malam. Kesya lalu menelepon Monica menyampaikan bahwa mereka sudah tiba di rumah, lalu obrolan mereka melebar kemana-mana. Wijaya hanya geleng-geleng kepala mencoba memaklumi kalau ibu-ibu sudah bertemu pasti jadi gosip atau apapun topik jadi pembicaraan.


kesya mengaktifkan pengeras suara hingga akhirnya wijaya bisa mendengar semua obrolan mereka.


"Aku akan membujuk Angga untuk melamar Anggu, dia anak yang selalu menurut padaku" celetuk Monica sangat optimis


"kami juga akan mencoba menjelaskan ke Anggun, dia agak keras kepala. tapi hatinya sebenarnya baik" balas Wijaya juga yang di sertai anggukan dari Kesya.

__ADS_1


"semoga keduanya mau menuruti keinginan kita, kita sudah saling mengenal dan sama-sama tau." balas Monica lagi yang di barengi kata iya dari seberang sana.


akhirnya pembicaraan pun terputus, lalu wijaya mulai berdiskusi dengan kesya, bagaimana caranya agar Anggun tidak salah paham dan menerima keinginan kedua orang tuanya


__ADS_2