Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Ulang Tahun


__ADS_3

pagi telah tiba dan menyisakan titik embun, Anggun terbangun dan memandangi kedua matanya yang bengkak. dia segera bergegas untuk mandi karena tak ingin terlambat ke cafe nantinya.


dia tak peduli dengan mata bengkaknya yang ada di pikirannya saat ini hanyalah bekerja untuk bertahan hidup.


dia mulai mengemudikan mobilnya dengan cepat karena harus berhenti di pom bensin terlebih dahulu.


Anggun mulai sibuk bekerja setelah sampai di cafe, sesekali beberapa orang yang bekerja disana menanyakan keadaannya namun Anggun hanya menjawab asal saja. semua dilakukan seolah tak terjadi masalah apapun dan hari berlalu begitu saja


****


sudah tiga hari sejak mereka bertukar pesan, Angga tak lagi menghubungi atau mengirim pesan. dia lebih memilih untuk mencari tahu keberadaan Anggun dengan cara lain.


Angga sibuk mengobrol dengan Nica dan Dewi menanyakan hasil bujukan mereka yang ternyaya sama saja nihilnya. mereka berdua bahkan sudah angkat tangan dengan tingkah Anggun.


"biasanya kalau Anggun ulang tahun kita pasti party dan undang semua teman ke club. kita booking club yang biasa kita datangi" ucap Nica yang tengah sibuk mengetik di komputernya untung saja bosnya tidak melihatnya mengangkat telepon disaat jak kerja


"iya, aku tak yakin pun kalau Anggun mau ada party seperti tahun lalu" balas Dewi lagi yang juga sibuk di pabrik milik keluarganya, dia suruh untuk memeriksa keadaan disana.


"kapan Anggun akan ulang tahun ?" tanya Angga dengan cepat setelah mendengar kedua wanita itu berbicara, mereka memang melakukan panggilan video call namun Nica yang sibuk hanya memakai headset sata dan Dewi yang sesekali menyorot lokasi pabriknya, sementara Angga yang sedang duduk di kursi pengemudi.

__ADS_1


"yah.... besok dia ulang tahun, kita bertiga sudah ingan ultah satu sama lain, karena sudah berteman sejak SMA" ucap Nica lagi


"coba kalian bujuk lagi, mana tau dia besok mau keluar dan menemui kalian" ucap Angga lagi dan mereka berdua pun mengiyakan. pembicaraan mereka pun berakhir.


Angga masih berpikir cukup lama, apa yang akan di lakukan oleh Anggun di hari ulang tahunnya. bahkan dia sampai mencari tahu di internet.


"biasanya orang akan melalukan ini ketika ulang tahun, mengadakan pesta, acara keluarga, ziarah, berdoa bersama anak yatim, lalu...." Angga membaca satu persatu hasil dari pencariannya dan masih menebak kemana kiranya Anggun akan pergi.


"kalau merayakan pesta itu mungkin saja, karena selama ini dia selaly bersama Nuca dan Dewi tapi sekarang kan situasinya berbeda. kalau acara keluarga pun tak mungkin ayah sampai sekarang tak tau kalau Anggun pergi dari rumah..." Angga mulai bicara sendiri di dalam mobilnya.


sebuah panggilan masuk dan tak lain adalah dari mamanya, Angga menghela nafas lalu mengangkat panggilam itu.


"ini Angga mau makan siang ma... mama sudah makan siang belum ?" ucap Angga yang berbohong padahal sejak tadi pagi dia belum sarapan.


"ohhh begitu... bagaimana rasanya tinggal di rumah om Danu ?"


"lumayan senang ma, Angga jadi belajar banyak dari om Danu mengenai bisnis. tadi pagi juga kita sarapan bersama" ucap Angga lagi dan Monica tak menanyakan mengenai Anggun karena dia ingin putranya sendiri yang menyampaikan.


"ohhhh ya sudah tetap jaga kesehatan ya..." ucap Monica dan pembicaraan mereka pun terputus.

__ADS_1


Monica tahu kalau anaknya tengah berbohong karena Monica sering mengobrol dengan Danu dan saudara iparnya itu memberi tau semuanya. termasuk Angga yang hanya menginap selama dua hari dan sisanya pergi entah kemana. bahkan Danu mengira bahwa Angga sudah kembali ke kota x namun terkejut saat Monica menelepon dan menanyakan keadaan putranya disana.


Monica memahami bahwa putra memiliki alasan sendiri kenapa harus berbohong meski ada rasa kecewa sedikit dihatinya.


Monica yang memilih diam sejak dua minggu itu pun akhirnya memutuskan untuk menghubungi Anggun namun ternyata tak terhubung karena Anggun selalu menonaktifkan hp nya.


Angga merasa bersalah ke mamanya karena terus berbohong, dia kembali berpikir dan membaca di internet. dia mencoba membayangkan kalau mamanya atau dirinya yang ulang tahun.


"biasanya kalau aku ulang tahun, hanya ada acara keluarga dan tak suka ada party. kalau mama biasanya ada acara dari teman arisannya, acara kecil-kecilan di rumah dan berziarah ke makam papa" ucap Angga lagi yang bicara dengan dirinya sendiri.


"ehhh bisa jadi, antara ziarah ke makam mama mertua dan pergi ke panti asuhan" ucap Angga lagi seolah menemukan titik terang lalu mengingat lagi kesukaan istrinya.


dia mulai menyusun rencana agar tak gagal lagi menemukan istrinya kali ini, dia merasa tak enak hati karena telah membohongi semua orang.


****


sementara Anggun terlihat lemas masih berusaha menyelesaikan pekerjaannya meski beberapa kali di tegur manager karena terlalu lamban melayani para tamu. berulang kali di liriknya jam yang melekat di dinding cafe itu berharap agar secepatnya bisa pulang.


kepalanya terasa pusing dan langkahnya terasa lemah, dia ingin secepatnya merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


"ini pasti karena menangis terus-menerus" batin Anggun yang memang terus menangis sepanjang malam selama beberapa hari ini. dia merasa tak ada satu pun yang bisa menolongnya untuk masalahnya kali ini.


__ADS_2