Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Pernikahan


__ADS_3

tiga hari berada di rumah sakit akhirnya Angga senang karena keadaan mamanya sudah membaik dan di ijinkan pulang ke rumah. kakaknya Dimas sudah menjemput mereka sedangkan Nika menunggu di rumah dan sudah di bantu bibi Ani untuk merapikan kamar mamanya.


tiba di rumah, Nika segera memeluk manja mamanya dan merengek lucu. bahkan masih tetap berceloteh di atas ranjang.


"Nika, biarin mama istirahat dulu ya. biar cepat pulih" ucap Dimas yang melihat Nika bicara tak henti-hentinya.


"mama gak merasa terganggu kan...." ucap Nika sembari memeluk erat tubuh mamanya.


mamanya hanya tersenyum melihat tingkah anak bungsunya yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, sembari mengelus lembut perut Nika. mereka pun tertidur dan tidak ada yang mengganggu


****


Kesya terkejut mendengar kabar bahwa Monica sakit, setelah mencoba menghubungi beberapa hari yang lalu namun tak ada jawaban.


"sekarang sudah membaik, dua hari yang lalu pulang dari rumah sakit" ucap Monica dari balik telepon tak ingin di khawatirkan


"syukurlah.... maaf, karena tak tau jadi belum sempat menjenguk" ucap Kesya yang merasa sedikit bersalah


"tenang saja, besok kami akan ke rumah mu untuk melamar Anggun"


mendengar itu perasaan Kesya bercampur aduk, antara tak percaya atau harus sedih atau senang. dia bahkan tertegun setelah mendengar ucapan itu


"hallo..... mama Anggun......" ucap Monica karena tak mendengar suara apapun


"i... iya... maaf, apa Angga sudah setuju ? dia tak terpaksa kan ?" sahut Kesya yang akhirnya menjawab


"tenang saja, masalah Angga. biar aku yang mengatur" ucap Monica sembari tertawa. meski tau bahwa Angga sebenarnya terpaksa.


Kesya memberitahukan ke suaminya dan membuat mereka semangat menyiapkan segala sesuatunya.


malam harinya setelah selesai makan malam, Wijaya membuka pintu dan masuk ke kamar putri.


"besok kamu bangun pagi dan bersiaplah se rapi mungkin. pakai pakaian yang sopan !" ucap Wijaya datar tanpa menunggu Anggun menjawab dia segera keluar dan lagi mengunci kamar itu.


"hufftt.... ada apalagi besok ?" batin Anggun yang kemudian merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya.


keesokan paginya, Kesya masuk ke kamar putrinya dan melihat Anggun masih menyelimuti diri dengan selimut. sepanjang malam dia memang tak bisa tidur akhirnya terlambat bangun. Wijaya yang melirik sebentar hanya geleng-geleng kepala dan membiarkan Kesya yang mengurusnya.


"Anggun bangun.... sudah pagi, nak..." ucap Kesya lembut sembari membuka selimut yang membungkus dirinya dan menepuk pelan pipinya.


"hmmmm....?" ucap Anggun yang masih menggeliat dia melirik jam yang ternyata sudah jam 9 pagi.

__ADS_1


"ayo kamu mandi, biar tante yang siapin pakaian kamu" sahut Kesya dengan lembut dan untuk hari ini memperlakukan Anggun seperti anak kecil


"kenapa? kita mau kemana ?" ucap Anggun yang masih mengantuk


"nanti kamu juga tau, sekarang mandilah" sahut Kesya lalu mulai merapikan kamar Anggun.


segera Anggun bergegas mandi dan setelah keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, dia merasa risih karena ada orang lain di kamarnya.


"kamu pakai yang ini aja ya..." ucap Kesya menunjukkan pakaian yang sudah dipilihnya dari lemari lalu kembali merapikan kamar Anggun.


Anggun memakai pakaiannya di dalam kamar mandi, setelah selesai dia keluar dan Kesya menyuruhnya duduk di meja rias dan mulai mempermak wajah Anggun yang lebih cocok dengan riasan tipis dan natural.


Anggun masih heran namun menyimpan tanda tanya besar di benaknya. setelah selesai mereka berjalan menuju ruang tamu yang di kejauhan terdengar suara obrolan.


Anggun terkejut karena yang di depan matanya adalah tante Monica bersama Angga anaknya. dan melihat beberapa kotak ukuran besar. Anggun mencoba tenang lalu duduk di samping Kesya.


"Astaga..... kenapa harus terjadi" batin Anggun setelah mengetahui kalau hari ini adalah pertunangan mereka yang cukup sederhana.


mereka mulai membicarakan jadwal pernikahannya, sedangkan Angga hanya diam dan menghela nafas pelan. dia sudah menduga kalau Anggun pun pasti merasa keberatan.


"setuju ya, 4 hari lagi mereka akan menikah. semuanya akan segera di siapkan dan ini ada beberapa gaun dari butik ku yang sangat cocok untuk Anggun " ucap Monica sembari menyerahkan kotak ukuran besar


deg....


Anggun kembali masuk ke kamar dan di kunci, Anggun mengabari kedua sahabatnya dan mendapat respon yang tak kalah mengejutkan.


"kita berdua pasti akan datang.... kamu jangan bersedih dan tertekan. bisa jadi ini awal kebahagiaanmu" balas Nica setelah membaca curhatan Anggun


"setuju..... kami selalu mendukung dan mendoakanmu" balas Dewi lagi


****


pernikahan pun akhirnya terjadi, Anggun sedang di hias secantik mungkin. berulang kali dia menahan untuk tidak menangis. pernikahannya di adakan di sebuah hotel milik om Danu dengan semua kerja sama, persiapannya cukup matang.


Monica dengan penuh perhatian ikut merapikan gaun yang dikenakan Anggun, berwarna navy yang terlihat sangat indah di tubuh menantunya itu adalah gaun kedua yang akan dipakai sampai malam hari sedangkan gaun berwarna putih dipakainya tadi pagi.


"kamu sangat cantik nak, ayo semua bersiap-siap bantu Anggun berjalan" ucap Monica yang sudah tak sabar melihat para tamu undangan


"iya tante" ucap Anggun singkat lalu bangkit berdiri


"ma-ma.....ma-ma" ucap Monica memberi penekanan berulang kali, yang awalnya membuat Anggun tak paham akhirnya mengerti kalau kini wanita ini adalah mama mertuanya. dia hanya menganggum pelan

__ADS_1


Anggun berjalan memasuki aula dan semua mata memandang kearahnya, gaun panjangnya menghiasi kakinya sepanjang dia dia berjalan, lalu Angga membantunya naik ke pelaminan. Angga menatapnya sejenak lalu kembali fokus ke para tamu


Anggun duduk di pelaminan bersama Angga dan menerima kata selamat dari para hadirin. Dia bahkan tak berbicara sama sekali, hanya sesekali melirik ke arah Angga yang berulang kali melempar senyum ke semua orang.


"Anggun...... wahhhh cantik banget...!!" ucap Dewi yang di ikuti Nica menghampiri, mereka saling berpelukan erat. Tangis Anggun akhirnya pecah. dia sudah tak mampu membendungnya lagi. beberapa orang bahkan melirik ke arah mereka bertiga.


Angga yang melihat itupun sedikit terkejut lalu menjauh dari mereka, untuk memberikan ruang agar mereka bicara leluasa.


"kenapa dia menangis, kalau memang tak setuju kenapa tak menolak saja?, kini nasi sudah jadi bubur" batin Angga lalu turun dari pelaminan dan menyapa rekan bisnisnya.


"cup....cup...cup, udah jangan nangis lagi, nanti jadi jelek." ucap Nica menenangkan sembari mengeluarkan tisu dari dalam tasnya, sedangkan Dewi masih mengusap lembut bahunya.


"aku kangen kalian...." ucap Anggun lalu kembali menangis, mereka pun berpelukan erat.


"jangan nangis lagi, suami mu juga lumayan keren. dan sepertinya dia laki-laki baik" ucap Dewi yang melirik kearah Angga dan segera mengalihkan pandangannya setelah ketahuan oleh Angga


"kita gak bisa ke club lagi, mabuk-mabukan lagi" ucap Anggun dengan senyum getir mengenang kekonyolan bersama kedua sahabatnya itu.


"mungkin kita bisa ganti kebiasaan kita, aku sudah kapok pergi ke club. lihat saja itu" ucap Dewi sembari menunjuk dengan ekor matanya membuat Nica dan Anggun ikut melirik, ada dua pengawal yang terus mengawasi Dewi.


"iya, mama papa ku juga sangat kecewa. aku bahkan tak bekerja lagi " ucap Nica yang meras bersedih


"sama.... saya juga, jangan-jangan kita berjodoh" sahut Dewi dengan tingkah konyol membuat ketiganya tertawa.


****


acara pun berakhir dan dan suasana menjadi sepi. mereka sengaja memesan kamar hotel agar bisa langsung istirahat.


"tante... tolong bantu Anggun melepas semua ini" ucap Anggun ke Kesya karena gaun yang digunakan menurutnya sangat merepotkan.


setelah selesai melepas semuanya, Anggun pun bergegas menuju kamar mandi dan berendam sejenak.


"Amel dimana tante ?" ucap Anggun setelah keluar dari kamar mandi


"mungkin masih betah di luar bersama Niko" sahut Kesya setelah mengingat kejadian hari ini Amel sangat senang melihat pernikahan kakaknya meski tak tau cerita dibaliknya.


"kalian mau langsung pulang ke rumah ya ?" tanya Anggun yang mulai risau


"iya nak, karena..."


"tolong temani Anggun disini, ajak Amel juga" balas Anggun memotong perkataan Kesya.

__ADS_1


setelah diam sejenak Kesya akhirnya mengiyakan, dia mengerti perasaan putri sambungnya ini. mereka akhirnya memutuskan ikut menginap di hotel dan Kesya meminta ijin ke suaminya dan juga menantunya agar malam ini tidur bersama Anggun.


__ADS_2