
Dion tertawa melihat Leta yang cemberut. Leta cemberut membuat Dion gemas.
"Kak Dion kok malah ketawain aku sih?" Ucap Leta marah.
"Iya Iya maaf. Habis kamu lucu banget sih kalau lagi cemberut seprti ini" Ucap Dion mencubit pipi Leta.
"Mau aku temani enggak?" Tanya Dion lagi.
"Enggak usah kak. Lagian ada kak Sesa juga kok" Jawab Leta.
"Ya sudah. Jam makan siang sudah selesai yuk kerja lagi" Ajak Dion.
Leta dan Dion keluar dari ruang OB dengan membawa perlengkapan mereka untuk kerja. Leta membersihkan koridor dan Dion membersihkan kaca kaca yang cukup tinggi.
sore hari nya jam kerja sudah selesai.
Dion bersiap siap untuk pulang sedangkan Leta masih duduk di ruang OB untuk menunggu perintah apa lagi yang akan di berikan Bara pada nya.
"Aku balik dulu ya?" Pamit Dion.
"Iya kak" Jawab Leta.
Dion mengusap kepala Leta lembut dan keluar dari ruang OB. Tak lama Sesa masuk ke dalam ruang OB.
"Leta perut ku sakit. Tolong kamu antar obat ini dan air putih nya juga ke pak Bara. Dia tidak makan siang tadi. Aku takut nya mag nya akan kambuh lagi" Pinta Sesa.
"Iya kak. Aku antar kan sekarang" Jawab Leta.
"Makasih ya Leta. Aku ke kamar mandi sebentar" Ucap Sesa.
Leta mengambil gelas untuk di isi air putih dan di atruh nya di atas nampan. Dia membawa nampan tersebut ke arah ruangan Bara.
Tok tok tok
Leta mengetuk pintu ruangan Bara.
"Sesa bawakan aku obat" Ucap Bara lirih menahan sakit.
Leta yang mendengar suara Bara masuk begitu saja ke dalam ruangan Bara.
"Pak Bara." Ucap Leta khawatir.
"Leta tolong obat ku" Pinta Bara lirih.
Leta mengambil obat dan air putih lalu menyerahkannya pada Bara.
"Biar saya bantu" Ucap Leta yang melihat Bara bergemetar.
Leta memapah Bara ke arah Sofa dan menidurkan Bara di sofa tersebut.
"Bara kamu sudah baikan?" Tanya Sesa khawatir.
"Aku mau istirahat sebentar. Kamu keluar" Ucap Bara dingin.
Sesa yang merasa marah karena ke khawatiran nya tidak di hargai oleh Bara. Dia memukul lengan Bara karena kesal.
Plack.
"Aaaa Sesa. Kamu cari mati ya?" Ucap Bara marah.
__ADS_1
"Leta kamu tolong temani bayi besar ini. Aku akan pesan kan makanan untuk kalian" Ucap Sesa.
"Iya kak" Jawab Leta.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
Bara dan Leta sudah selsai makan dari makanan yang di pesankan oleh Sesa tadi. Leta kembali ke ruang OB dengan membawa piring piring kotor yang tadi mereka pakai untuk makan.
"Leta nanti kamu ke mari lagi" Pinta Bara.
"Baik pak" Jawab Leta.
Leta keluar dari ruangan Bara menuju ke ruang OB.
Bara menghubungi Sesa untuk menyiapkan berkas berkas yang dia butuhkan saat ini.
Tak lama Sesa masuk ke dalam ruangan Bara dengan membawa berkas berkas yang di minta Bara.
"Kamu serius dengan apa yang kamu lakukan ini?" Tanya Sesa.
"Iya Sa karena aku tidak ingin kehilangan dia lagi" Ucap Bara.
"Kehilangan lagi? Maksud kamu?" Tanya Sesa.
"Bukan apa apa" Jawab Bara
Tak lama Leta telah kembali ke ruangan Bara dan sudah berganti pakaian.
"Ada apa Pak?" Tanya Leta.
"Sesa berikan pada Leta " Pinta Bara.
"Baik" Jawab Sesa.
"Apa maksud anda?" Tanya Leta marah.
"Apa di situ masih lurang jelas?" Tanya Bara balik.
