Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Memerintah


__ADS_3

"siapkan air mandi ku !!" ucap Angga saat menaiki anak tangga dan Anggun mengikutinya dari belakang.


"Kenapa dia banyak maunya seharian ini ?" batin Anggun yang menahan rasa kesalnya.


Angga menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakangnya membuat Anggun ikut berhenti melangkah dan menaikkan kepalanya. Anggun kian heran dengan tatapan Angga yang datar.


"kamu dengar ucapanku tadi ?" ucap Angga membuka suara karena mengetahui kebingungan istrinya. Anggun pun mengangguk tanda paham.


"kalau dengar maka harus dijawab, punya mulut kan ?" ucap Angga lalu menyentuh dagu istrinya segera Anggun menjawab dan Angga melanjutkan langkahnya lagi.


Anggun segera menyiapkan keperluan suaminya di kamar mandi dengan aroma lavender mengisi setiap sudut tempat itu. Anggun keluar darinkamar mandi.


"mas Angga air mandinya sudah siap" ucap Anggun yang menghampiri Angga yang tengah duduk di kursi.


Angga lalu berdiri dan melepas pakaiannya di depan Anggun tanpa merasa malu sedangkan Anggun segera menundukkan pandangannya. Angga melempar pakaiannya kearah Anggin dan dengan sigap ditangkap olehnya laly berjalan santai menuju kamar mandi.


selesai Angga mandi segera Anggun masuk dan menikmati percikan air. Anggun keluar dengan memakai jubah handuk berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian lalu masuk lagi kamar mandi.


"ganti pakaian di sini saja, aku saja tadi melepas pakaian di depan mu" ucap Angga santai yang menghentikan langkah kaki Anggun.


Anggun tak percaya dengan apa yang didengarkannya barusan, dia hanya diam terpaku.


"kamu tidak mau mendengar perintah suami mu? apa perlu aku yang melakukan hmmm?" ucap Angga yang bangkit berdiri lalu berjalan kearahnya.


Anggun bergetar matanya menatap lantai, bagaimanapun dia merasa malu meski suaminya sudah pernah melihat semuanya. Angga kian mendekat sedangkan Anggun diam mematung. Angga menyentuh bahu Anggun membuatnya segera menaikkan pandangannya.


butiran bening pun akhirnya turun di pelupuk matanya, yang sudah ditahannya sejak tadi pagi. Angga menghentikan tangannya menatap lekat wajah Anggun.


"pakai pakaianmu sekarang juga .!" ucap Angga menatap tajam yang membuat Anggun kian tak mampu mengontrol emosinya.

__ADS_1


dengan tangan gemetar dia mencengkeram kerah handuknya dan air matanya kian berjatuhan.


"huffttt.... sudahlah, cepat turun ke bawah. jangan buat mama lama menunggu" ucap Angga yang menurunkan tangannya dari bahu istrinya lalu mengayunkan langkah kakinya meninggalkan kamar.


Angga menutup pintu kamar lalu bersandar disana, ada perasaan bersalah setiap kali membuat wanita itu menangis.


"Anggun, kamu sebenarnya wanita seperti apa ? lemah namun keras kepala dan susah diatur." batin Angga yang menggelengkan kepalanya sembari berjalan menuruni tangga.


Anggun menghela nafas lega setelah kejadian barusan, segera dia mengganti pakaiannya lalu menatap wajahnya di cermin. segera dia turun ke bawah dan duduk bersama suami dan mertuanya yang sejak tadi menunggunya.


Anggun mulai menyiapkan makanan diatas piring Angga, dia sudah terbiasa dengan tugasnya itu.


"kamu menangis ya ?" ucap Monica yang memperhatikan raut wajah menantunya dengan teliti


"gak ma..." ucap Anggun sembari menggelengkan kepalanya lalu duduk di kursinya


selesai makan malama suasana menjadi hening, Angga dan Anggun sudah berada di dalam kamar.


Angga melangkah menuju ranjang dan segera merebahkan tubuhnya memunggungi Angga lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Angga menarik selimut membuat Anggun menoleh cepat ke arah nya karena terkejut.


"tubuhku lelah sekali pijat bahuku sekarang" ucap Angga sembari menyentuh bahunya


"iya..." jawab Anggun yang merasa terpaksa lalu bangun dari tidurnya dan memijat bahu Angga.


"apa dia mau menyiksaku sampai malam?" batin Anggun yang terus memijat bahu suaminya itu.


"tenaganya bahkan sangat lemah sekali" batin Angga yang merasakan pijatan Anggun sangat lembut tidak seperti memijat pada umumnya.

__ADS_1


"ini juga dan di sini juga" ucap Angga lagi sembari menunjuk lengan dan kakinya


Anggun merasa lelah padahal sepanjang hari ini dia tak melakukan apapun, sesekali dia mengibaskan tangannya bergantian karena pegal


"sudah, terimakasih banyak istriku" ucap Angga lalu mencium kening Anggun dengan raut wajah dingin lalu merebahkan tubuhnya


"kenapa tingkahnya sangat membingungkan" batin Anggun yang kembali mengingat cerita karyawan di kantor tadi


Anggun merebahkan tubuhnya lalu menyelimuti seluruh tubuhnya memunggungi suaminya namun matanya belum terpejam dia memikirkan kembali awal perkenalannya dengan Angga yang terlihat ramah dan baik, dia juga sangat menyayangi mama dan adiknya.


Angga bergerak dan segera Anggun memejamkan matanya seolah sudah tertidur.


"apa sekarang dia juga memeriksa apakah aku sudah tidur atau belum ? buat apa ? " batin Anggun yang merasa tak nyaman karena merasakan wajah Angga sangat dekat ke wajahnya karena dapat merasakan deru nafas lembut Angga menyentuh kulit pipinya.


Angga mendekat dan menatap wajah Anggun sangat dekat lalu mencium pucuk kepalanya lalu menyelimuti tubuh Anggun sampai ke leher.


Jantung Anggun berdetak cepat karena perlakuan Angga, dia berusaha mengatur nafasnya agar tak terdengar bergetar oleh Angga. dia semakin bingung dengan sosok lelaki itu karena terkadang menyakitinya dengan ucapan tajamnya, menamparnya, dan terkadang memperlakukannya dengan baik dan lembut.


Anggun menjadi sulit tidur karena itu, perlahan dia membalikkan tubuhnya dan terkejut karena posisi Angga menghadap kearahnya. mereka kini berhadapan, dan Anggun menatap lekat wajah lelaki yang tengah menikmati tidurnya itu. dia melihat Angga meringkuk kedinginan karena sebagian selimut diberikan untuk Anggun.


selama ini juga begitu dan Anggun mengira bahwa Angga memang tidak suka memakai selimut namun setelah kejadian ini ternyata Angga memang sengaja memberikan semua selimut untuk Anggun meskipun cukup lebar karena tak ingin membuat Anggun merasa tak nyaman berada di dekatnya.


Anggun kembali teringat sejak awal menikah mereka tak tidur se ranjang yang awalnya Anggun tak peduli namun akhirnya tersadar bahwa Angga memang menghindarinya.


"atau jangan-jangan mama menyindirku waktu itu saat menceritakan awal pernikahannya dan kewajiban sebagai seorang istri ?" batin Anggun yang semakin berpikir keras kembali mengingat kejadian awal sejak dia menikah dan tinggal di rumah ini.


"apa aku memang wanita yang sangat buruk ?, seharusnya mama sudah tau dengan sifat asliku dari ayah dan tante Kesya lalu kenapa tetap menikahkanku dengan anaknya ?" batin Anggun lagi masih menatap lekat wajah Angga penuh rasa penasaran.


"entahlah, apapun yang terjadi hari ini. aku harus bersyukur karena berhasil melaluinya. entah kejadian apalagi yang akan terjadi besok " batin Anggun yang mulai menguap kecil.

__ADS_1


dia akhirnya membagi selimut itu lalu menyelimuti seluruh tubuh Angga lalu mata lelahnya memaksanya untuk segera terlelap. Anggun pun memejamkan kedua matanya dengan posisi berhadapan dengan dengan suaminya.


__ADS_2