
"Selamat malam pak Dafi. Saya Leta putri papah Deva" Ucap Leta ramah.
"Senang berkenalan dengan anda nona Leta" Ucap Dafi mencium punggung tangan Leta.
Leta yang merasa risih menarik tangan nya dengan cepat.
"Maaf. Saya ke toilet sebentar" Pamit Leta yang ingin menghindari Defa.
Ria selalu mengikuti Leta kemanapun.
"Apa anda tidak nyaman nona?" Tanya Ria.
"Iya. Aku risih dengan tataoan nya tadi" Jawab Leta.
"Apa anda ingin saya membereskan nya?" Tanya Ria.
"Hahaha kamu ada ada saja Ria. Memang nya kamu bisa apa? Sudah tidak usah di hiraukan" Jawab Leta.
Setelah dari kamar mandi. Leta keluar ke ruang pesta lagi. Dia melihat Bara yang sedang berbincang dengan Deva.
"Sejak kapan dia di sini?" Guman Leta.
"Saat anda di kamar mandi tadi tuan datang non" Jawab Ria yang mendengar gumanan Leta.
"Aku nggak tanya" Sahut Leta cuek.
Bara tersenyum melihat Leta yang seperti nya malu malu melihat diri nya.
"Ada apa pak Bara?" Tanya Deva.
"Tidak ada. Hanya ada yang menarik perhatian saya" Jawab Bara.
Deva menengok ke arah pandangat Bara. Namun Leta sudah pergi kini yang berdiri di depan pandangan Bara adalah Dila.
Deva tersenyum karena dia mengira kalau Bara tertarik dengan anak nya Dila.
"Dila ke mari lah" Panggil Deva.
Dila berjalan ke arah Deva. Dia terkagum kagum dengan Bara yang sangat tampan dan wibawa nya membuat nya tertarik.
"Dila perkenalkan ini pak Bara dari perusahaan BR Group" Ucap Deva.
Dila menyalami Bara dan Bara membalas salaman dari Dila.
"Dila" Ucap Dila memeperkanalkan diri nya.
Leta yang melihat Deva memperkenalkan Dila pada Bara. Ada rasa marah yang dia rasakan.
"Tenang saja non. Dia bukan selera tuan" Ucap Ria yang melihat Leta marah.
"Apaan sih Ria. Aku nggak peduli" Jawab Leta.
Leta keluar rumah nya. Dia ke arah taman dan duduk di kursi taman. Dafi yang juga keluar rumah Deva melihat Leta yang duduk di kursi taman.
"Bolehkah saya duduk di sebelah nona Leta?" Tanya Dafi.
"Silahkan. Saya juga mau masuk ke dalam kok" Jawab Leta yang berdiri dari duduk nya.
__ADS_1
Leta melangkah untuk masuk ke rumah nya kembali. Namun tangan nya di cekal oleh Dafi dan membuat nya terhenti.
"Saya ingin bicara dengan kamu Leta" Ucap Dafi.
"Maaf pak Dafi tapi saya ada urusan. Tolong lepaskan tangan saya" Pinta Leta.
"Tunggu. Aku...." Ucapan Dafi terhenti ketika tangan nya di cekal oleh Ria.
"Maaf pak Dafi. Tapi nona saya ada urusan tolong lepaskan tangan anda." Ucap Ria penuh penekanan.
"Siapa kamu. Saya ingin bicara dengan Leta jangan ikit campur " Jawab Dafi.
Ria tersenyum ke arah Dafi namun dia mencengkram tangan Dafi dengan kuat hingga Dafi kesakitan.
Dafi melepaskan tangan nya dari Leta dan seketika Ria melepaskan tangan nya dari Dafi.
"Terima kasih pak Dafi. Kami permisi dulu" Ucap Ria tersenyum.
Leta dan Ria berjalan masuk ke dalam rumah kembali. Dafi terus menatap Ria dengan tatapan marah.
"Dia siapa sih? Kenapa tenaga nya sangat kuat. Apa lagi pandangan nya membuat ku merinding" Guman Dafi.
