Black Arc Saga

Black Arc Saga
Sisi lain Olivia


__ADS_3

... ...


Melihat Leo yang jatuh dalam cengkramannya membuat Olivia tidak tinggal diam. Dengan kekuatan penuh, ia melancarkan seluruh kekuatannya menyerang sang naga. Ia melancarkan puluhan serangan sekaligus untuk menembak jatuh naga itu.


 


“Haaaa...!!!”


 


Puluhan cahaya emas terbang menuju ke arahnya ketika sang naga yang menyadari kedatangannya memutuskan untuk terbang menjauh untuk menghindarinya. Dengan kecepatan tinggi, ia terbang setinggi mungkin menghindari kejaran sihir Olivia ketika Leo yang berada dalam cengkraman rahangnya memberontak saat menyadari niatnya.


 


“Hngh...! S-Sial...! L-Lepaskan aku...!” Seru Leo dengan nada tinggi.


 


“Grrrrr...!”


 


Dengan sisa tenaganya, Leo mengabaikan rasa sakit yang dideritanya untuk memberontak melawan sang naga. Ia mengayunkan pedangnya berulang kali tepat ke wajahnya hingga membuat sang naga menjadi kesal. Meski tubuhnya dilindungi oleh sisik keras yang tidak bisa ditembus hanya dengan serangan kecil itu, tetapi tetap saja perlawanan Leo membuatnya kerepotan. Ia tidak bisa fokus terbang karena Leo selalu menggunakan pedang hitamnya untuk menyerang daerah di sekitar matanya. Hal ini jelas membuatnya semakin marah sebelum akhirnya ia memutuskan untuk memperkuat cengkraman rahangnya yang mana membuat gigi taringnya menembus lebih dalam ke tubuhnya.


 


“Aaaarghhhh...!!!”


 


Darah bercucuran keluar dari tubuh Leo yang malang itu ketika gigi-gigi tajamnya menembus tubuhnya. Pendarahannya menjadi semakin parah, serta tekanan yang diberikannya juga semakin kuat hingga gerakannya semakin terbatas. Jika hal ini terus berlanjut, maka kemungkinan terburuknya Leo akan tewas kehabisan darah atau yang lebih buruk, tubuhnya akan hancur tergigit menjadi dua.


 


“(S-Sial...! Jika terus seperti ini, aku akan mati...!)” Ujar Leo dalam hatinya panik.


 


Sementara Leo berjuang untuk bertahan, Olivia yang mulai kehilangan harapan hanya bisa menyaksikan naga itu membawanya pergi. Ia berusaha menembaknya jatuh dengan sisa-sisa kekuatannya, namun sayangnya serangannya sendiri tidak cukup cepat untuk mengejarnya.


 


“(Master...! Tidak akan Olivia biarkan naga itu merebut master darinya...! Tidak akan pernah...!)” Ujar Olivia dalam hatinya marah.


 


Naga itu kian menjauh darinya tidak memberinya pilihan lain selain mengerahkan seluruh sisa kekuatannya untuk menyerangnya. Jika serangan ini gagal, maka tidak akan ada harapan lagi baginya untuk merebut kembali Leo darinya. Ia lantas mengambil posisinya, membidik ke arah naga tersebut sesaat sebelum ia mengeluarkan seluruh sisa kekuatan sihirnya. Kilauan cahaya emas menyelimuti tubuhnya ketika rangkaian lingkaran sihir tercipta di sekitarnya. Ia mengangkat tangannya, mengarahkan sihirnya ke arahnya ketika secara mengejutkan kejadian yang tidak terduga menimpanya.


 


“Ugh...!!”


 


Secara mengejutkan Olivia memuntahkan darah dari mulutnya ketika ia hendak merapalkan mantranya. Tidak salah lagi bahwa ini adalah efek yang muncul ketika seseorang telah menggunakan kekuatan sihir melebihi batas kemampuannya. Dengan kata lain, Olivia telah mencapai batasnya yang berarti Leo akan tewas bahkan sebelum ia sempat menolongnya.


 


“(Apa ini akhirnya...? Apakah ini adalah batas Olivia...? Tidak, ini masih belum berakhir...! Olivia masih belum menyerah...! Olivia akan menyelamatkan master...!)” Ujar Olivia dalam hatinya dengan penuh semangat.


 


Meski telah mencapai batasnya, Olivia masih belum menyerah. Ia memaksa dirinya untuk merapalkan mantranya walau darah yang mengalir keluar dari mulutnya jauh lebih parah dari yang sebelumnya.


 


“Enchant: Gouden Zonnevlam.”


 


Tembakan sihir berkekuatan tinggi seketika melesat ke udara membentuk garis cahaya yang menjulang ke langit. Lia yang dalam perjalanan menuju ke tempatnya bahkan ikut menyaksikan betapa besarnya serangan tersebut hingga membuatnya takjub dan terkesima.


