Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Merasa Nyaman


__ADS_3

Anggun merasa nyaman dengan dekapan itu sampai pagi menjelang dia enggan untuk lepas, dia mengamati raut wajah suaminya yang memang terlihat sedikit kurus. Angga menggeliat sedikit membuat Anggun dengan cepat memejamkan kedua matanya. Angga berniat melepas lengan yang melekatndi tengkuk istrinya pengganti bantal namun Anggun membalas dengan menggeliat dan semakin menggenggam erat piyama suaminya.


"aku malu kalau bilang sangat ingin memeluknya, tapi aku merasa sangat rindu dengan pelukan ini. apakah aku terlihat murahan" batin Anggun yang sebenarnya merasa tak enak hati karena biasanya dia sudah bangun pagi dan menyiapkan keperluan suaminya.


Angga menatap lekat wajah istrinya yang terlihat tertidur pulas, dia merasa sangat aneh karena tak biasanya dia membalas dekapannya apalagi menggeliat manja ke arah dekapannya.


"kamu pasti kelelahan setelah perjalanan kemarin" batin Angga yang menatap tubuh istrinya secara bergantian.


Angga pun menarik selimut dan membalut mereka berdua Angga kembali menurunkan kepalanya dan mengusap lembut punggung istrinya. dia mengingat kebiasaan Anggun yang mual setiap bangun pagi.


"atau aku bangun saja ya, pasti dia ingin berangkat kerja" batin Anggun yang mulai merasa membebani suaminya.


Anggun membuka kedua matanya dengan perlahan hendak mengintip Angga namun ternyata sejak tadi Angga memperhatikannya. Anggun terpaku dan menahan nafas karena mereka saling beradu pandang.


air mukanya mulai merah dan salah tingkah, sementara Angga tersenyum lembut


"kamu sudah bangun..." ucap Angga kemudian yang baru sadar kalau ternyata istrinya sudah terbangun sejak tadi.

__ADS_1


"mmm i iya, ehhhemm sudah pagi ya...." balas Anggun yang pura-pura menatap ke arah lain dan mulai melepaskan tangannya dari kerah baju suaminya


"kamu mau apa hmmm ? aku akan kabulkan semuanya" balas Angga yang semakin mendekap Anggun


"kamu harus berangkat kerja ya, biar aku siapkan dulu se.."


"aku bisa bekerja nanti kalau kamu mau, tapi kalau kamu yang menyuruhku pergi kantor aku bisa pergi sekarang" balas Angga memotong ucapan Anggun karena paham bahwa istrinya sedang tak ingin di tinggal sendiri.


"mmm....nanti ka kamu di cari karyawan atau kak Dimas" balas Angguj yang merasa sungkan untuk berkata jujur


"kamu mau apapun akan ku kabulkan hari ini" balas Angga lagi semakin menatap lekat kedua bola matanya seolah mencari tahu keinginan hati istrinya


"kamu belum lapar parut kamu harus di isi" balas Angga yang berniat menawarkan sarapan namun dengan cepat Anggun menolak dengan gelengan kepala sembari melekatkan kepalanya ke dada suaminya.


Angga yang paham akhirnya membelai lembut kepala istrinya dan menghujaninya dengan kecupan.


"maaf... karena merepotkanmu" ucap Anggun yang malu dengan suara lirih, kini dia bahkan tak berani menatap wajah suaminya.

__ADS_1


"hmmm siapa bilang merepotkan, justru aku yang membuatmu kerepotan karena setiap pagi harus menyiapkan air mandi, pakaianku, makananku" balas Angga yang menyentuh dagu Anggun sampai tatapan mereka beradu lagi


"terimakasih karena sudah menjadi istri yang baik" mendengar ucapan itu Anggun segera menggeser tubuhnya lalu memunggungi Angga, dia menarik selimut sampai menutupi pucuk kepalanya.


mendengar ucapan itu dia merasa bersalah karena belum sepenuhnya menjadi istri yang baik karena selama ini dia melakukan semuanya karena mendengar ucapan mertuanya.


Angga yang merasa heran karena mendadak istrinya berubah haluan segera mendekat dan membuka selimut namun Anggun terus saja menutupi kepalanya.


"heii kamu kenapa? malu ya.." balas Angga berulang kali sampai berhasil membuka selimut dan menarik dagu istrinya.


"kamu kenapa menangis ? aku berbuat kesalahan lagi ya ? maaf ya..." balas Angga yang masih berpikir apakah dia salah bicara tadi, dia menatap Anggun yang masih memejamkan mata namun terlihat butiran bening yang mengalir


Anggun masih saja membisu dan berulang kali menyembunyikan wajahnya namun Angga masih saja menahannya dengan tangan yang melekat di dagu nya.


Angga mulai menciuminya bahu Anggun berulang kali dan pindah ke kening, pipi bahkan sampai ke tulang selangkanyal dia sedang berusaha merayu istrinya agar mau cerita.


Namun Anggun tetap bungkam sampai Angga terus menerus membujuknya, Angga bahkan menggelitik tubuhnya sampai dia membuka mata dan menatap Angga. semakin di pandangnya wajah suaminya semakin jatuh air matanya.

__ADS_1


"aku salah, aku minta maaf..." ucap Anggun dengan nada bergetar membuat Angga sedikit bingung lalu mengusap lembut wajah istrinya.


"stttt.... kamu tidak salah, kita sama-sama belajar untuk saling memahami. makanya harus jujur dan ada keterbukaan diantara kita ya" balas Angga dan di balas Anggun dengan anggukan.


__ADS_2