"Saya menghormati anda karena anda atasan saya. Tapi jika anda ingin saya menandatangani surat ini jangan harap." Ucap Leta tegas.
"Sesa berikan lagi" Pinta Bara.
Sesa menyerahkan berkas berikut nya pada Leta dengan rasa cemas.
"Apa lagi ini?" Tanya Leta.
"Ini adalah berkas akuisisi yang akan di layangkan perusahaan BR Group pada perusahaan papah kamu" Jelas Sesa.
Deg
Jantung Leta terasa terhenti ketika mendengar perusahaan papah nya akan gulung tikar jika Leta tidak menanda tangani surat perjanjian itu.
"Pilihan ada di tangan kamu Leta. Jika kamu tidak ingin keluarga kamu hancur maka tanda tangani surat tersebut dan dengan itu kamu akan menjadi istri ku" Ucap Bara.
"Jika kamu mejolak maka besuk sudah di pastikan perusahaan papah kamu akan bangkrut" Ucap Bara lagi.
"Sebenar nya apa yang anda mau. Kenapa anda menginginkan saya untuk menikah dengan anda?" Tanya Leta lirih dan tertunduk.
"Saya hanya ingin mengajak kamu kerja sama. Saya tidak suka dengan calon yang di berikan orang tua saya dan kamu akan saya beri gaji bulanan juga akan membenaskan perusahaan papah kamu" Jelas Bara.
__ADS_1
Berkas pertama yang di berikan Sesa pada Leta adalah surat perjanjian pernikahan antara Bara dan Leta.
Dengan jaminan perusahaan papah milik Leta. Leta tidak ingin menikah dengan Bara. Namun dia juga tidak ingin jika papah nya akan bangkrut.
"Saya akan menanda tangani perjanjian itu" Ucap Leta lirih.
Bara tersenyum karena Leta akhir nya akan menjadi milik nya.
"Dengan kamu menandatangani surat itu maka kamu tidak akan pernah lepas dari ku lagi Leta" Guman Bara dalam hati.
Leta menanda tangani surat perjanjian itu. Sesa ikut bahagia namun juga merasa tidak enak dengan Leta.
"Jangan takut Leta. Bara akan menjaga kamu dengan baik " Guman Sesa dalam hati.
"Saya sudah menanda tangani nya" Jawab Leta.
Bara meminta Sesa mengambil berkas tersebut dan memeriksa nya.
"Sudah" Jawab Sesa.
"Berikan semua nya pada Leta" Pinta Bara.
Sesa mengeluarkan kartu ATM kunci rumah dan mobil kepada Leta.
"Apa ini?" Tanya Leta.
"Ini fasilitas yang di berikan pak Bara pada kamu. Mulai sekarang kamu juga atasan saya" Jawab Sesa.
"Jadi aku bisa memakai semua ini?" Tanya Leta.
"Iya pakailah sesuka kamu" Jawab Bara.
"Apa anda tidak takut jika saya membuat anda bangkrut?" Tanya Leta lagi.
"Jika kamu bisa menghabiskan uang yang ada di dalam black card itu maka semua harta saya akan menjadi milik kamu" Tantang Bara.
"Anda jangan meremehkan saya" Jawab Leta singkat.
Bara dan Sesa tersenyum dengan tingkah Leta. Mereka sudah menyelidiki semua nya karena Leta bukan lah gadis yang gila dengan harta.
Setelah berbincang dengan Leta. Untuk saat ini Leta sudah menjadi sitri Bara secara hukum.
"Aku akan melakukan pesta perniakahan kita tapi tidak dalam waktu dekat ini" Ucap Bara.
"Aku tidak ingin ada pesta. Aku harap anda menyembunyikan pernikahan ini dari keluarga saya" Pinta Leta.
"Tidak. Aku ingin semua orang tau kalau kamu lah istri ku" Jawab Bara marah.
"Leta tenang lah saya akan berbicara dengan Bara soal permintaan kamu. Saya tau dengan perasaan kamu" Ucap Sesa lembut.
"Makasih ya kak" Jawab Leta.
"Iya" Sahut Sesa tersenyum.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
**Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak**
# selamat membaca ya kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš