
Anggun masih terlelap dalam tidurnya sementara Angga sudah bangun lalu mulai sibuk lari pagi, dia tak lupa jadwal ke dokter untuk memeriksa kandungan istrinya. Angga sudah berniat agar mereka ke dokter jam sembilan pagi karena tak ingin mengantri cukup lama.
Anggun menggeliat pelan lalu membuka kedua matanya di liriknya disamping namun tak menemukan batang hidung suaminya. dia masih merasa malas untuk bangun dan memilih menggeliat sembari menarik selimut sampai menutupi ujung kepalanya.
Angga sudah tiba di rumah dan masih duduk santai menikmati titik embun di teras, aroma pagi memanh cukup menyenangkan. di liriknya jam yang tertera di layar hp nya masih menunjukkan jam tujuh pagi. Angga bergegas menuju kamarnya.
Angga membuka perlahan handle pintu kamarnya lalu melirik ke arah ranjang dan mendapati istrinya masih di balut selimut. Angga perlahan masuk lalu duduk di tepi ranjang.
"Anggun.... bangun..." ucap Angga lirih sembari menyentuh lembut selimut yang menutupi penuh tubuh istrinya.
"e......." balas Anggun lirih sembari membuka pembungkus kepalanya
"kamu masih ngantuk ?"
"hmmm...." ucap Anggun yang sedikit menggelengkan kepala karena memang dia tak terlalu mengantuk hanya saja sangat senang merebahkan tubuhnya sampai saat ini
"kamu sakit ya ?" balas Angga lagi sembari melekatkan telapak tangannya ke kening istrinya yang terasa suhu tubuhnya normal, Anggun pun memgimbangi dengam gelengan kepala
"kita nanti ke rumah sakit, aku mandi dulu ya" balas Angga yang segera bangkit dari tepi ranjang
"ha..... hari ini, tapi kan... kata mama..." balas Anggun yang menghentikan langkah kaki suaminya.
Anggun masih bingung pasalnya yang dia ingat sudah membuat janji dengan dokter beberapa hari lagi dan di temani mertuanya.
"kemarin kan kamu jatuh, kita harus periksa sebelum fatal" balas Angga yang menangkap jelas kebingungan di air muka Anggun
"ohhh iya mas..." balas Anggun yang tak ingin banyak berkomentar karena takut melihat Angga marah lagi
Angga mandi lumayan lama, dia membasuh tubuhnya berulang kali karena rasa lelah setelah olahraga belum hilang. guyuran air dingin membuatnya semakin merasa nyaman dan segar.
__ADS_1
Anggun yang ingin bangkit untuk menyiapkan pakaian suaminya terhenti dan melihat ke kakinya yang masih terlihat sedikit bengkak.
"padahal tak jatuh terlalu parah tapi kenapa bisa sesakit ini" batin Anggun yant merasa heran dengan kakinya
Angga baru saja keluar dari kamar mandi dan Anggun masih duduk bersandar di atas ranjang, dia ingin menghampiri tapi di tahan oleh Angga. dia menyiapkan pakaiannya sendiri.
"biar aku bantu ya" ucap Angga yang melihat Anggun sudah menginjakkan lantai dan masih merasa kesulitan
"tak perlu mas, aku bisa sendiri" balas Anggun sembari melambaikan telapan tangannya lalu berjalan pelan menuju kamar mandi dan Angga menatap langkah Anggun yang masih terbatas.
Anggun mulai melepaskan semua pakaiannya dan mulai berendam di bathaup, dia sangat menikmati air hangat itu. karena terlalu asik didalam kamar mandi, Angga pun mulai mengetuk pintu membuat Anggun sedikit terkejutl
"jangan lama-lama ya, biar kita tak mengantri panjang saat di sana" balas Anggun sedikit menaikkan suaranya agar Anggun mendengar
"i...iya mas,.." balas Anggun yang mulai merasa tak enak hati karena membuat Angga menunggu.
Angga segera membalikkan badannya namun terhenti lalu kembali mendekat ke arah pintu kamar mandi lalu mencoba memutar handle pintu
terdengar suara pintu terbuka sangan pelan, membuat Angga tak percaya karena Anggun lupa mengunci. Angga memasukkan kepalanya lalu mulai melirik kearah dalam dan melihat Anggun masih asyik bermain busa
Angga sumringah melihat tingkah istrinya yang seperti bocah, Anggun yang merasa aneh segera melirik ke arah pintu.
Aauuuwww...
"mas Angga ke..." Angguj terkejut lalu menyilangkan kedua tangannya menutup bagian leher nya
"iya maaf...maaf ya, aaa aku tadi, aku tak sengaja.." balas Angga yang memotong ucapan Anggun lalu segera menutup pintu kamar mandi lalu segera turun ke bawah untuk menikmati sarapannya.
Anggun yang masih merasa malu, segera meraih handuk dan membalut tubuhnya kemudian keluar dari kamar mandi dengan perlahan namun tak menemukan suaminya lagi. Anggun segera memakai pakaiannya dan mulai merias wajahnya sebelum memutuskan turun dan menghampiri suaminya.
__ADS_1
****
"bagaimana keadaannya dok ?" tanya Angga saat dokter mulai menempelkan alat dengan lembut di perut istrinya
"semuanya baik-baik saja pak, perkembangannya juga semakin terlihat. ini yang di tengah ini janinnya semakin bertumbuh" balas dokter itu yang masih fokus menatap ke layar monitor
"syukur kalau begitu, saya agak khawatir apalagi dia hampir jatuh dari tangga" balas Angga
"masih aman pak, tapi memang harus hati-hati karena ini masih trismester pertama jadi masih rentan. sebelumnya sudah pernah usg ?"
"sudah dok, tapi di kota x" balas Anggun
"ohh apa ada resep obat yang di berikan ?"
"ada dok,"
"apa saja resep obatnya ?" tanya dokter itu lagi dan Anggun mulai mengingat meski agak bingung dengan pertanyaan beruntun dari dokter. Angga mulai mengeluarkan hp nya dam menyebutkan nama-nama obat milik istrinya.
"kok kamu bisa tau mas ?" tanya Anggun heran
"iya karena aku sempat foto lalu menanyakannya ke dokter Reza" balas Angga dan di sahuti dengan Anggukan kepala Anggun
"ohhh resep itu sudah bagus, bisa di lanjutkan lagi karena memang kondisi ibu lemah" balas dokter membuat keduanya menatap lekat kearah dokter
"kenapa bisa begitu dok ?" tanya Angga lagi yang masih tak mengerti
"karena ibu Anggun kekurangan asupan gizi, memang awalnya susah sekali untuk makan karena merasa mual, tapi harus tetap di isi dan juga karena bekerja yang menyita tenaga lebih itu juga bisa membuat ibu Anggun cepat lelah"
"ohhh iya dok" balas Anggun yang kini sudah merapikan pakaiannya dan di bantu oleh Angga.
__ADS_1
Angga menatap lekat kearah Anggun seolah memberi peringatan agar mengindahkan perkataan dokter itu. Anggun yang menangkap tatapan dalam itu segera mengalihkannya ke arah dokter yang masih membuat catatan pemeriksaan rutin untuk Anggun.