Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Kabar Terbaru


__ADS_3

malam harinya Dewi sudah menjemput Nica di kediaman orang tuanya mereka mau menikmati sepanjang malam di lantai disco. Dewi mengamati Nuca yang terlihat sibuk memilih pakaian di lemarinya.


"aku tak punya baju....." jerit Nica sampai suaranya melengking mengisi ruangan kamar itu.


"ckckck...... itu yang satu truk apa ? sampah ?!" balas Dewi yang menyentuh telinganya karena merasa suara sahabatnya itu hampir saja memecahkan gendang telinganya.


"hahahha, sedang tidak mood. kita tak jadi pergi aku mulai malas" balas Nica sembari menghempaskan tubuhnya diatas ranjang membuat Dewi sedikit bergeser


"heh.... kamu lupa sama rencana kita. kita sudah bersusah payah mikirin caranya agar Anggun keluar dari rimbanya" balas Dewi sembari mencubit kedua pipi Nica sampai raut wajahnya terlihat lucu.


"iya...iya...iya... tunggu sebentar" ucap Nica yang melepaskan cubitan sahabatnya lalu bergegas kembali menuju lemari.


Dewi yang sempat memutar kedua bola matanya sembari menghelas nafas berat akhirnya turun dari ranjang dengan malas lalu mendekat ke arah lemari yang di pandangi Nica.


"ini, pakai ini saja. ini sangat cocok untukmu malam ini" ucap Dewi yang hanya melirik isi lemari selama beberapa menit lalu melekatkan pakaian ke tubuh Nica.


Nica hanya bisa pasrah lalu menggantinya di kamar mandi, Dewi kembali duduk dan memainkan kamera hp nya dia mulai sibuk berswafoto. tiba-tiba sebuah panggilan masuk yang tak lain adalah nama Angga. segera Dewi mengangkatnya.


"bagaimana ? kalian sudah menemukan keberadaan Anggun ?" suara Angga segera terdengar tak sabaran begitu Dewi mengangkat panggilan itu


"belum.... sebenarnya masalah kalian apa ? Anggun sangat jarang bertindak begini. kami bahkan di abaikan olehnya" ucap Dewi yang sejak awal penasaran dan baru kali ini berani bertanya


"hufffttt aku yang salah, pokoknya kalau ada info sedikit pun tolong kabari aku" ucap Angga lalu mematikan hp nya Dewi semakin heran dengan pasangan itu.


"mereka berdua memang jodoh, sama-sama misterius dan aneh" ucap Dewi lalu melanjutkan swafotonya.


mereka akhirnya meninggalkan rumah dan pergi menuju tempat favoritnya. setelah tiba di sana mereka saling bertegur sapa dengan beberapa teman yang sudah mereka kenal di club itu.


"ehhh jangan lupa foto" ucap Nica mengingatkan karena Dewi sudah mulai asyik sendiri dengan minumannya


"ohhh iya ya... pakai hp mu saja" ucap Dewi yang sudah malas untuk bergerak


"idih....." balas Nica dengan tampang sinis namun segera mengeluarkan hp nya dan mereka berfoto dengan banyak gaya.


Nica segera mengirim beberapa foto itu ke group pertemanan mereka. dan masih menunggu reaksi dari Anggun.


Anggun baru saja selesai dengan makan malamnya sejak tinggal bersama suaminya dan mertuanya dia jadi terbiasa untuk makan malam dan sesekali mengingat suasana rumah itu.


hp nya tiba-tiba berbunyi dan segera di raihnya dan mengamati setiap pesan yang masuk.


"kami rindu sama kamu.... kapan lagi kita bisa begini, kamu dimana sekarang biar kita jemput...." isi pesan dari Nica sesaat setelah mengirim foto mereka yang sedang menikmati dunia malam.


