
Keesokan harinya, Leo dan Lia memutuskan untuk mengunjungi gereja terbengkalai yang ada di tenggara kota tempat Gald dan teman-temannya tinggal. Ia berniat membesuknya dan Zen sambil membicarakan rencana mereka kedepannya ketika tambang telah kembali dibuka. Sudah 2 hari sejak tambang ditutup dan kini banyak petualang yang kembali pada keseharian mereka. Namun, karena insiden selama penyelidikan, banyak di antara petualang yang terpaksa cuti karena terluka selama penyelidikan.
Saat hampir mencapai lokasi, mereka secara tidak sengaja bertemu dengan Chrea dan Kirishima di jalan. Dengan berpakaian lengkap, mereka berdua terlihat seperti hendak pergi berburu.
“Bukankah itu Chrea dan Kirishima...? Ayo kita sapa mereka.” Ujar Leo mengajak Lia menghampiri mereka berdua.
“Mm.”
Leo menyapa mereka berdua sebelum akhirnya mereka berhenti setelah mendengar panggilan Leo.
“Chrea... Kirishima...” Seru Leo memanggil mereka.
“Ah, rupanya Leonard-san dan Alicia-san...” Balas Chrea melihat ke arah mereka.
“Leonard-san dan Alicia-san...? Kenapa kalian di sini...?” Sambung Kirishima terkejut bertemu mereka.
“Ah. Kami hanya sedang menuju ke gereja untuk menjenguk Gald dan Zen. Bagaimana dengan kalian? Kenapa kalian berpakaian lengkap seperti itu?” Balas Leo sebelum bertanya melihat penampilan mereka.
Chrea terlihat terdiam untuk sesaat ketika Kirishima mulai memalingkan pandangan mereka dari pertanyaan Leo. Sepertinya mereka sedang menyembunyikan sesuatu dari Leo.
“A-Ah. Kami memang ada beberapa urusan... Jadinya kami memakai perlengkapan kami...” Jawab Chrea dengan senyum yang terpaksa.
“B-Benar...! Ada beberapa hal yang menunggu kami... Jadi, kami harus berpakaian lengkap...!” Sambung Kirishima mempertegasnya.
“... Kalian berniat menuju Guild dan mengambil permintaan, bukan?” Balas Lia berbalik bertanya kepada mereka.
“E-Eh...? T-Tentu tidak...! Bagaimana mungkin kami melakukannya hanya dengan dua orang anggota kami saja...? Alicia-san, tolong jangan bercanda seperti itu...” Balas Chrea tertawa gugup.
“Lantas, kenapa kalian mengenakan senjata dan peralatan kalian?” Balas Leo ikut melempar pertanyaan kepada mereka berdua.
“U-Uh...”
Memang benar mereka tengah berusaha menyembunyikan sesuatu. Namun, sayangnya hal itu tidak berhasil karena Leo dan Lia sudah tahu sejak awal niat mereka.
“Kalian ingin mengambil permintaan, bukan? Mengapa kalian menyembunyikannya?” Sambung Leo bertanya.
“Ugh... Sepertinya memang tidak bisa disembunyikan lagi...” Balas Chrea menghela nafas panjang dengan wajah pasrah.
“Rea-chan... Jangan lakukan itu... Gald-nii sudah...” Balas Kirishima membujuk Chrea dengan menarik lengan bajunya.
“Tidak apa-apa, Shima... Kurasa kakak tidak akan keberatan jika mereka mengetahuinya... Lagi pula kita sudah jelas tidak bisa menyembunyikannya lagi...” Balas Chrea mencoba meyakinkannya.
“Uh...”
Sembari mengambil nafas dalam, Chrea mulai menjelaskan situasinya kepada mereka berdua.
“Sebenarnya, kami memang berniat menuju Guild petualang seperti yang Alicia-san katakan... Yah, mau berbohong pun akan percuma karena penampilan kami tidak bisa lagi disembunyikan...” Ujar Chrea dengan senyum masam di wajahnya.
“Lantas, mengapa kalian berusaha menyembunyikannya dari kami?” Balas Leo bertanya.
“Sebenarnya, kaka- maksudku kapten telah mengatakan kepada kami untuk menghindari kalian jika sampai di Guild atau di kota...” Balas Chrea dengan wajah kecewa.
“Kalau boleh tahu, apa alasannya mengatakan itu kepada kalian?” Balas Leo dengan wajah curiga.
