Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Tanpa Tujuan


__ADS_3

Angga kembali ke rumah dengan tangan kosong, dia sudah berkeliling selama tiga jam dan tak menemukan keberadaan Anggun. dia sengaja menunggu agar tidak bertemu dengan mamanya karena bingung harus berkata apa nanti


perutnya masih kosong namun dia memutuskan segera masuk ke dalam kamar merebahkan tubuhnya dengan kasar namun perasaannya masih was-was apalagi panggilannya kali ini benar-benar tak terhubung.


"Anggun, kenapa kamu mematikan hp mu. kenapa tingkahmu seperti anak kecil" ucapnya lirih dam mulai melihat seisi kontak di hpnya.


dia memutuskan untuk menghubungi keluarga wijaya karena mungkin saja Anggun pulang ke rumah orang tuanya.


"hallo, selamat malam yah. bagaimana kabarnya" ucap Angga yang sedikit ragu harus mulai dari mana


"hallo, selamat malam nak Angga, kita di sini juga sangat baik. bagaimana keadaan kalian di sana ?" balas Wijaya yang senang karena menantunya menghubunginya


"kami di sini juga sangat baik yah, apa Angga mengganggu waktu ayah ?"


"ohhh tentu tidak, sudah lumayan lama juga kita tidak mengobrol. Anggun dimana? apa dia juga baik-baik saja ?"


deg...


"Anggun tak ada di rumah keluarganya, jadi dia ada dimana sekarang ?" batin Angga yang terdiam sejenak


"nak Angga, hallo...." ucap wijaya karena tak mendengar suara dari seberang


"ehhh iya yah, Anggun juga baik" balas Angga merasa bersalah karena berbohong

__ADS_1


"ohhh dimana dia, ayah mau bicara sebentar saja "


"ehhhh dia sudah tidur yah, belakangan ini dia kelelahan karena aku mengajaknya ke kantor dan menyuruhnya belajar" ucap Angga yang semakin gugup


"ohhhh Anggun sekarang mau ke kantor ? padahal dari dulu dia tak mau kalau berurusan dengan perusahaan keluarga. tolong kamu jaga Anggun ya " ucap Wijaya yang senang karena putrinya kini mau belajar mengelola perusahaan


"iya pasti yah" jawab Angga yang semakin merasa bersalah dan pembicaraan mereka pun berakhir.


Angga masih sibuk memainkan hp nya sampai ingat dengan nama aku media sosial istrinya dan mulai mencari namun tak ada apapun. Angga mulai mencari teman terdekatnya di bagian followers dan menemukan nama Dewi.


"aku pernah melihat wanita ini dekat dengan Anggun, ya..aku tak salah lagi" ucapnya bicara sendiri lalu mulai mengirim pesan ke akun Dewi.


sementara di tempat lain, Anggun tampak bingung harus pergi kemana. dia sudah tiba di kota kelahirannya. namun dia enggan untuk pulang ke rumah dia hanya ingin menghabiskan waktu sendiri.


"atau aku bermalam saja dulu di dalam mobil, aku parkirkan saja disini" batin Anggun yang mendapat ide lalu memutuskan untuk masuk ke minimarket untuk membeli beberapa cemilan lalu kembali ke mobil. untung saja dia membawa selimut kecil yang bisa dipakainya sekarang.


sebuah pesan masuk ke hp Angga, ada notifikasi penggunaan kartu kredit miliknya yang pernah di berikannya kepada Anggun.


"minimarket dimana ini" ucapnya lagi sembari mencari lokasi itu dan menemukan bahwa itu sudah di kota x


"jadi kamu sudah di sana, tapi kenapa tak pulang ke rumah orang tuamu. setidaknya aku merasa sedikit tenang kalau kamu berada di tempat aman" ucapnya dalam hati yang akhirnya mendapat kabar baru.


Anggun mengaktifkan kembali hp nya dan mulai berselancar di akun media sosialnya, belum lama setelah itu sebuah panggilan masuk yang tak lain adalah dari Angga. dia menolak panggilan itu berulang kali. sebuah pesan kembali masuk.

__ADS_1


"apapun yang kamu mau akan ku turuti tapi sekarang pulanglah dulu ke rumah ayah, besok aku akan menjemputmu" Anggun terkejut membaca pesan itu.


"bagaimana bisa mas Angga tau aku sudah di kota ini ?" batin Anggun yang memilih tak membalas isi pesan itu.


tak berselang lama sebuah panggilan kembali masuk yang tertera nama Dewi. segera Anggun mengangkatnya.


"kamu dimana Anggun ? kenapa sejak tadi hp mu tak aktif ?" suara Dewi segera terdengar dari seberang begitu Anggun mengangkat teleponnya


"aku ada di rumah, memangnya kenapa Dew ?"


"jangan bohong, kamu di rumah mana ?"


"di rumah suamiku lah, jadi mau dimana lagi" ucap Anggun masih berbohong


"apa kita masih bersahabat ? kenapa kamu berbohong padaku ?" ucap Dewi yang membuat jantung Anggun berirama cepat


"darimana dia tau kalau aku sedang berbohong" batinnya yang heran sembari melirik ke luar khawatir kalau ada orang yang mengenalinya sedang mengamatinya dari luar


"sekarang kamu dimana ?, biar aku jemput"


"tak perlu, jangan khawatir. berikan aku waktu sendiri aku akan cerita kalau waktu sudah tepat" ucap Anggun lalu mematikan panggilannya dan air matanya mengalir karena merasa bersalah memperlakukan Dewi seperti itu.


Anggun kembali menonaktifkan hp nya dan mencicipi cemilan yang di belinya tadi.

__ADS_1


sementara Angga memutuskan untuk pergi menuju kota X malam itu juga karena perasaan masih belum tenang. dia belum menceritakan ke mamanya karena khawatir Monica akan sakit.


__ADS_2