
Anggun tampak memikirkan perkataan mertuanya sejak tiba di rumah, dia berdiri cukup lama di depan di depan lemari. lamumannya kian berat sejak di kamar mandi, lama berendam memainkan busa sabun. setelah keluar dengan menggunakan jubah handuknya.
"aku rindu semuanya, rindu aroma kamarku. rindu dengan Dewi dan Nica." gumamnya sembari menghela nafas berulang kali tak sadar kalau Angga sudah masuk ke kamar.
Angga tampak biasa saja, menaruh tasnya diatas meja lalu melipat lengan kemejanya. setelah memperhatikan Anggun yang hanya berdiri dengam menatap isi lemari membuat Angga tampak heran lalu memutuskan untuk mendekat.
"kamu ngapain ?" tanya Angga dengan nada datar yang membuat Anggun tersentak lalu dengan cepat membalikkan tubuhnya dan bukkk....
Anggun menabrak dada bidang Angga dengan cepat dia mundur selangkah dan sudah bersandar di lemari masih mengusap keningnya yang tak sakit.
wajah Anggun merah padam, dan masih membisu saja. tatapannya berubah ke arah lain tak ingin menatap Angga lebih lama. sementara Angga masih bingung menatap Anggun dan isi lemari bergantian
"apa yang di pandanginya sejak tadi" gumam Angga karena anggun masih saja membisu.
"mandilah, aku akan menyiapkan pakaian" ucap Anggun mengusir kecanggungannya dan segera membalikkan tubuhnya kembali menatap pakaian.
Angga segera masuk ke kamar mandi dan membasuh tubuhnya, cukup lama dia berada di dalam kamar mandi. sedangkan Anggun sudah mengganti pakaiannya dengan buru-buru agar Angga tak melihatnya.
Angga keluar dari kamar mandi mengenakan handuk menatap ke arah Anggun yang sedang duduk di meja rias, mulai sibuk mengeringkan rambut sebahunya dengan pengering rambut.
Aroma tubuh Anggun menyeruak menusuk hidung Angga, sesekali Angga menelan saliva nya melihat leher Anggun karena rambutnya masih di keringkan. Anggun melihat itu mencoba biasa saja meski dia merasa risih karena terus ditatap. Angga mendekat menuju meja rias membuat Anggun sedikit heran.
deg....
Angga meraih pengering tambut dari tangan Anggun dan mulai mengarahkannya di belakang kepala yang sulit di jangkau Anggun.
"biar ku bantu, di sini juga masih basah. aku juga ingin mengeringkan rambut" ucap Angga dengan santai.
Anggun hanya diam menurut saja, sedangkan Angga sesekali melirik tengkuk leher Anggun yang terus menarik perhatiannya.
__ADS_1
"leher wanita ini terlihat menggoda juga, aku baru sadar" gumam Angga yang menyembunyikan senyumnya.
"sudah kering...." ucap Anggun setelah meraba kepalanya sembari bangkit dari kursi.
"tolong keringkan rambutku juga" ucap Angga menahan langkah Anggun yang ingin melangkah keluar dari kamar.
"biasanya dia juga sendiri melakukannya, kenapa kali ini meminta bantuanku?" gumam Anggun heran lalu mendekat dan meraih pengering rambut dari tangan Angga.
Angga sudah duduk dan memandang wajahnya di depan cermin sesekali melirik ke arah Anggun yang fokus mengeringkan rambutnya. tangan Anggun sangat lembut meraba kepala Angga. senyumnya terukir lalu segera memasang wajah biasa saja ketika Anggun melirik ke arah cermin.
mereka akhirnya turun bersama menuju meja makan lalu duduk, sedangkan Monica masih berada di dalam kamar. bi susi sudah menyediakan makan malam dengan rapi.
"ohhh iya non, tadi keluarga non datang ke rumah tapi saya sudah bilang kalau non Anggun sudah pergi dengan ibu jadi saya beritahu alamat butik" ucap bi susi sambil menaruh gelas diatas meja.
"ohhh iya bi, makasih. tadi sudah ketemu sama mereka di butik" sahut Anggun sembari tersenyum ramah.
"tadi ayah ke sini? kenapa tadi mengabariku ?" ucap Angga setelah mendengar ucapan bi susi
mereka berdua akhirnya mengobrol tentang ayahnya yang muncul di butik dan melihat isi butik itu. mama muncul dan segera duduk, acara makan malam akan dimulai.
Anggun dengan sigap menyiapkan makanan di piring Angga.
"kalau kalian ada waktu berkunjunglah ke rumah ayahmu" ucap Monica menatap kearah keduanya secara bergantian.
"iya ma, memangnya Anggun maunya kapan. biar Angga liat jadwal" ucap Angga yang melirik ke arah Anggun
"hhmmm entahlah...." jawab Anggun yang tampak bingung lalu segera menyiapkan makanan di piringnya dan menikmati makan malamnya.
Anggun mulai berpikir sejenak jauh di lubuk hatinya dia ingin pulang tapi setelah pisah rumah dari ayahnya membuatnya merasa sedikit canggung untuk menginjakkan kaki di rumah itu.
__ADS_1
lamunan Anggun kembali melayang, sembari mengunyah makanannya dia menatap ke sembarang arah. Monica tentu bisa melihatnya dengam jelas sedangkan Angga tidak tau apapun.
Monica mencolek lengan Angga membuat anaknya itu segera menatap ke arahnya. Monica memainkan mata seolah memberi kode. dengan tatapan bingung Angga mengikuti lirikan mata mamanya dan melihat Anggun masih terbuai dengan lamumannya.
"apa yang di pikirkan Anggun ?" gumam Angga yang kemudian melirik ke arah mamanya dan mengangkat kepala dan bahunya seolah meminta penjelasan.
Monica membuka mulutnya tanpa bersuara "rindu rumah" ucapnya membentuk vokal sehingga Angga akhirnya paham.
"hmmm uhukk...uhukkk " Angga sengaja batuk agar lamunan Anggun pecah.
Anggun segera melirik ke arah Angga dan memberikan segelas air. dengan pelan Angga meneguk air itu.
makan malam pun selesai semuanya bergegas menuju kamar masing-masing. Anggun bari saja keluar dari kamar mandi dan duduk di meja rias. mulai mengolesi produk kecantikan di wajah dan beberapa tubuhnya hingga aroma tubuhnya kian menggoda. sedangkan Angga masih duduk dan membaca laporan di atas meja.
"lusa kita ke rumah ayah ya, kebetulan jadwalku kosong" ucap Angga yang membalikkan tubuhnya dan menatap Anggun yang wajahnya terlihat kian cantik
"hmmm terserah kamu aja" ucap Anggun pelan lalu berjalan menuju ranjang dan membalut tubuhnya dengan selimut.
Angga tampak heran dengan reaksi Anggun yang tampak ragu, namun wanita itu masih saja tertutup tak mau menceritakan isi hatinya.
Angga kembali sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Anggun sibuk memainkan hp nya mengirim pesan ke Dewi dan Nica lalu membuka aku media sosialnya. sesekali Anggun tersenyum membaca isi pesan dari kedua sahabatnya me,buat Angga melirik dan mulai berpikiran lain.
"bisa tersenyum juga rupanya dia, tapi dengan siapa. kenapa tak pernah melempar senyum itu ke arahku" gumam Angga yang melirik Anggun tanpa di sadari wanita itu.
Angga menyimpan laporan yang dibacanya lalu menyeret langkah kaki menuju ranjang dan berbaring di samping Anggun, membiarkan wanita itu sibuk dengan dunianya. Anggun yang mulai kelelahan akhirnya memejamkan mata dengan hp yang masih di genggamnya. Angga yang sejak tadi penasaran akhirnya mengambil pelan hp itu dan mulai membukanya.
Angga membaca isi obrolan ketiga wanita itu lalu ikut tersenyum, lalu membuka akun media sosial dan melihat apa saja yang dilihat wanita itu. Angga akhirnya tau apa nama akun Anggun yang didalamnya tak ada satu foto pun, hanya foto profilnya yang terlihat senyum manis.
"siapa lelaki ini ?" gumam Angga setelah melihat galeri foto dan melihat beberapa foto mesra antara Anggun dengan seorang lelaki. mereka tampak bahagia dengan senyum yang lebar di sudut bibirnya.
__ADS_1
Angga kemudian menyimpan hp di dekat Anggun seperti semula agar tak dicurigai oleh Anggun.