“Dia berkata tidak boleh melibatkan kalian berdua dalam masalah kami. Dia hanya ingin kami tidak merepotkan kalian berdua, itulah katanya...” Balas Chrea menjelaskan alasannya.
“Untuk itulah mengapa kami berusaha menyembunyikannya dari kalian... Maafkan sikap kami sebelumnya...” Sambung Kirishima menundukkan kepalanya meminta maaf.
Mendengar hal itu, setidaknya Leo memahami apa yang menjadi masalah mereka. Kemungkinan, mereka sedang membutuhkan uang karena biaya rumah sakit kemarin. Berhubung Gald dan Zen sedang dalam masa pemulihan, mereka terpaksa mengerjakan satu-satunya pekerjaan mereka yaitu sebagai petualang meski hanya dengan mereka berdua saja. Terlebih, karena memiliki 5 orang anak yang harus mereka beri makan membuat mereka tidak punya pilihan lain selain mengambil risiko.
“(Bagi mereka, ini pasti tanggung jawab yang besar merawat dan membesarkan adik-adik mereka... Maka dari itu mereka tidak mau melibatkan kami dalam masalah ini...)” Ujar Leo dalam hatinya prihatin.
Ini bisa menjadi masalah jika mereka mengambil misi berburu. Dengan kurangnya anggota dalam pertarungan, mereka bisa saja berada dalam masalah. Khususnya, bagi Chrea dan Kirishima yang mengandalkan serangan jarak jauh, kekurangan anggota sebagai penyerang baris depan bisa berakibat fatal bagi pertarungan mereka nantinya. Leo tentu tidak bisa membiarkan hal itu terjadi mengingat mereka berdua juga termasuk bagian dari party-nya juga.
“Kalau begitu, kami akan menemani kalian. Sekalian, kami juga akan membantu kalian. Bagaimana menurut kalian?” Ujar Leo memberikan usul.
“Maaf sebelumnya, bukan kami menolak kebaikan kalian, hanya saja...” Balas Chrea dengan wajah ragu.
“Aku tidak keberatan, begitu juga dengannya. Benar bukan, Lia?” Balas Leo sebelum melihat ke arah Lia.
“... Mm. Kami akan menolong.” Jawab Lia singkat.
“Tapi...” Balas Chrea bimbang.
“Kita adalah anggota party sekarang. Jika anggota kita membutuhkan bantuan, sudah sewajarnya anggota yang lain membantunya, bukan?” Ujar Leo sambil tersenyum kepada mereka.
Mereka berdua saling memandang satu sama lain sejenak sebelum akhirnya menerima tawaran Leo. Meski mereka masih ragu, tetapi tidak ada salahnya jika dua orang petualang berpengalaman menemani mereka.
__ADS_1
“Baiklah, kurasa tidak ada salahnya...” Ujar Chrea dengan wajah gelisah.
“Mungkin kami akan merepotkan kalian nantinya... Tetapi, mohon bantuannya...” Sambung Kirishima menundukkan kepalanya menerima ajakannya.
“Kalau begitu, kami akan menggantikan posisi Gald dan Zen untuk saat ini. Aku sudah pernah melihat mereka berdua dalam pertarungan, jadi kurasa aku hanya harus menyesuaikan diri dengan gaya bertarung kalian.” Balas Leo tersenyum sebelum memikirkan masalah pergantian perannya.
“T-Tidak perlu sampai seperti itu... Leonard-san hanya perlu bertarung seperti biasanya, kami yang akan menyesuaikan diri...” Balas Chrea menyangkal pernyataannya.
“Apa tidak apa-apa? Harus kuakui kalau gaya bertarungku tidak bisa dibilang mudah diikuti... Kalau begitu, bukankah sama saja kalian tidak melakukan apa pun? Kalian tentu tidak ingin hal itu, bukan?” Balas Leo dengan wajah ragu.
Meski mengatakan itu, Leo yang sebenarnya kesulitan mengikuti gaya bertarung kaumnya. Sejujurnya, ia tidak pernah bisa meniru dan menggunakan gaya bertarung kaum Thearian karena keterbatasan dirinya sendiri. Selain sangat mengandalkan kekuatan fisik yang luar biasa, gaya bertarung kaum Thearian juga sangat bergantung pada Skill apa yang dimiliki. Itulah alasan mengapa Leo tidak mampu menggunakan kemampuan bertarung yang ia pelajari dengan maksimal. Namun, dalam hal ini, ia harus memikirkan cara bagaimana mereka berdua bisa mengimbangi gaya bertarung Lia. Mungkin baginya itu bukan masalah, namun berbeda dengan mereka berdua. Mungkin akan butuh waktu untuk membiasakan diri.