 

__ADS_1


“(Sihir yang sangat kuat...! Tidak salah lagi itu milik Olivia...! Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi di sana, tetapi aku harus cepat sebelum semuanya terlambat...!)” Ujar Lia dalam hatinya berlari dengan ekspresi serius.


 


Serangan tersebut dengan cepat mengejar sang naga yang sudah terbang jauh tinggi ke angkasa. Tidak seperti serangan-serangan sebelumnya yang mengejarnya, serangan kali ini jauh lebih cepat dan akurat.


 


“...?!”


 


Terkejut menyadari datangnya serangan itu, sang naga langsung mengambil manuver mengelak sesaat sebelum serangan itu melesat melintasinya. Walau kedatangannya sempat membuatnya cemas, namun ia berhasil menghindarinya dengan mudah karena serangan itu hanya berfokus pada satu arah saja.


 


“(Ini kesempatanku...!)”


 


Akan tetapi, tepat ketika naga itu berpikir bahwa serangan Olivia terbuang percuma, secara mengejutkan Leo melemparkan pedang hitamnya tepat ke arahnya. Dengan memanfaatkan momentum yang tersisa dari gerakan mengelaknya, ia berhasil mendaratkan sebuah serangan langsung pada sang naga. Ia seketika meraung kesakitan saat pedang itu menancap tepat di matanya membuat Leo akhirnya lepas dari cengkraman rahangnya.


 


“Rrrrrr...!!”


 


Sambil meraung kesakitan, naga itu berusaha mencabut pedang itu dari bola matanya tepat ketika Leo yang melayang jatuh bergelantungan pada kaki depannya. Memanfaatkan gaya dorong dari momentumnya ketika melayang jatuh, Leo akhirnya berhasil melompat naik tepat ke atas kepala sang naga sesaat sebelum ia meraih pedang hitam miliknya.


 


“Ini.. Untuk menggigitku...!” Seru Leo menahan sakitnya.


 


Ia menghunuskan pedangnya jauh lebih dalam membuat naga semakin kesakitan. Merasa terancam, naga itu mengibaskan kepalanya mencoba menjatuhkan Leo dari kepalanya. Namun, sekuat apa pun usahanya berusaha menjatuhkannya, Leo masih tetap berada di tempatnya menggenggam pedang miliknya bahkan membuat lukanya semakin buruk. Bersamaan dengan hal itu, kekuatan hitam yang sebelumnya ia rasakan kini menampakkan diri sepenuhnya. Aura yang mengerikan seketika menyelimuti bilah pedangnya ketika asap hitam keunguan keluar dari dalam luka yang ditimbulkannya membuat mereka berdua terkejut dan panik.


 


 


“A-“


 


Kekuatan hitam itu perlahan menyebar ke bagian di sekitar lukanya mengkorosinya dengan sihir hitam sesaat sebelum naga itu meraung kesakitan sambil meronta memaksa pedang itu untuk segera dicabut. Meski demikian, pedang hitam itu tetap tidak mau lepas karena ada Leo yang menahannya hingga membuatnya tidak punya pilihan lain selain memaksanya dengan menggunakan kekuatannya. Ia membakar tubuhnya sendiri menggunakan sihirnya sesaat sebelum api menyelimuti seluruh tubuhnya.


 


“....!!”


 


Kobaran api dengan cepat merambat ke seluruh bagian sisiknya memaksa Leo untuk segera pergi menjauh darinya sebelum ikut terbakar. Ia menarik pedang hitamnya sebelum akhirnya membawanya untuk ikut terjun bebas bersamanya saat api sepenuhnya menyelimuti seluruh bagian tubuh sang naga. Penampilannya berubah menjadi monster api terbang yang mengerikan.


 


“Grrr...! Rrrrrr...!!”


 


Dengan ekspresi murka, naga itu berniat membunuh Leo pada saat itu juga, namun secara bersamaan, luka korosi yang ada di matanya seketika menguat menyebabkan naga itu meraung kesakitan. Kekuatan hitam yang menyelimuti matanya perlahan meluas mengambil alih pikirannya hingga membuatnya hilang kendali.


 


“(Dia menjadi tidak waras...! Apakah mungkin karena kekuatan sihir aneh yang keluar dari luka di matanya...?!)” Ujar Leo dalam hatinya panik.


 


Naga itu kehilangan akalnya dan mulai menggila. Ia terbang tanpa kendali dan menyemburkan api miliknya ke segala penjuru layaknya seekor monster tanpa akal sesaat sebelum pandangannya kembali tertuju kepada Leo yang jatuh bebas meninggalkannya bersama dengan pedang hitamnya. Melihat hal itu, sang naga lantas turun mengejarnya ketika aura yang sama kembali menyelimuti pedang miliknya membuat Leo seketika sadar apa yang tengah terjadi.


