Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Pulang


__ADS_3

Anggun terbangun masih dengan balutan selimut menutupi seluruh tubuhnya, melirik pelan seisi kamarnya dan tak menemukan bayangan lelaki itu. terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi.


Angga akhirnya keluar dengan pakaian yang sudah rapi mengeringkan kepalanya dengan mengusapnya dengan handuk. Anggun mencoba bangun namun masih terasa sakit.


menyeret langkah kakinya dengan perlahan, Angga melirik sejenak karena mendengar ringisan Anggun. Ada perasaan bersalah karena melakukan kejadian tadi.


Anggun berdiri dan menatap cermin, melihat tanda merah di sekujur tubuhnya.


"apa harus sesakit ini ?" gumamnya lalu membasuh tubuhnya dengan perlahan.


baru saja Anggun keluar dari kamar mandi denhan mengenakan jubah handuk dan menatap ke arah jendela. disana Angga tampak mengamati pemandangan luar. langit jingga sangat indah.


"setelah makan malam kita akan segera pulang" ucap Angga yang melirik ke arah Anggun yang tengah mengambil pakaian di dalam lemari


Anggun hanya diam saja meski hatinya teramat berat meninggalkan rumah ini.


****


acara makan malam penuh penghayatan, kali ini semuanya lengkap. Wijaya sangat senanh karena anak dan menantunya ikut makan bersama mereka.


selesai makan malam Angga menyampaikan niatnya.


"ma, yah, hari ini kami akan kembali ke rumah ya" ucap Angga membuat Wijaya mengangkat kedua alisnya.


"kenapa cepat sekali, besok saja pulangnya ya" ucap Wijaya yang masih rindu dengan suasana sekarang.


"nak, kalau tak terlalu sibuk besok saja pulangnya, ini sudah malam. baru tadi pagi kamu sampai disini" ucap Kesya yang berusaha menahan menantunya


Angga akhirnya mengalah karena tak ingin menolak keinginan kedua mertuanya sementara Anggun merasa senang dan terlihat senyum tipis di bibirnya.


"kamu senang karena tak pulang malam ini ?" batin Angga yang sempat melirik ke arah Anggun.


mereka cukup lama mengobrol disana, sedangkan Amel dan Niko sudah kembalu ke kamarnya untuk belajar. sementara Anggun yang sudah tak sabaran lagi ingin segera menemui Nica dan Dewi namun sungkan untuk pergi meninggalkan mereka.


Anggun masih sangat sibuk memainkan hp nya, membalas pesan di group mereka. Angga menyadari itu.


"malam ini jangan harap untuk pergi bersenang-senang" batin Anggun yang masih mendengarkan suara ayah mertuanya.


Anggun kian gusar lalu perlahan menggeser kursinya membuat ketiganya menatap secara bersamaan.

__ADS_1


"kamu mau kemana Anggun" ucap Wijaya yang menahan langkah kaki Anggun.


"mmm mau ke kamar yah" ucap Anggun lirih


"di sini saja kita mengobrol, atau mau pindah ke ruang tamu biar lebih leluasa ?" ucap Wijaya memberi saran sembari melirik Angga dan Kesya.


"bukan yah, kalian aja ya" ucap Angga lalu menyeret langkah kaki nya dengan pelan menaiki anak tangga.


Anggun dengan semangat segera mengganti pakaiannya lalu duduk di depan cermin memoles wajahnya. terdengar suara panggilan dan segera Anggun mengangkatnya.


"hallo, udah dimana ?" ucap Nica yang sudah hampir selesai


"iya ini masih di rumah, tadi ngobrol dulu sama keluarga. "


"ok, nanti kita jemput ya" ucap Nica lalu menutup panggilan.


Anggun sudah selesai dan memakai sepatunya, baru saja hendak membuka pintu namun muncul Angga dengan cepat lalu menutup pintu lagi.


"mau kemana jam segini ?" ucap Angga dengan nada datar


"mau keluar sebentar ketemu teman" ucap Anggun yang meraih handle pintu namun di tahan Angga


"ini terakhir kalinya besok kan kita sudah pulang" ucap Anggun yang akhirnya melepaskan tangannya dari handle pintu.