“Baiklah, bagaimana kalau begini, selagi kita menuju ke Guild petualang, kalian jelaskan bagaimana cara bertarung kalian selama ini. Mungkin aku bisa memberikan beberapa saran dan penyesuaian...” Sambung Leo setelah memikirkannya.
“... Baiklah. Kami mengerti...” Balas Chrea mempertimbangkannya.
Mereka berempat pun berjalan menuju Guild petualang sambil membicarakan beberapa masalah yang sebelumnya mereka bicarakan.
“... Jadi begitu. Kirishima bisa menggunakan sihir penyembuh dan sihir bantuan lain, cukup menarik. Lalu bagaimana denganmu, Chrea...?” Ujar Leo terpukau sebelum bertanya kepada Chrea.
“Uh... Aku hanya bisa sihir kecil dan memanah. Skill milikku hanya Skill biasa seperti untuk mendeteksi musuh, tidak ada yang spesial...” Balas Chrea dengan wajah murung.
“Tidak, itu adalah Skill yang sangat berguna. Jika digunakan dengan baik, kau bisa menjadi pengintai ulung yang mematikan...” Balas Leo memujinya.
“B-Benarkah...? Aku tidak pernah berpikir sampai sejauh itu...” Balas Chrea dengan wajah tersipu.
“Ya. Begitu juga dengan Kirishima, jika kau terus mempelajari sihir dan memanfaatkan Skill-mu dengan baik, kau juga bisa menjadi seorang penyihir hebat.” Balas Leo sambil melihat ke arah Kirishima.
Kirishima tidak terlihat membalasnya dan hanya bisa menyembunyikan wajahnya dibalik rambutnya. Saling mengenal satu sama lain sebagai tim itu memang sangat penting dalam bertarung. Untuk itulah mengapa Leo bertanya beberapa hal kepada mereka untuk memahami kemampuan mereka agar bisa bekerja sama dengan baik nantinya.
“(Kurasa aku sudah sedikit memahaminya... Sisanya hanya tinggal memberi mereka petunjuk dan saran agar kelompok ini bisa bersatu dengan baik dalam pertarungan...)” Gumam Leo dalam hatinya merenungkan idenya.
Sesampainya di Guild petualang, terlihat beberapa petualang tengah menunggu di depan papan permintaan. Tidak seperti kemarin, kini terdapat petualang yang menghiasi ruang lobby yang menjadikan tempat ini jauh lebih hidup. Mereka lantas menghampiri mereka ketika salah satu dari mereka menyadari kehadiran mereka.
“...! Bukankah itu sang salju pengelana dan gadis pedang merah...!” Ujarnya dengan nada tinggi.
“Benarkah...?!” Balas yang mendengarnya terkejut.
“Mana...?! Di mana mereka...?!” Balas yang lain dengan antusias.
“Itu benar-benar mereka berdua...!” Ujar salah satu dari mereka antusias.
“Leonard-san, Alicia-san, boleh minta jabat tangannya...!” Sambung yang lain antusias meminta jabat tangan.
“Tidak, aku duluan...! Aku yang ingin berjabat tangan dengan mereka duluan...!” Balas seseorang kesal sambil mendesak yang lain.
“Apa masalahmu...! Aku yang pertama di sini...! Jadi aku yang patut mendapatkannya pertama...!” Balas yang terdesak melawan.
“Apa katamu...!” Balas orang yang mendesak mengangkat suaranya.
Kegaduhan mulai terjadi ketika beberapa orang dari mereka mulai bertengkar. Keadaan mulai memanas ketika pihak yang menjadi korban merasa tidak terima dengan perlakuannya yang menyinggungnya. Perkelahian pun tidak dapat dihindarkan di antara mereka berdua hingga akhirnya membuat staf Guild terpaksa turun tangan untuk menengahi mereka.
“Sudah hentikan omong kosong kalian...!” Ujar salah seorang staf Guild dengan nada tinggi sambil memisahkan mereka berdua.
“Semuanya bubar...! Jangan ganggu mereka berdua lagi atau kalian terpaksa kami usir dari sini...!” Sambung staf lainnya yang ikut membantu.
Setelah mendengar peringatan dari staf Guild, mereka berdua pun menghentikan perkelahian mereka dan kembali pada urusan mereka masing-masing. Bagaimana pun juga, Leo tidak menyangka kalau akan terjadi situasi seperti barusan. Ia juga tidak menyangka kalau namanya akan secepat itu tersebar dan mempengaruhi para petualang yang ada di kota ini.