 

__ADS_1


“(Tidak salah lagi...! Kekuatan pedang inilah yang membuatnya menggila...! Jangan katakan kalau itulah tujuannya selama ini...!)” Sambung Leo dalam hatinya panik.


 


Sekarang semuanya menjadi masuk akal. Untuk sekilas, kekuatan yang tersimpan dalam pedang hitam ini mirip dengan kekuatan yang muncul dari kutukan kematian naga. Entah keduanya berhubungan atau tidak, namun satu hal yang jelas adalah naga itu benar-benar membencinya. Itulah alasan mengapa selama ini ia mengejar Leo dan berniat membunuhnya karena dia adalah pemilik pedang tersebut.


 


Selagi perlahan turun dari ketinggian mengejar Leo, naga itu melancarkan beberapa serangan sihirnya ke arahnya untuk membunuhnya sebelum mencapai permukaan. Ia menembakkan beberapa proyektil sihir ke arahnya, namun Leo menyadari maksudnya dengan sigap menghalau setiap serangannya menggunakan pedang hitamnya. Ia sadar bahwa itu bukanlah ide yang bagus, namun ia kehabisan pilihan saat ini. Dari pada tewas mengenaskan oleh serangannya, ia lebih memilih untuk mati oleh ledakan dari serangan sihir yang ia tangkis.


 


“Haaa...!”


 


Dengan sisa tenaganya, ia membulatkan tekadnya untuk mengayunkan pedangnya memotong serangan sihir yang datang menuju ke arahnya. Pedang miliknya membelah sihir tersebut sesaat sebelum Leo memejamkan matanya.


 


“(Kurasa ini adalah akhirnya... Apa pun pilihan yang kuambil, hasilnya akan tetap sama...)” Gumam Leo dalam hatinya pasrah.


 


Akan tetapi, saat Leo berpikir bahwa ia telah berakhir, secara mengejutkan sihir yang ia belah dengan pedangnya seketika lenyap begitu saja. Sang naga yang menyaksikannya seketika terkejut dan terperanga. Sihirnya lenyap begitu pedang itu menyentuhnya membuatnya bertambah marah terhadapnya.


 


“Rrrrrr....!!”


 


Ia mengerahkan seluruh kekuatannya tepat ketika akhirnya mereka melewati lapisan awan saat Olivia dan Lia yang ada di permukaan menyaksikan hal tersebut. Dengan wajah panik, mereka berdua menyaksikan Leo yang tidak berdaya jatuh bebas dari atas langit diikuti oleh sang naga mengejarnya tepat di belakangnya sambil menghujaninya dengan serangan sihir yang tidak terhitung jumlahnya.


 


“Master...!!”


 


“Leo...!!”


 


Lia yang panik hanya bisa berlari putus asa menyaksikannya berharap ia masih sempat untuk menolongnya. Di sisi lain, Olivia yang merasa syok berat tanpa sengaja memicu sesuatu di dalam dirinya untuk bangkit.


 


“Peringatan, master berada dalam bahaya. Ancaman bahaya ditingkatkan, mengaktifkan protokol ancaman...”


 


Iris matanya yang semula berwarna keemasan kini berubah menjadi merah terang diikuti oleh perubahan personalitas yang dimilikinya. Lingkaran sihir yang terukir di punggungnya secara mendadak menyala seketika menyelimutinya dengan kekuatan yang dahsyat. Kekuatan sihir yang kuat mengamuk dari dalam tubuhnya mengguncang seluruh daratan yang ada di sekitarnya sesaat sebelum Olivia muncul dari balik amukan cahaya hitam kemerahan itu dengan wujudnya yang baru.


 


“Menonaktifkan limiter, memulai mode pemusnahan...”


 


Penampilan Olivia berubah 180 derajat dari semula. Ia yang semula mengenakan gaun serba putih, kini mengenakan gaun hitam dengan sebuah zirah yang senada terpasang pada tubuhnya. Tidak hanya itu, sebuah tiara yang terbuat dari logam hitam misterius terpasang di kepalanya turut melengkapi penampilannya.


 


“...?!”


 


Lia seketika menghentikan langkahnya menyaksikan amukan kekuatan itu sebelum akhirnya ia terkejut begitu menyadari siapa yang ada di baliknya.


 


“(Rambut berwarna perak itu... Jangan katakan itu adalah Olivia...! Tidak, memang benar itu dia...! Tapi, sihir ini... Ini sama sekali tidak terasa seperti dirinya...! Apa yang sebenarnya terjadi...!)” Ujar Lia dalam hatinya kebingungan.

__ADS_1


 


Entah apa yang terjadi, namun Lia punya firasat buruk mengenainya. Selain penampilannya yang berubah, aura yang ada dimilikinya kini benar-benar terasa begitu asing seperti seolah dia berubah menjadi orang yang berbeda. Ini bukan pertanda yang baik bagi mereka.


__ADS_2