"hahahha..... aku sudah tua jadi tak pantas lagi berada di tempat gemerlap begitu" balas Anggun yanh masih menikmati makan malamnya sendiri di kosannya

__ADS_1


Nica melompat dari kursinya membuat Dewi sedikit terkejut lalu menunjukkan kalau ada pesan dari Anggun. mereka berdua mengamati isi pesan itu.


"kalau kamu sudah tua lalu bagaimana dengan kami ? kami sudah jadi nenek gayung dong ?" balas Dewi setelah merampas hp Nica


"ups...... bukan aku yang bilang ya, hahahha. kalian jangan pulang malam. selamat bersenang-senang ya. kapan-kapan kita akan bertemu" balas Anggun lalu menonaktifkan hp nya dan segera merebahkan tubuhnya diatas ranjang


di pandanginya langit kamarnya pikirannya melayang entah kemana saja, mengenang masa indahnya bersama kedua sahabatnya. mengenang masa terberatnya. dia menghela nafas lalu memiringkan tubuhnya dan mulai memejamkan mata.


"kalau sekarang kita ketemuan bagaimana ? kita cari tempat lain ya" balas Dewi namun tak mendapat balasan lagi.


Dewi akhirnya menelepon namun ternyata sudah tidak aktif lagi membuatnya mulai frustasi.


mereka akhirnya memutuskan menikmati suasana lantai disco dan pulang setelah angka menunjukkan jam sebelas. mereka tak berani lagi pulang sampai larut malam karena bisa mendapat hukuman dari orang tua mereka.


****


di pagi buta Angga sudah terbangun dan segera mandi lalu memakai baju kaos yang terlihat lebih santai karena hari ini dia memang tak berniat perfi ke kantor. urusan kantor sudah di bantu oleh kakaknya Dimas dengan orang kepercayaannya. kali ini dia ingin mengurus masalah rumah tangganya.


Angga sudah sampai di lantai bawah dan disapa oleh bi susi yang tengah sibuk menyapu lantai.


"den Angga mau kemana ? ini masih jam enam pagi " ucap bi susi tampak heran dan menatap penampilan majikannya dari atas sampai bawah.


"saya ada urusan ke kota x bi, nanti tolong sampaikan ke mama ya. saya tak enak kalau harus ganggu waktu tidur mama" ucap Angga dan dibalas anggukan dari bi susi.


"kalau bukan di rumah orang tuanya dan juga bukan di rumah sahabatnya dia pergi kemana ? dia tak punya sahabat selain mereka berdua. dia juga sangat tertutup jadi tak mungkin menceritakan masalahnya ke sembarang orang. " batin Angga meracau namun masih fokus menyetir


Angga kembali teringat saat Anggun menangis dan menyebut nama mamanya, dan menangis saat mengamati isi album foto dan mengingat cerita dari mamanya yang sampai saat ini sangat sulit bagi Anggun menerima kenyataan kalau Kesya sudah menjadi ibu sambungnya.


"dia pasti sangat merindukan mamanya, aku ingat jelas saat dia menyebut nama mamanya. kalau saja masih hidup mungkin dia sudah memeluknya dengan erat dan menceritakan pertengkaran kami" batin Angga yang tau jelas bagaimana rasa sayang seorang anak kepada orang tuanya.


"ehhhh iya ya.... bisa jadi..." ucap Angga yang mendadak memikirkan sesuatu dia semakin cepat melajukan mobilnya dan sudah tiba di kota x di jam delapan pagi.


Angga menghubungi mamanya sesaat setelah dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


Monica yang sudah duduk di meja makan sedang mengobrol dengan bi susi, sembari meneguk secangkir teh hangat dia mendengarkan bi susi yang menyampaikan pesan Angga tadi pagi.


hp nya terdengar dari kejauhan membuatnya bangkit dari kursinya dan mencari arah bunyi. Monica memang sering lupa meletakkan hp nya bahkan kali ini tertinggal di ruang tamu. segera Monica mengangkatnya setelah nama putranya tertera jelas di layar itu.


"hallo ma, selamat pagi..mama sudah sarapan ?" balas Angga begitu terdebgar suara dari seberang


"selamat pagi anak mama, ini sebentar lagi mama mau sarapan. kamu sudah sampai dimana ?"


"ini baru saja sampai ma, Angga mau tanya Mama Anggi di makamkan dimana ya karena Angga belum pernah ke sana, sekalian mau ziarah" ucap Angga

__ADS_1


"ohhh itu di pemakaman umum yang terbesar di kota itu. seingat mama sih di situ. nanti kamu telepon mama lagi kalau masih bingung" ucap Monica dan Angga hanya mengiyakan lalu panggilan mereka terputus.


Angga mengaktifkan lokasinya dan melihat dari peta menuju pemakaman umum, setelah setengah jam mengemudi dia akhirnya sampai dan ternyata emmang luas. membuat Angga agak bingung lalu kembali menghubungi mamanya.


"ma... ini Angga sudah sampai jadi harus kemana ?" ucap Angga sembari menatap sejauh mata memandang dan suasana yang sepi hanya ada beberapa orang yang terlihat ziarah di pagi itu.


"dari gerbang utama kamu jalan terus, jangan lupa kamu lihat nama di batu nisan ya namanya Anggi rahmadi, kondisinya ada di tengah pemakaman ya nak" ucap Monica terus mengarahkan sementara Angga terus berjalan pelan sembari membaca nama yang melekat di batu nisan dengan teliti.


"belum ketemu ma... susah..." balas Angga lagi yang sudah mulai lelah padahal baru mencari selama dua puluh menit.


"kamu harus sabar.... pasti nanti ketemu"


Angga yang melihat ada orang yang sedang sibuk menggali kuburan baru akhirnya menghampiri dan menanyakan langsung masih dengan hp yang melekat di telinganya.


"pak maaf saya mau tanya, di pemakaman ini kira-kira bapak pernah lihat ada nama Anggi rahmadi ?" ucap Angga yang membuat tiga orang disana melirik bersamaan ke arahnya.


petugas itu tampak berpikir sejenak lalu keluar dari liang itu dan membantu Angga mencarinya. langkahnya begitu cepat membuat Angga tertinggal.


Petugas itu berjalan sembari mengingat kembali karena seperti pernah membaca nama itu.


"ini ya pak ?" ucap petugas itu yang menemukan lalu membuat Angga berjalan cepat dan akhirnya tersenyum mengangguk.


"ma, sudah ketemu. nanti Angga telepon lagi ya" ucap Angga lalu memutuskan panggilan.


"bapak hebat bisa menemukannya dengan cepat" balas Angga yang kagum


"saya kebetulan ingat saja pak, karena dua hari yang lalu ada wanita yang ziarah ke mari" ucap petugas itu mengingat kembali wajah Anggun


"wanita ziarah ke mari ?" ucap Angga lirih dan menerka siapa orang itu


Angga dengan cepat meraih hp nya lalu menunjukkan foto pernikahannya ke petugas itu.


"apa maksud bapak wanita itu yang ada di foto ini ?" ucap Angga sembari menunjukkan layar hp. petugas itu memandang sejenak dan akhirnya mengangguk setelah yakin


"aku terlambat lagi....." ucap Angga yang masih didengar petugas itu meski tak paham


"perempuan di foto itu memang sering ziarah kemari pak, kemarin saya tanya kenapa sudah jarang ziarah katanya karena dia sudah pindah ke luar kota"


"oohh jadi dia sering kemari pak ?, " tanya Angga lagi dan Petugas itu mengangguk


"iya pak, dia sering ziarah makanya saya jadi ingat wajahnya, selain itu juga dia ramah dan sering memberi uang pada kami padahal kami sudah dibayar untuk merawat pemakaman ini" balas petugas itu lagi lalu pamit undur diri


Angga sangat senang karena menemukan titik terang lalu segera mengabari mamanya. Monica juga senang mendengar kabar dari anaknya.

__ADS_1


__ADS_2