
Monica sedang sibuk melayani pembeli sedangkan Anggun hanya mengamati saja, Monica memang sengaja mengajak menantunya agar dia tak merasa bosan. Anggun sesekali berkeliling mengamati pakaian dari beberapa desainer terkenal di kota itu.
menjelang siang, mereka pergi ke sebuah restoran dan menikmati makan siangnya di situ. pelayan sangat ramah dan menunduk hormat ke Monica membuat Anggun sedikit bingung.
"kita urus restoran ini sama-sama ya..." ucap Monica yang membuat Anggun semakin bingung
"restoran ini baru sebulan di buka, untunglah banyak yang berminat mampir. mama masih belajar juga" sahut Monica lagi yang membuat Anggun takjub karena restoran ini ternyata milik mertuanya.
mereka bercerita panjang lebar, sampai lupa waktu. setelah melirik kearah jarum jam yang menunjukkan sudah jam 3 sore, mereka akhirnya keluar dari restoran lalu pergi ke mall, sekedar berkeliling. Monica selalu mencari ide kreatif melalui beberapa toko yang di datanginya. Anggun berkeliling sendiri menikmati pemandangan yang sudah lama tak dilihatnya.
"kamu mau beli apa, biar mama bawa ke kasir" ucap Monica menghampiri menantunya yang sejak tadi asik berkeliling. Anggun hanya menggelengkan kepala lalu mereka pun keluar dari satu toko ke toko lain.
waktu sudah sore, mereka akhirnya sampai di rumah dan masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Monica baru saja mendapat telepon dari Angga kalau dia akan keluar kota untuk menemui klien jadi tak pulang malam ini.
makan malam tiba, hanya ada Anggun dan mertuanya di meja makan. Anggun tak bertanya sama sekali dan lebih banyak diam. suasana begitu hening karena biasanya akan di isi oleh obrolan antara ibu dan anak.
Anggun kembali ke kamar dan mengurung diri, memainkan hp nya dan mengirim pesan ke Dewi dan Nica. keadaan kedua sahabatnya itu kini lebih baik. Dewi di ijinkan bekerja tapi harus di perusahaan papanya, sedangkan Nica kembali melamar pekerjaan di perusahaan lain. dan sesekali mereka berdua curi-curi waktu untuk pergi ke club.
mereka berswafoto lalu mengirimnya ke Anggun, membuat Anggun sedikit iri dan merindukan masa itu. dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang, menatap langit-langit kamar. rasanya dia sangat merindukan semuanya, keluarganya, adiknya Amel yang cerewet dan Niko yang suka jahil. dan masa ketika dia bebas pergi kemanapun sendirian.
suara ketukan pintu membuat Anggun terkejut lalu segera bangkit berdiri, Monica menyapanya dan masuk ke dalam kamar.
"kamu sudah tidur ya " ucap Monica karena Anggun agak lama membuka pintu
"gak ma, tadi dari kamar mandi" ucapnya berbohong.
__ADS_1
"ini kamu pakai ya, tadi mama liat bagus di toko. cocok untukmu" ucap Monica sembari menyodorkan sebuah paper bag membuat Anggun yang penasaran segera membukanya dan matanya terbelalak.
ketika berkeliling tadi Monica melihat dres tidur yang sangat manis, kainnya sangat halus meski pun terlihat seksi jika dipakai tapi menurutnya tak masalah karena dipakai hanya untuk tidur.
"tapi ma... ini a... agak terbuka" ucap Anggun ragu tak ingin membuat mertuanya kecewa sembari memegang dres yang hanya punya tali satu dengan ujung telunjuknya.
"kamu pakai dulu, mama mau lihat" ucap Monica lalu mendorong pelan tubuh Anggun menuju kamar mandi.
meski tampak ragu Anggun hanya menurut saja dan cukup lama dia berdiam di kamar mandi karena merasa seperti tak memakai apapun. suara ketukan pintu akhirnya membuatnya memberanikan diri keluar.
dres tidur berwarna peach yang hanya selutut dengan tali satu yang memperjelas bagian leher sampai bahu mulusnya bahkan dadanya juga. apalagi dengan rambut sebahu yang di kuncir tinggi semakin memperjelas lekuk tubuhnya.
"wahhh tu kan, sangat cocok untuk kamu" ucap Monica memuji kecantikan alami Anggun dan merasa tidak salah membeli produk.
Anggun ingin menggantinya tapi di larang Monica, mereka akhirnya mengobrol berbagai topik dan kini sudah berada diatas ranjang. Anggun menutupi seluruh tubuhnya karena merasa malu.
