
Sesa lebih memilih asik dengan ponsel nya. Vero melihat ke arah dalam rumah Bara.
"Kok sepi? Kata nya nenek sihir ada di sini?" Tanya Vero.
"Di usir sama mamah gara gara dia melukai Leta kemarin" Jawab Bara.
"Luka apa?" Tanya Vero lagi.
"Kepala belakang Leta terluka karena di lempar gelas kaca sama si nenek sihir" Sahut Sesa.
"Terus sekarang gimana? Sudah baikan?" Tanya Vero.
"Sudah kok kak. Tingga nunggu beberapa hari lagi mau di cek ke rumah sakit" Jawab Leta.
Saat mereka sedang asik berbincang ponsel Leta berdering. Leta melihat nama Dila yang lagi lagi menghubungi nya.
"Siapa sayang?" Tanya Bara.
"Dila" Jawab Leta memperlihat kan ponsel nya ke Bara.
"Angkat saja" Ucap Bara singkat.
Leta berjalan keluar dari rumah untuk menuju ke taman. Di taman dia menerima panggilan dari Dila.
"Ada apa?" Tanya Leta.
"Datang ke rumah papah sakit" Ucap Dila yang terdengae khawatir.
"Papah sakit? Sakit apa?" Tanya Leta yang juga khawatir.
"Sudah kamu datang saja" Ucap Dila.
"Iya. Aku akan datang ke sana sekarang" Ucap Leta.
Leta mematikan ponsel nya lalu masuk ke dalam rumah. Diaberlari menaiki tangga untuk masuk ke dalam kamar nya.
"Sayang ada apa?" Tanya Bara.
"Papah ku sakit Bar. Aku harus ke sana sekarang juga" Jawab Leta.
Leta kembali berlari ke arah kamar nya dia mengambil tas nya lalu keluar dari tumah kembali.
"Ria" Panggil Bara. Ria mendekat pada Bara.
"Ada apa tuan?" Tanya Ria.
"Cari tau ada apa di rumah papah nya Leta" Ucap Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Ria kembali ke dapur untuk memberikan perintah pada anak buah nya. Sedangkan Leta kini sudah dalam perjalanan ke arah rumah Deva menaiki taxi.
"Kamu tidak meminta anak buah kamu untuk mengikuti Leta?" Tanya Sesa.
"Selalu ada penjaga yang mengikuti dia. Kamu tenang saja" Jawab Bara.
"Bagus lah kalau begitu " Ucap Sesa tenang.
Di rumah Deva.
Leta sudah sampai di rumah Deva. Saat dia masuk ke dalam rumah dia melihat papah nya yang sedang asik berbincang dengan Dafi.
"Papah tidak sakit?" Tanya Leta.
__ADS_1
"Papah tidak sakit. Papah hanya ingin kamu ke mari saja bertemu dengan tuan Dafi" Jawab Deva
"Kalau papah baik baik saja aku pulang saja" Ucap Leta.
Leta akan berbalik namun di cekal oleh Dafi.
"Tunggu Leta. Aku ingin bicara dengan kamu" Ucap Dafi.
"Maaf tuan Dafi tolong jaga sikap anda" Ucap Leta.
"Leta berhenti kamu" Teriak Deva.
Deva berjalan ke arah Leta lalu menarik Leta masuk ke dalam rumah nya.
Lia dan Dila keluar dari kamar nya untuk melihat pertunjukan dari Deva yang memarahi Leta.
"Dia nggak akan bisa lepas dari kita" Ucap Dila.
"Kamu tenang saja sayang. Setelah dia menikah dengan Dafi. Kamu akan mamah kenal kan dengan Bara" Ucap Lia.
"Berneran ya mah. Aku mau banget kalau sama Bara" Ucap Dila.
"Tenang sayang. Kamu akan mendapat kan yang terbaik" Ucap Lia.
Deva berjalan ke arah Leta lalu menampar Leta.
Plack.
"Kamu yang harus nya jaga sikap kamu Leta. Tuan Dafi adalah calon tunangan kamu" Ucap Deva.
"Aku tidak mau pah. Aku tidak bisa tunangan dengan dia" Ucap Leta yang memegangi pipinya yang sakit.
"Apa maksud kamu? Papah tidak peduli kamuharus mau tunangan dengan tuan Dafi besuk" Ucap Deva.
Leta akan berlari ke luar dari rumah namun lagi lagi Dafi mencekal nya.