"aku tidak mengijinkan.....!!!" ucap Angga yang mengunci kamar lalu mengantongi kuncinya membuat Anggun sangat kesal.


"Aku membencimu...." ucap Anggun yang membanting tasnya lalu duduk di depan meja rias.


dia benar-benar kesal, rasa bencinya kian bertambah. suara hp nya berdering. Anggun lalu meraih tas yang sudah berada di lantai.


"kita sudah di depan rumah, keluar dong" ucap Dewi


"kalian aja ya, aku gak jadi ikut maaf baru kasih kabar" ucap Anggun dengam kesal melirik ke arah Angga yang sibuk memainkan hpnya sembark bersandar di ranjang.


panggilan mereka akhirnya terputus dan Anggun menghapus riasan di wajahnya lalu bergegas ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya yang terbilang lumayan seksi.


Angga tersenyum penuh kemenangan.


flashback...

__ADS_1


Anggun berjalan meninggalkan mereka, membuat Angga dan kedua mertuanya saling melirik. Wijaya kemudian menghela nafas panjang.


"begitulah Anggun selama ini, lebih suka di luar daripada di rumah ini. sudah ayah duga pasti dia akan segera pergi dan pulang tengah malam" ucap Wijaya yang merasa kecewa dengan ulah Anggun.


"ayah tenang saja, biar Angga yang bicara ke Anggun. kalau begitu saya ke atas dulu ya yah, ma..." ucap Angga menggesee kursinya dan pamit ke kedua mertuanya itu.


"ayah jangan terlalu banyak pikiran, semoga saja Anggun menurut dengan suaminya" ucap Kesta yang mencoba menenangkan suaminya.


mereka cukup lama masih duduk berdua disana dan tak melihat tanda-tanda kemunculan Anggun.


"sepertinya Angga berhasil ma, Anggun tidak jadi pergi malam ini" ucap Wijaya sembari tersenyum


mereka pun memutuskan pergi menuju kamar dan beristirahat, Wijaya bersyukur dan merasa tak salah sudah menikahkan putrinya dengan Angga. karena Anggun mau mendengarnya.


sementara di dalam kamar, Anggun mulai memainkan hp nya mengusir kebosanannya sampai kedua bola matanya lelah dan akhirnya tertidur. Angga yang melirik sejenak lalu tersenyum lagi, meraih pelan hp nya dan mulai memeriksa lali meletakkannya lagi di tangan Anggun.keduanya pun tertidur pulas malam itu


****


pagi sudah menjelang dan Anggun bangun terlebih dahulu segera bergegas menuju kamar mandi dan berendam cukup lama. Angga yang terbangun merenggangkan tubuhnya melirik ke sampingnya namun tak mendapati sosok Anggun.


dengan tatapan yang masih mengantuk Angga masuk ke dalam kamar mandi.


"ahhhh.....jangan ke sini" teriak Anggun sembari menutupi tubuhnya


Angga tampak terkejut karena tak menyangka Anggun tengah berendam


"ma..maaf, kamu tidak kunci pintu" ucap Angga membela diri dan masih menatap Anggun, tanpa disadarinya dia menelan salivanya.


"Keluar....." jerit Anggun sembari memukul air sampai wajahnya terkena percikan itu.


"i...iya, maaf" ucap Angga lagi lalu segera bergegas keluar dan menutup pintu. lalu menghela nafas panjang sembari bersandar di depan pintu itu.


"memangnya kenapa harus malu, aku sudah melihat semuanya kemarin. pagi-pagi sudah membuatku ingin melakukan lagi" batin Angga sembari menggelengkan kepalanya lalu duduk di tepi ranjang.


Anggun sudah keluar dari kamar mandi dengam balutan handuk di kepalanya, mempertontonkan lehernya membuat Angga menatap lama. tentu saja diketahui Anggun dan membuatnya cukup risih.


"ihhh dasar mesum" batinnya lalu mulai mengeringkan rambutnya di depan meja


mereka akhirnya berpamitan pada kedua orangtuanya juga kedua adiknya, sepanjang perjalanan Anggun hanya terdiam. sementara Angga fokus menyetir dan kali ini lebih bisa mengatur emosi jika ada yang mengemudi ugal-ugalan karena tak ingin membuat Anggun menangis seperti sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2