"kalau mas Angga lihat, aku malu sekali" batin Anggun yang tampak was-was sesekali melirik jam dinding khawatir kalau Angga sudah pulang
"kalian jarang bertukar kabar ya ?" ucap Monica penuh selidik dan melihat Anggun menggeleng pelan sembari tersenyum tipis
"kamu bisa telepon Angga kalau ada apa-apa" celetuk Monica lagi sembari memeluk hangat Anggun layaknya anak sendiri.
"kamu sudah tau nomor telepon Angga kan ?" ucap Monica lagi dan masih mendapat gelengan kepala dari Anggun, membuatnya menghela nafas pelan. mencoba bersabat dengan tingkah pengantin baru ini.
"Astaga.... kalian sudah hampir sebulan menikah belum bertukar nomor telepon, mana hp kamu sini..." Ucap Monica yang mulai gemas, segera Anggun bangkit dari ranjang dan meraih hp nya yang terletak di meja rias dan memberikannya ke mertuanya.
segera Monica mengetik dengan lihai yang tak lain adalah nomor Angga, dia sudah hapal nomor ke tiga anaknya, karena mereka sangat sering di hubungi. Monica lalu menekan panggilan dan terdengar suara dari seberang.
__ADS_1
"hallo...." suara Angga setelah menerima panggilan dari nomor baru
"hallo... Angga, ini mama pake telepon Anggun. kamu sudah makan ?" ucap Monica yang sengaja mengaktifkan pengeras suara agar Anggun ikut mendengar.
"ohhh mama... iya ma, Angga sudah makan. apa kalian baik-baik saja?" sahut Angga lagi
"tentu, mama sama Anggun baik-baik aja. udah ya da.... ehh jangan lupa save nomor Anggun" ucap Monica lalu memutuskan panggilan.
mereka lanjut bercerita banyak hal, Anggun menanyakan kisah persahabatan antara mertuanya dengan mamanya. dan Anggun sangat menikmati cerita itu, sampai mereka tertidur pulas.
jam sudah menunjukkan tengah malam, suara pintu kamar terbuka membuat Monica terbangun. ternyata Angga pulang dan membuat tanda telunjuk di mulutnya agar mamanya tak bersuara karena khawatir ikut membangunkan Anggun.
Monica bangkit dari tidurnya dengan perlahan, lalu mendekat ke arah Angga sembari bisik-bisik.
"lohh kok pulang, katanya mau ke luar kota malam ini " ucap Monica masih menahan kantuk.
"iya ma, mendadak di batalkan klien ada keperluan mendadak, jadi di undur beberapa hari lagi" ucap Angga yang meletakkan tas kerjanya dan melipat lengan kemejanya.
matanya terbelalak saat menatap ke arah Anggun yang terlihat bergerak sehingga selimut diatas dadanya agak bergeser, membuat tubuhnya sedikit terekspos. Angga menelan salivanya lalu memalingkan wajahnya ke arah mamanya seolah meminta penjelasan dengan yang baru saja dia lihat.
"tadi mama bawa Anggun keluar, pergi ke butik trus ke restoran trus mampir ke mall. akhirnya mama beli dress itu untuk Anggun" ucap Monica yang menghampiri Anggun lalu menyelimuti tubuhnya lagi sampai ke leher.
Anggun menggeliat pelan dengan mata menyipit menatap ke mertuanya lalu duduk hingga selimut yang di pakai tadi bergeser lagi.
"mama... kenapa gak tidur ?" sahutnya masih belum sadar ada Angga disana, dengan suara parau dan menggaruk pelan kulit lehernya membuat Angga semakin berat menelan salivanya.
"sstttt.... kamu bobo lagi, mama gak kemana-mana" ucap Monica menyuruh Anggun kembali berbaring dan menyelimutinya lagi lalu menepuknya dengan pelan seperti menidurkan bayi.
__ADS_1
Monica akhirnya keluar dari kamar itu dan Angga segera menuju kamar mandi lalu membersihkan diri. selesai dengan ritual mandinya dia bergegas memakai piyama dan menuju ranjang, matanya lagi-lagi tak bisa berkedip sembari menghela nafas pelan.
"kenapa selimutnya turun lagi, mama memang aneh. kenapa membeli baju aneh itu" batin Angga sembari menyelimuti Anggun yang memang banyak bergerak saat tidur kalau saja dia sadar pasti tak rela tubuhnya dilihat oleh orang lain. Angga lalu ikut berbaring dan menutup mata.