Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Pamit


__ADS_3

Angga menarik tangan Anggun yang sejak tadi terus memberontak, mereka kini sudah di meja makan. semangat yang sejak tadi tercipta kini telah pudar. Anggun bahkan tak ingin melihat semuanya.


Angga menatap ke arah Anggun yang hanya diam terpaku, kali ini bukan istrinya yang menyiapkan makanan di atas piringnya. Angga dengan telaten menyiapkan makanan di atas piring istrinya sampai menumpuk lalu dia mengisi piringnya juga.


"aku penasaran dengan masakanmu" ucap Angga mencoba mencairkan suasana tapi Anggun hanya diam menatap makanannya sementara di bawah dia memainkan kedua tangannya dengan meremas jemarinya.


Angga mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan melihat ke arah Anggun yang masih saja mematung


"hmmmm.... masakanmu lumayan enak, tak sia-sia aku pulang ke rumah. kalau begini aku bisa pulang setiap hari untuk makan siang di rumah. kamu tak keberatan kan kalau setiap hari memasak ?" ucap Angga namun tetap saja Anggun hanya diam


"sayang, kamu harus makan. aku merasa tak nyaman kalau makan sendiri apalagi ini hasil usaha kamu" ucap Angga namun tetap saja Anggun tak mengangkat kepalanya ke arah suaminya


"kalau kamu diam terus biar aku suapin saja ya" ucapnya lalu menggeser kursinya semakin dekat dengan Anggun.


Angga meraih sendok dari piring Anggun lalu mengisinya dengan nasi dan lauk lalu mengarahkannya ke mulut istrinya.


"akkk.... buka mulutnya Anggun" ucap Angga namun Anggun menepis sampai sendok itu jatuh ke lantai


Angga terkejut dengan sikap Anggun, lalu mengambil sendok yang jatuh itu lalu menggantinya dengan sendok yang bersih. tapi tetap saja Anggun tak mau makan.


"aku minta maaf karena terlalu kasar, maaf juga karena demi menyiapkan makanan ini tanganmu sampai terluka" ucap Angga lalu akhirnya pasrah dan menikmati makanannya


sebenarnya Angga tak lagi nafsu untuk makan tapi demi menghargai Anggun yang sudah bersusah payah membuatnya dia pun memakannya.


"aku mau kembali ke kantor dulu ya, kamu harus menghabiskan makanan di piringmu" ucap Angga bangkit dari kursinya setelah mendapat panggilan dari sekretarisnya.


Angga mengulurkan tangannya namun tetap saja Anggun mematung, Angga menghela nafas pelan lalu mencium kening istrinya dan pergi melangkah ke luar.

__ADS_1


Anggun meraih piring itu, dilihatnya tumpukan nasi diangkatnya lalu di buangnya ke tempat sampah. tak lupa dia juga membersihkan semuanya dari meja. membuang semua makanan yang masih sangat banyak ke tempat sampah.


air matanya kembali mengalir, dia menyeret langkah kakinya menuju kamar. dia kembali terisak disana. di lihatnya jam sudah menunjukkan jam dua siang dia sungguh bingung harus melakukan apa agar rasa sedihnya menghilang.


dia hanya bisa menampung air matanya di bantal, tubuhnya telungkup dan memeluk erat bantalnya.


dengan langkah lemah dia bangkit dari ranjang dan mengeluarkan isi lemari, dia memasukkannya ke dalam tas. beberapa pakaian dan juga barangnya yang ada di meja rias.


dia menuruni anak tangga dengan cepat meski merasa sedikit berat dengan tas besar di kedua tangannya.


"non Anggun mau ke mana ?" ucap bi susi yang kebetulan berada di teras sedang menyapu.


"hmmmm.... pergi sebentar bi, tadi sudah pamit ke mas Angga " ucap Anggun berbohong lalu masuk ke dalam mobilnya, dengan degup jantung yang cepat dia mencoba menghela nafas berulang kali lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


****


Angga sudah tiba di rumah dia melipat lengan kemejanya dan duduk di tepi ranjang, dia mulai membuka pesan yang masuk di hp nya beberapa saat. kemudian bergegas menuju kamar mandi dan berendam sejenak.


" mungkin dia masih marah...." batin Angga lalu melangkah ke arah lemari untuk mencari pakaian.


dia merasa ada yang aneh dengan isi lemari tapi belum menyadari keanehan itu, dia segera memakai pakaiannya lalu menata rambutnya di depan cermin dan melihat meja rias yang kosong.


"kemana semua barang-barang Anggun ?" ucapnya lirih karena biasanya selalu terlihat padat di atas meja itu.


Angga berjalan pelan sembari memainkan ponselnya dan kembali bersandar di ranjang, pikirannya mendadak tersentak. dia menatap kembali ke arah lemari lalu melangkah cepat ke arah lemari dan membukanya.


dia melihat beberapa rak terlihat kosong, padahal biasanya ada pakaian Anggun disana. dia kembali melirik ke arah meja rias dan tidak terlihat satu pun barang Anggun. dia keluar dari kamar dengan cepat melangkah menuju perpustakaan mini namun suasana terlihat gelap dan tak ada seorang pun di sana.

__ADS_1


Angga mulai berteriak panik memanggil nama istrinya sembari melangkah turun ke bawah.


"bi, Anggun dimana ?" ucap Angga mengagetkan bi susi yang sedang berada di halaman belakang.


"bukannya non Anggun sudah pamit ya ke den Angga, tadi katanya mau pergi sebentar tapi belum pulang juga" ucap bi susi yang merasa bingung dengan pertanyaan majikannya


Angga semakin terlihat panik, dia mengacak rambutnya yang tadi sudah ditata rapi.


"dia bawa apa saja bi ?"


"ada tas besar tuan, seperti tas yang saya pakai kalau pulang kampung" ucap bi susi yang melihat majikannya panik namun masih bingung dengan keadaan yang sebenarnya.


pandangannya mulai tak karuan, dia menatap sembarangan sampai berhenti di meja makan.


"tadi Anggun menghabiskan makannya bi ?"


"saya kurang tau den, tapi di tempat sampah semua makanan tadi sudah di buang" ucap bi susi jujur dan mengira majikannya tak suka.


"kenapa di buang...." ucap Angga yang masih tak paham lalu melangkah menuju tempat sampah dan benar saja semua makanan yang terlihat masih segar telah bersemayam di tempat sampah. termasuk makanan yang di siapkan oleh Angga untuk Anggun tadi, dia sangat ingat jelas sepiring makanan yang sengaja dibuatnya menggunung untuk istrinya.


"bahkan dia tak makan siang..... aduh...." batin Angga yang semakin bingung harus berbuat apa


"huffft.... ya sudan bi, kalau mama sampai di rumah bilang ya kalau saya dan Anggun sedang di luar. bi susi jangan kasih tau kalau Anggun pergi tadi siang. biar saya yang jelaskan nanti" ucap Angga yang tak ingin membuat mamanya sakit karena memikirkan masalah mereka. bi susi hanya bisa mengangguk dan melihat Angga dengan cepat menaiki anak tangga dan meraih kunci mobil


dia kembali pamit saat bertemu dengan bi susi di bawah tangga lalu melajukan mobilnya dengan cepat, dia sudah berusaha menghubungi Anggun namun tak ada jawaban sama sekali. dia sudah berkeliling bahkan pergi panti asuhan namun mereka bilang Anggun berkunjung sekitar seminggu yang lalu.


Angga akhirnya mengirim pesan berharap ada balasan dari istrinya.

__ADS_1


"kamu dimana? jangan buat aku panik. maaf kalau aku keterlaluan. angkat teleponku kita bisa selesaikan masalah kita dengan baik-baik"


Anggun hanya membaca isi pesan itu lalu kali ini benar-benar menonaktifkan hp nya, meski merasa sedikit bersalah namun dia juga tak bisa terus bertahan jika merasa tak nyaman. dia juga memikirkan mertuanya yang pasti kecewa dengan sikapnya kini.


__ADS_2