"Maaf Leta. Tapi aku tidak akan melepaskan kamu. Kamu harus menjadi milik ku" Ucap Dafi.
Plack
Leta menampar pipi Dafi dengan keras.
"Pukul saja lagi Leta hingga kamu puas. Tapi aku tetap tidak akan melepaskan kamu" Ucap Dafi.
Anak buah Dafi yang bertubuh kekar menarik Leta dan membawa Leta masuk ke dalam kamar nya dengan arahan dari Lia.
"Tuan Dafi tenang saja. Kami akan menjaga Leta dengan baik hingga pertunangan anda besuk" Ucap Deva.
"Bagus. Jika kalian tidak menjaga nya kalian tau apa yang akan terjadi dengan perusahaan kalian" Ancam Dafi.
"Baik tuan. Kami akan menjaga nya dengan baik" Sahut Lia.
Dafi pergi dari rumah Deva tanpa berpamitan lebih dulu. Dia begitu saja pergi dengan anak buah nya yang tadi membawa Leta ke kamar.
"Urusi Leta dengan baik. Aku akan kembali ke kantor " Ucap Deva
" Iya pah" Jawab Lia.
Deva keluar dari rumah nya dia menaiki mobil lalu melajukan mobil nya ke arah kantor.
"Dila" Panggil Lia.
"Iya mah" Jawab Dila.
__ADS_1
Dila berjalan ke arah ruang tamu lalu duduk di sofa sebelah mamah nya Lia.
"Ada apa sih mah?" Tanya Dila yang asik dengan ponsel nya.
"Apa dia masih teriak teriak?" Tanya Lia
"Masih. Berisik banget" Jawab Dila.
"Ya sudah biar kan saja. Nanti kalau capek juga diam sendiri" Ucap Lia.
"Iya mah" Jawab Dila.
"Mah kita ke mall saja yuk" Ajak Dila.
"Memang nya kamu mau beli apa?" Tanya Lia.
"Beli gaun mah. Yah walaupun besok anak kampung yang peran utama nya tapi aku juga tidak mau kalah dong. Aku harus jadi pusat perhatian dan aku juga harus merebut perhatian Bara" Ucap Dila.
"Bagus sayang. Ya sudah ayuk kita ke mall sekarang" Ucap Lia.
Lia dan Dila keluar dari rumah nya. Mereka ke arah pusat perbelanjaan dengan menggunakan mobil Dila. Mereka melupakan Leta yang masih terkurung di dalam kamar nya.
Di kamar Leta terus berteriak pada Dila dan Lia agar melepaskan nya.
"Dila mamah Lia keluarkan aku" Teriak Leta
Leta terus menggedor gedor pintu kamar nya. Namun tidak ada sahutan sama sekali dari Dila dan mamah Lia.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Guman Leta.
Leta teringat dengam Bara. Dia mengambil tas nya untuk mencari ponsel nya. Namun s
Dia sudah mengeluarkan semua isi tas nya dia tidak mendapati ponsel nya.
"Aduh gimana sih kamu Leta. Kenapa kamu sebodoh ini hingga meninggalkan ponsel mu di rumah" Ucap Leta yang memarahi diri nya sendiri.
Dia terus mencari jalam keluar untuk kabur dari rumah Deva. Dia mencoba membuka treli besi yang menghalangi jendela namun dia gagal.
"Gimana cara nya aku bisa keluar dari sini" Guman Leta.
Namun di saat bersamaan. Kepala Leta mulai pusing lagi. Dia mencari obat yang dari rumah sakit namun tidak menemukan nyajuga.
"Obat ku juga tertinggal di rumah. Ahhhh kepala ku sakit sekali" Ucap Leta.
Perlahan Leta berjalan ke arah pintu. Dia mengetuk pintu agar Lia atau Dila mau membukakakn pintu kamar nya.
"Dila mamah Lia. Tolong buka pintu nya. Kepala ku sakit" Ucap Lia lirih.
Lia terus menjaga kesadaran nya agar tidak pingsan. Mungkin karena kelelahan kepala nya terasa sakit kembali.
"Bara. Tolong aku" Ucap Leta yang sudah mulai tersungkur di lantai kamar nya.
"Tolong aku Bara" Ucap Leta lirih dan akhir nya dia mulai kehilangan keaadaran lalu pingsan.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
šššššš
__ADS_1