“Sepertinya muncul hal yang tidak terduga sama sekali...” Gumam Leo dengan wajah masam.
Karena hal barusan, Chrea dan Kirishima menjadi ketakutan berada di sebelahnya dan Lia. Mereka jadi terlihat menjaga jarak dari Leo dan Lia setelah kejadian barusan agar hal yang buruk tidak menimpa mereka.
“(Sepertinya punya nama panggilan itu juga merepotkan...)” Ujar Leo dalam hatinya mengeluh.
Ia pun mendekati mereka berdua guna meyakinkan bahwa hal yang sama tidak akan lagi menakuti mereka.
“Maaf mengenai masalah barusan. Kurasa ini adalah salahku karena mengajak kalian di saat yang tidak tepat...” Ujar Leo dengan wajah gelisah.
“T-Tidak, bukan masalah... Memang seharusnya kita tidak bersama kalian seperti saat ini...” Balas Chrea dengan senyum pahit.
“Leonard-san dan Alicia-san memang populer... Tidak terlalu mengejutkan juga...” Sambung Kirishima sambil menggaruk pipinya gugup.
“U-Uh...”
Leo tidak tahu harus bagaimana membalasnya. Namanya dan Lia belakangan ini memang sering dibicarakan. Ia tidak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi, namun sejujurnya itu sedikit mengganggunya. Terlebih, ketika ia berjumpa dengan petualang lain yang membuat mereka seketika menghampirinya dan meminta jabat tangan dan sebagainya. Memiliki julukan sebagai petualang memang bisa berarti baik di satu sisi, namun pada sisi yang lain itu juga membawa masalah.
“(Sepertinya kesenjangan ini juga menimpa mereka... Entah bagaimana, rasanya aku yang terlihat seperti menjadikan mereka sebagai boneka dagingku...)” Ujar Leo dalam hatinya merasa bersalah.
__ADS_1
Mungkin karena mereka adalah petualang baru, jadi mereka tidak bisa menahan rasa semangat mereka begitu bertemu dengan petualang yang banyak dibicarakan orang-orang. Ini menjadi pelajaran bagi Leo untuk selalu waspada dan membaca keadaan ke depannya.
Mengabaikan masalah itu, mereka kini dihadapkan dengan banyak pilihan misi yang hendak mereka terima. Sama seperti kemarin, permintaan yang tersedia masih saja menumpuk hingga memenuhi tempat tersebut. Awalnya Leo berpikir untuk mengambil tugas yang mudah mengingat Chrea dan Kirishima ikut bersamanya, namun setelah dipikirkan kembali mengenai keadaan mereka, ia berubah pikiran.
“(Jika aku mengambil misi mudah itu sama artinya upah yang dibagi nantinya akan kecil... Kurasa itu bukan ide yang bagus...)” Ujar Leo dalam hatinya mempertimbangkan kembali idenya.
Di sisi lain, jika mereka mengambil tugas yang sulit, itu sama saja akan menyulitkan mereka berdua. Bagi mereka yang belum berpengalaman, akan menjadi masalah jika menghadapi lawan yang berat yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya.
“Bagaimana menurut kalian? Apa ada permintaan yang ingin kalian ambil? Atau permintaan yang menjadi keahlian kalian?” Tanya Leo melihat ke arah Chrea dan Kirishima.
“Kami hanya akan mengikuti kalian saja... Lagi pula kalian yang jauh lebih berpengalaman dari kami berdua...” Balas Chrea dengan senyum yang terpaksa di wajahnya.
“Tidak bisa begitu. Kita adalah tim, jadi kesepakatan yang kita ambil adalah kesepakatan bersama. Jadi, jangan ragu untuk mengatakannya.” Balas Leo mencoba meyakinkan mereka.
“U-Uh... Apa benar tidak apa-apa?” Balas Kirishima dengan wajah bimbang.
“Misi kami biasanya hanya misi rendahan yang tidak mungkin kalian ambil...” Sambung Chrea menambahkan.
“Tentu saja tidak. Lagi pula kami juga ingin tahu seperti apa keseharian kalian sebagai petualang.” Balas Leo tersenyum sambil meyakinkan mereka.
Setelah memberanikan diri, akhirnya Chrea mengambil salah satu lembar kertas yang tertempel di sana sebelum akhirnya menunjukkannya kepada Leo.
