Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Menyimpan Sendiri


__ADS_3

setelah selesai konsultasi dengan dokter, Angga menyuruh Anggun untuk duduk kembali di ruang tunggu sementara dia sibuk menebus obat sembari berbincang dengan perawat yang bertugas mengatur resep yang telah di tuliskan dokter.


Angga menghampiri Anggun namun dengan cepat Anggun bangkit dari duduknya dan berjalan perlahan ke arah suaminya. di liriknya tangan Angga yang kini sudah membawa plastik berisi resep yang sudah di tebusnya tadi.


"ayo, kita mau kemana lagi ?" ucap Angga yang merangkul bahu istrinya dan menuntunnya keluar dari rumah sakit itu


"iya mas..." balas Anggun yang menurut dan jantungnya bergetar karena belum pernah Angga merangkulnya apalagi di tempat umum, meski merasa malu tapi dia senang dengan perlakuan Angga


mereka berjalan santai menuju parkiran dam segera masuk ke dalam mobil. Anggun tak lupa segera memakai sabuk pengaman begitupun Angga lalu mulai mengemudikan mobil.


"kamu mau pergi ke suatu tempat ?" tanya Angga masih menatap ke arah depan


"tidak mas..." balas Anggun dengan cepat karena memang tak memikirkan pergi ke manapun

__ADS_1


"kamu mau makan buah ?" tanya Angga yang membuat Anggun merasa heran dengan sikap Angga yang belakangan ini selalu inisiatif menawarkan apapun


"mmm... sepertinya enak" balas Anggun yang tiba-tiba terbayang rasa mangga muda yang pernah di cobanya


"oke, kita pergi ke tempat yang waktu itu ya" balas Angga dan di balas Anggukan Anggun


tak berselang lama mereka tiba di tempat penjual rujak, Angga menyuruh Anggun menunggu di dalam mobil saja karena matahari kian terik. saat menunggu pesanannya hp nya berbunyi dan segera Angga merogoh isi kantongnya


nama ayah mertuanya tertera di layar hp dan segera Angga mengangkatnya. mereka berbincang cukup lama, Anggun yang memandang dari balik kaca mobil sedikit penasaran melihat senyum Angga.


begitu Angga mematikan panggilan dia segera meraih pesanan dan membayarnya lalu segera masuk ke dalam mobil lalu menyodorkan mangga muda ke arah Anggun.


"terimakasih mas" balas Anggun dengan tersenyum lalu mulai membuka isinya karena tak sabar ingin segera menyantapnya.

__ADS_1


"ohh iya tadi ayah telpon" balas Angga yang mulai menjalankan mobil


Anggun tertegun sejenak, padahal baru saja dia ingin memasukkan gigitan pertama ke dalam mulutnya. dia masih menatap lekat wajah Angga. karena tak mendapat respon Angga menoleh ke arah Anggun dan mereka pun saling beradu pandang.


"kita sudah lama tak berkunjung ke sana, ayah menyuruh kita menginap kalau ada waktu. tapi ayah juga ada rencana mau berkunjung ke sini" balas Angga yang seolah menangkap isi pikiran Anggun, kini Anggun mulai mengunyah mangga muda itu meski tak terlalu bersemangat.


"kamu sudah ada bicara dengan keluarga mu ?" tanya Angga lagi dan Anggun masih diam terpaku menatap ke depan, dia tenggelam dengan pikirannya sendiri


"Anggun.... Anggun..." ucap Angga yang membuat Anggun segera menatap ke arah suaminya


"iya mas" jawan Anggun singkat


"kalau aku bertanya apa Anggun mau cerita semuanya ?" batin Angga yang mulai fokus menyetir karena meskipun sudah pernah mendengar permasalahan di keluarga istrinya namun ingin sekali mendengar langsung dari Anggun.

__ADS_1


Anggun pun mulai memikirkan perkataan Angga, jujur memang dia juga sudah rindu dengam suasana rumah keluarganya. tapi entah apa yang mengganjal di hatinya membuatnya berat untuk kembali atau bertegur sapa dengan keluarga Wijaya


__ADS_2