
Seribu tahun yang lalu, dunia dilanda
kehancuran saat perang kuno antara ras dewa melawan ras iblis terjadi. Bangsa
iblis dengan kekuatan kegelapan berniat menghancurkan dunia, namun para dewa
tidak membiarkan hal tersebut. Akan tetapi, kebencian mendalam dari ras iblis
kepada dunia terlalu kuat hingga menyebabkan ras dewa terdesak. Di hadapan pemimpin
ras iblis, para dewa takluk dan terpaksa mundur memberikan peluang bagi ras
iblis untuk bergerak maju menggapai tujuan mereka.
Dunia perlahan hancur oleh bangsa
iblis, namun para dewa tidak lagi mampu menandingi mereka. Pada saat itulah bangsa
dewa memiliki sebuah ide untuk menjalin kerja sama dengan bangsa lain guna
melawan ras iblis yang semakin berkuasa. Mereka berhasil mengajak ras yang ada
dan bersama-sama mereka menantang sang dewa kegelapan guna menghancurkan rencananya
untuk menguasai dunia.
Pertarungan berjalan sengit antara
kedua belah pihak. Pihak dewa yang dibantu oleh manusia, Elf/Dwarf dan Spirit
berhasil melawan balik pasukan iblis hingga menuju ke benua yang ada di bagian
barat bernama Valhalla. Dan di sanalah pertarungan terakhir terjadi.
Dengan bantuan ras lain, akhirnya pihak
dewa mampu mendesak pemimpin bangsa iblis. Namun, meski demikian, sang penguasa
kegelapan tidak semudah itu dikalahkan. Tak sedikit dari pihak dewa yang
__ADS_1
menjadi korbannya selama pertarungan tersebut. Hal tersebut memaksa pihak dewa untuk
mengambil satu-satunya pilihan terakhir guna menghentikan dewa iblis. Dengan
segenap kekuatan mereka, bangsa dewa memutuskan untuk menyegel dewa iblis
bersama rasnya selamanya dari dunia ini.
Pengorbanan tersebut membuahkan
hasil, bangsa iblis akhirnya tersegel untuk selamanya dari dunia dan membawa
kemenangan bagi pihak dewa. Akan tetapi, sebagai konsekuensi atas tindakan
mereka, bangsa dewa tidak memiliki lagi kekuatan untuk membimbing dan mengatur
dunia. Hingga pada akhirnya, dengan keajaiban terakhir yang mereka miliki,
mereka memberikan berkah terakhir mereka untuk ras yang tersisa dan dunia
sebelum sepeninggalan mereka. Berkah itu akhirnya diberi nama Skill yang
kelak akan menggantikan mereka memandu dunia setelah mereka pergi.
mengorbankan diri mereka untuk menjadi satu dengan segel guna mencegah iblis
kembali ke dunia. Dengan begitu, perang kuno pun berakhir dan para dewa tidak
lagi ada selamanya. Satu-satunya yang tersisa dari mereka adalah berkah mereka
yang akan menjadi pengingat pengorbanan mulia mereka bagi ras yang tersisa.
Ratusan tahun berlalu sejak perang
tersebut berakhir. Kini dunia perlahan kembali seperti sedia kala meski tanpa
kehadiran dewa di sisinya. Umat manusia mulai bangkit dan membangun peradaban
mereka sendiri di benua pusat sebagai wilayah kekuasaan mereka, disusul oleh
__ADS_1
bangsa peri di sebelah timurnya yang berbagi tempat tinggal dengan bangsa Dwarf
dan sebagian kecil bangsa Spirit. Dengan berkah dari dewa, mereka mampu melangkah
menuntun takdir mereka sendiri tanpa lagi bergantung kepada para dewa. Peradaban
mereka maju dengan pesat dan tokoh legenda pun banyak bermunculan. Dengan Skill,
mereka mampu melakukan banyak hal yang luar biasa yang sebelumnya tidak mampu
mereka lakukan.
Namun sayangnya, dengan kehadiran Skill
tidak serta merta membuat dunia menjadi lebih baik. Di satu sisi, Skill
memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan mereka, tetapi di sisi yang
lain itu memberikan dampak yang buruk. Perang tak jarang terjadi antara bangsa
satu dengan yang lain. Mereka menggunakan berkah dari dewa untuk membunuh sehingga
terciptalah sebuah rantai kebencian antara pemilik berkah satu dengan yang
lain.
Sejak saat itu pula, pandangan satu
sama lain ikut berubah. Mereka tidak memandang lagi saudaranya sama, tetapi
semua itu berdasarkan Skill apa yang mereka miliki. Hal tersebut menciptakan sebuah
kasta dalam kehidupan. Apakah seseorang berakhir menjadi pahlawan atau
pecundang semuanya ditentukan dari Skillnya.
Dan begitulah, saat para dewa
memberikan berkahnya dengan harapan dapat membantu membimbing dunia menuju ke
__ADS_1
arah yang lebih baik justru berubah menjadi alat penindas satu sama lain. Inilah
kutukan yang sejak dulu tidak dapat diubah.