“Mengambil tanaman obat...?” Ujar Leo membaca isi permintaan tersebut.
“Y-Ya. Kami biasanya mengambil misi semacam ini, karena sekalian kita bisa mengambil banyak untuk dijual pada apoteker dan toko obat...” Balas Chrea dengan wajah gugup.
“Begitu ya... Dengan begitu kalian bisa mendapatkan uang hasil upah permintaan sekaligus uang hasil penjualan... Ide yang cukup menarik...” Balas Leo memujinya.
“Ya. Tetapi, masalahnya... Sejak gempa tempo hari lalu saat kita menjelajah tambang menyebabkan banyak monster berbahaya berkeliaran di hutan...” Balas Chrea dengan wajah kecewa.
Jika diingat-ingat kembali, saat mereka menolongnya kemarin, mereka tengah terdesak oleh Silver Moon Wolf hingga menyebabkan Gald dan Zen menjadi korbannya. Situasi hutan saat ini memang sedang berbahaya, itulah yang mungkin membuat Chrea mengurungkan niatnya.
“(Mereka pasti masih mengingat kejadian kemarin saat mereka diserang oleh Silver Moon Wolf... Bagaimana pun juga, itu pasti menjadi ingatan yang mengerikan...)” Ujar Leo dalam hatinya prihatin.
Meski demikian, Leo bisa melihat hatinya masih belum menyerah mengenai misi ini. Terlihat dari sorot matanya yang masih menunjukkan penyesalan yang belum dapat direlakan.
“Apa kau masih ingin menerimanya?” Tanya Leo pada Chrea dengan wajah serius.
“E-Eh...? Apa maksudmu...?” Balas Chrea dengan wajah bimbang.
“Apa kau sudah menyerah pada misi itu sebelumnya?” Balas Leo menekannya dengan tatapan tajamnya.
Chrea terdiam mendengar pertanyaan Leo. Wajahnya tampak murung ketika Kirishima menghampirinya dengan perasaan cemas di hatinya mengenai dirinya. Mereka berdua telah melalui hal yang sama, maka dari itu wajar jika mereka saling memahami satu sama lain.
“Rea-chan...” Bisik Kirishima sambil meraih tangannya.
“....”
Dengan wajah cemas, Kirishima mencoba menenangkan Chrea yang tengah mengalami konflik di hatinya. Kejadian kemarin memang sulit untuk dilupakan, terlebih jika itu sampai membekas di ingatannya. Kirishima tahu akan hal itu dan tidak ingin Chrea mengingatnya sampai melukai dirinya sendiri.
“Rea-chan, tidak apa-apa... Hal itu tidak akan terjadi lagi, aku yakin... Selama kita mengetahuinya....” Sambung Kirishima menggenggam kedua tangannya di dadanya.
“.... Maaf, Shima. Aku sudah membuat keputusan.” Balas Chrea dengan nada bulat.
“Eh...?”
Chrea membulatkan tekadnya sebelum ia mengangkat wajahnya menatap Leo sebelum ia menjawab pertanyaannya dengan yakin.
“Belum...! Aku belum menyerah pada tugas ini...!” Ujar Chrea dengan nada yakin dan bulat.
“Rea-chan...!” Balas Kirishima terkejut.
“Memang aku masih belum bisa melupakan kejadian di mana Gald diterkam oleh serigala itu... Tetapi, jika kita tidak menggantikannya, siapa lagi...!” Sambung Chrea dengan tekad bulat.
“Rea-chan...” Bisik Kirishima terkesima mendengar ucapannya.
“Shima, maafkan aku, tetapi kita memerlukan tugas ini demi kakak dan zen... Dan juga demi mereka...” Balas Chrea meraih tangan Kirishima dengan nada lembut.
“....”
“Maka dari itu, Leonard-san, tolong pinjamkan kami kekuatanmu dan juga Alicia-san...!” Sambung Chrea memutar pandangannya kepada Leo dan Lia.
Leo melirik ke arah Lia ketika ia mengangguk sebelum ia tersenyum menjawab ucapan Chrea dengan gembira.
“Tentu saja, kami pasti akan membantu kalian.” Jawab Leo dengan senyum percaya diri.
Dengan bantuan mereka berdua, Chrea yakin bahwa ia bisa menuntaskan tugas yang sebelumnya ia gagal lakukan. Dan dengan demikian, mereka berempat akhirnya memutuskan untuk pergi ke hutan guna menyelesaikan urusan mereka yang sebelumnya tertunda.
__ADS_1