Leta masuk ke dalam rumah langsung menuju ke kamar nya.
"Ria. Saya mau masuk ke kamar dulu. Kalau kamu mau makan makan saja" Ucap Leta.
"Baik non" Jawab Ria.
Leta masuk ke dalam kamar nya. Dia terkejut ketika melihat Bara yang ternyata sudah ada di kamar nya.
"Bara apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Leta terkejut.
"Aku merindukan kamu Leta" Ucap Bara memeluk Leta dari belakang.
"Jangan gini dong Bara" Ucap Leta mencoba melepaskan pelukan Bara dari diri nya.
"Apa kamu puas bersama pria itu?" Tanya Bara dingin.
"Siapa maksud kamu?" Tanya Leta.
Bara melepaskan pelukan nya dari Leta. Dia duduk kembali ke ranjang Leta.
"Aku tadi ingin mengikuti kamu di taman. Tapi aku melihat kamu dengan pria itu di taman " Jawab Bara.
"Aku tidak bersama dengan nya. Aku malah menolak nya untuk berbincang" Jelas Leta.
"Sudah lah. Aku ingin pulang" Ucap Bara
Bara membuka pintu kamar Leta lalu keluar dari kamar Leta langsung pulang tanpa berpamitan pada Deva.
Namun saat di depan mobil nama nya di panggil oleh Dila.
"Pak Bara" Panggil Dila berlari ke arah Bara.
"Ada apa?" Tanya Bara dingin.
"Apa boleh jika saya lebih dekat dengan anda?" Tanya Dila.
__ADS_1
"Terserah anda. Saya permisi" Pamit Bara.
Bara masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya meninggalkan rumah Deva.
Lia yang melihat Dila menghampiri Bara merasa senang. Setelah melihat Bara pergi Lia menghampiri Dila.
"Mamah aku di bolehkan Bara untuk dekat dengan dia" Ucap Dila kegirangan.
Leta yang sedari tadi melihat Bara dan Dila dari balkon kamar nya merasa marah karena Bara menanggapi Dila.
Leta keluar dari kamar nya untuk mencari Ria.
"Ria kita pulang sekarang " Pinta Leta.
"Baik non" Jawab Ria
Leta berjalan ke arah papah nya yang sedang berbincang dengan Dafi.
"Pah. Aku mau pulang dulu. Sudah malam" Pamit Leta.
"Iya nak hati hati" Jawab Deva.
"Jika berkenan bolehkah saya mengantar anda?" Tanya Dafi.
"Tidak usah terima kasih. Saya membawa mobil sendiri " Jawab Leta.
"Ayo Ria" Ajak Leta.
Leta dan Ria keluar dari rumah Deva. Dia masuk ke dalam mobil dengan perasaan marah nya. Ria melajukan mobil nya meninggalkan rumah Deva.
Di rumah Bara.
Leta baru sampai di rumah. Dia masuk ke dalam rumah dan melihat Bara yang sedang bekerja dengan leptop nya.
"Ria kamu istirahat saja. Makasih ya sudah menemani ku" Ucap Leta.
"Sama sama non Leta. Saya permisi" Pamit Ria dan di angguki oleh Leta.
Leta naik ke lantai dua tanpa menyapa Bara. Karena dia masih marah dengan Bara yang menanggapi Dila.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Bara yang mengikuti Leta masuk ke dalam kamar nya.
"Bukan urusan kamu" Jawab Leta.
"Leta harus nya aku yang marah karena kamu bersama pria lain di depan mata ku sendiri " Ucap Bara marah.
"Memang nya kamu lihat aku sama dia cuma berdua? Aku selalu sama Ria. Dia ingin mengajak ku bicara namun aku menolak nya karena aku tidak ingin ada gosip macam macam" Jawab Leta marah.
"Aku tidak seperti kamu yang mananggapi Dila. Dia ingin lebih dekat dengan kamu dan kamu mengiyakan nya." Imbuh Leta marah.
Leta keluar dari kamar nya lalu menutup pintu kamar nya dengan keras.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš