
Angga sesekali tersenyum menatap ke arah istrinya yang berbicara banyak hal, Angga ingin belajar menjadi pendengar yang baik dan mengusir rasa bosan di sepanjang perjalanan kembali ke kota x.
"mobil ku biar aku saja yang menyetir mas, " ucap Angga setelah mereka sampai di kosan dan bergegas mengangkut koper mereka.
padahal seusai dari rumah sakit, Angga tak ada membahas mengenai kepulangan mereka dengan menggunakan mobil siapa. Angga hanya berbicara banyak mengenai calon anak mereka dan sangat bersemangat membayangkanntumbuh kembangnya.
"kita pulang bersama, biar aku yang menyetir. nanti mobil kamu akan ada yang mengantarnya ke rumah" bala Angga yang tak mau kalah kali ini, dia masih was-was kalau nanti Anggun kabur lagi dengan alasan menyetir mobil sendiri.
"kenapa harus merepotkan orang lain ?" balas Anggun yang tak setuju
"kamu gak boleh kecapekan sayang...!" ucap Angga dengan nada menekan karena sudah bosan berdebat
kedua bola mata Anggun mulai berkaca-kaca segera Angga mendekat dan mengusap lembut kedua bahunya lalu menjelaskan alasannya sampai akhirnya istrinya mau mengalah.
__ADS_1
Anggun cukup menikmati pemandangan saja dan Angga yang menyetir bahkan terus-menerus menyuruh Anggun untuk tidur. terjadi keheningan sejenak.
"kamu kenapa mendadak diam ?, baru saja ketawa" ucap Angga kemudian yang melihat air muka istrinya berubah mendung.
"hmmm bukan apa-apa" balas Anggun dengan cepat di selingi senyum tipis saat melihat ke arah suaminya.
Angga tak mudah percaya karena Anggun memang tak pandai dalam berbohong. Sebenarnya Anggun agak khawatir kalau pulang ke rumah nanti harus berkata apa ke mama mertuanya. dia takut di benci atau di marahi. dia terus murung sampai akhirnya matanya terpejam lalu tidur dengan nyenyak.
mereka sudah sampai di rumah dan suasana rumag memanf terlihat sepi hanya ada bi susi yang menyapa mereka. Anggun baru teringat kalau mertuanya sedang menginap di rumah Niki selama beberapa hari ini. hal itu membuat Anggun semakin tak enak hati saat tahu alasannya.
Begitu Anggun keluar dari kamar mandi dia segera menuju tasnya dan mengeluarkan semua produk kecantikannya dan ditata rapi diatas meja rias. dia mulai melakukan perawatan di seluruh tubuhnya.
Angga yang sejak tadi berada di luar kamar sudah masuk lengkap dengan segelas air putih, dia mulai menyiapkan obat untuk istrinya dan menyodorkannya membuat Anggun menghentikan kegiatannya di depan meja rias itu.
__ADS_1
"ini minum dulu " ucap Angga dengan senyum hangatnya membuat Anggun semakin meleleh saja dengan cepat meraih obat itu lalu di masukkannya ke dalam mulutnya.
"mas Angga mandi dulu sana, biar aku yang siapkan pakaian" balas Anggun setelah selesai dengan obatnya, Angga mengangguk paham lalu bergegas mandi.
Anggun masih menatap wajahnya di cermin sembari menata rambut pendeknya mendadak rasa mualnya kambuh membuatnya mulai gusar. di tahannya beberapa kali agar obat yang sudah di telannya tak keluar lagi.
kadang kondisinya terlihat aneh karena rasa mualnya bisa menyerang kapan saja tapi tidak rutin. Angga baru saja keluar dari kamar mandi dan dengan cepat Anggun berlari masuk ke dalam lalu mulai mengeluarkan isi perutnya.
membuat Angga yang masih menggenggam piyamanya mendekat karena khawatir melihat Anggun yang berani berlari.
"jangan lari lagi, nanti kalau terpeleset bagaimana ?" ucap Angga yang mengusap lembut punggung istrinya
Anggun hanya mengangguk saja sembari mengusap wajahnya yang terlihat lelah.
__ADS_1
"kamu kecapekan sekali setelah perjalanan kita, apa perlu kita ke dokter sebentar ?" ucap Angga namun dengan cepat dibalas Anggun dengan gelengan kepala.
Mereka pun berjalan pelan menuju ranjang dan Angga mulai memberikan perhatian semakin membuat Anggun luluh. meski Anggun melarang tapi tetap saja Angga memijat telapak kakinya cukup lama kemudian mendekapnya di kala pucuk malam kian menggantung