Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Kado Tahun ini


__ADS_3

Anggun masuk ke dalam kosannya lalu segera merebahkan tubuhnya, tangisnya pun pecah sembari meremas surat resep yang di buatkan dokter padanya. sementara Angga masih mengamati lokasi tempat tinggal istrinya itu yang tergolong aman dan tenang.


pemilik kosan yang kebetulan datang memeriksa kondisi kosan pun menyapa Angga yang terlihat celingak-celinguk.


"maaf pak cari siapa ya ?" tanya pemilik kosan yang membuat Angga terperangah dan membisu sejenak.


"mmmm saya sedang mencari...." Angga tampak bingung harus berkata apa hanya sibuk menatap ke arah lain sembari mengaruk kepalanya.


"bapak mau cari kosan kosong untuk karyawan ya ?" tanya pemilik kosan lagi yang menerka karena memang kebanyakan penghuni disana adalah karyawan


segera Angga mengangguk lalu pemilik kos mulai menunjukkan beberapa yang masih kosong. Angga hanya menyimak dan seolah peduli, padahal dia memang hanya ingin melihat kondisi istrinya.


"lokasi disini aman ya bu ?" ucap Angga lagi setelah mendengar semua penjelasannya


"iya tentu saja aman, di belakang ada lahan yang luas biasanya mereka memarkirkan kendaraan di sana, di sini juga di pantau cctv dan setiap malam selalu ada petugas yang menjaga. kalao siang hari saya rutin memeriksa kemari" ucap pemilik kisan berusaha meyakinkan


"biayanya berapa ya bu ?"


"kalau yang ini tujuh ratus ribu perbulan, kalau yang itu sembilan ratus ribu karena tergantung fasilitas didalamnya"


"kalau yang itu berapa ya bu ?" ucap Angga lagi menunjuk kosan yang dimasuki istrinya tadi padahal Pemilik kosan tak menunjukkan sama sekali

__ADS_1


"itu sudah di isi beberapa minggu yang lalu, dia juga seorang karyawan harganya juga lumayan. satu juta perbulan" jelas pemilik kosan lagi dan Angga pun mengangguk paham.


Angga yakin kalau tempat tinggal istrinya kini tergolong aman setelah melihat kondisi dan fasilitasnya, Angga hanya mengangguk paham dan berkata akan memikirkan terlebih dahulu.


pemilik kosan lalu berjalan menuju halaman belakang meninggalkan Angga yang masih berdiri disana, untuk saja pemilik kosan itu orang yang sabar dan ramah hal itu yang membuat Dewi sangat betah di sana.


Angga lalu memilih kembali ke dalam mobilnya dan berdiam disana, memikirkan kira-kira apa saja yang dilakukan Anggun selama berada di ruangan dokter karena dia terlihat keluar lalu pindah ke ruangan lagi.


flashback...


Anggun masuk setelah namanya dipanggil, dokter mulau memeriksanya dengan stetoskop dan mengukur tensinya juga. Dokter juga menanyakan keluhan yang dirasakan oleh Anggun.


"saya merasa pusing dan kadang-kadang tak sanggup berdiri, tadi pagi saya merasa mual tapi tak mengeluarkan apapun. " jelas Anggun saat masih ditempat pembaringan


"e.... biasanya lancar dok" ucap Anggun kembali mengingat saat dia datang bulan


"kapan biasanya datang bulan ?"


"mmm biasanya minggu ke dua dok" ucap Anggun yang hapal dengan jadwal kehadiran tamunya


"bulan ini berarti sudah ya bu"

__ADS_1


"ohhhh bulan ini belum dok" ucap Anggun lagi yang baru sadar kalau ternyata belum datang bulan meski sudah lewat minggu ke dua


"untuk memastikan ibu bisa pindah ke ruangan lain agar memastikan" ucap dokter dan membuat Anggun sedikit bingung karena belum pernah mengalami pindah ruangan saat ke rumah sakit.


seorang perawat menuntunnya ke salah satu ruangan, Anggun hanya menurut meski sedikit gugup. dokter yang begitu ramah menyapanya dan mempersilahkannya untuk berbaring dan mulai mengoleskan gel ke perutnya membuat Anggun bertambah panik dan mulai bertanya.


dokter menjelaskan dengan sabar karena paham arti kepanikan Anggun, dokter diam sejenak dan mengamati dari layar.


"iya ternyata benar ibu Anggun sedang hamil, ini titik kecil ini janin nya" ucap dokter yang membuat Anggun terkejut lalu menahan nafas.


"usianya masih muda sekitar lima minggu, dan alasan ibu merasa pusing karena mengalami anemia dan kurang nutrisi juga. nanti saya buatkan resep yang bisa ibu ambil di apotik" ucap dokter itu panjang lebar lalu meletakkan perakatan medisnya dan perawat membantu Anggun untuk bangun.


Anggun hanya diam mendengar semua penjelasan itu antara tak percaya, bingung atau harus bersyukur.


Anggun keluar dari ruangan itu dengan perasaan yang campur aduk hingga air matanya menetes lalu dengan cepat di usapnya. lalu kembali memesan ojek online.


Anggun masih berdiam dan bahkan belum membeli resep dokter itu, dia menatap langit-langit kamarnya mencoba menenangkan dirinya.


"aku harus bagaimana sekarang ? kalau misalnya keluargaku tahu. padahal aku sudah bilang mau cerai dan hidup baru" batin Anggun yang terus meracau harus berbuat apa setelah mengetahui ada janin di perutnya


"tahun ini hadiah ini mungkin, supaya aku punya teman" ucap kemudian sembari membuka hp nya dan membaca seputar kehamilan dan melihat bayi - bayi yang lucu.

__ADS_1


dia mulai bisa menerima kenyataan dan memilih untuk tidur


__ADS_2