
"Aku sangat merindukan kamu Leta." Ucap Bara.
Leta diam saja tidak menanggapi ucapan Bara. Bara tau kalau Leta masih marah dengan diri nya namun sebisa mungkin dia tidak memperlihatkan pada Leta kalau dia tau kemarahan Leta.
Bara menciumi kening Leta terus menerus. Dia juga menggenggam tangan Leta.
"Maaf kan aku Leta. Maaf karena aku tidak bilang tentng Dafi pada kamu" Ucap Bara yang mulai membuka pembicaraan.
Leta tetap diam. Dia ingin mendengar penjelasan Bara. Dia tidak ingin salah paham lagi pada Bara.
"Leta. Ketika kamu di culik oleh Dafi. Aku telah menyelamatkan kamu bersama anak buah Ria. Aku juga telah menyekap Dafi karena saat itu aku sangat sangat marah dengan apa yang telah dia lakukan pada kamu" Jelas Bara.
"Tapi saat aku di rumah bersama kamu yang belum sadarkan diri. Aku mendapat kabar dari Ria kalau Dafi telah berhasil kabur dan mendapat bantuan dari Eva. Ternyata selama ini dia bersengkongkol dengan Eva untuk memisahkan kita" Jelas Bara lagi.
"Tapi. Saat aku menemukan Dafi lagi. Wajah nya hancur. Dia tidak sengaja terkena luka bakar akibat menolong Eva." Jelas Bara.
"Sebenar nya dia menyukai Eva. Dia juga tidak tau sejak kapn dia mulai menyukai Eva. Sampai Eva mengandung anak nya." Jelas Bara.
"Lalu kenapa Eva ke mari kemarin?" Tanya Leta.
"Kemungkinan besar. Dia ingin meminta tolong pada ku untuk mencari keberadaan Dafi yang kini sedang melakukan operasi di luar negri. Eva seperti nya juga sudah mulai membuka hati nya untuk Dafi karena sebentar lagi mereka akan melakukan pernikahan " Jelas Bara.
Leta nelepaskan genggaman tangan Bara. Bara sempat terkejut namun seketika dia tersenyum ketika Leta membalas memeluk diri nya.
"Jangan menyembunyikan apapun lagi pada ku. Aku tidak ingin salah paham lagi dengan kamu" Ucap Leta.
"Maafkan aku sayang. Aku janji tidak akan melakukan nya lagi." Jawab Bara mencium kening Leta.
"Maaf karena aku marah dengan kamu semalam. Aku terlalu terbawa emosi hingga tidak berfikir dengan jernih" Ucap Leta.
"Sudah lah sayang. Aku tidak akan mempermasalah kan nya lagi." Sahut Bara.
"Kamu mau makan sesuatu? Kamu belum makan kan pagi ini?" Tanya Bara
"Iya. Aku ingin makan roti selai saja" Jawab Leta.
"Ya sudah. Yuk kita turun makan sama sama dengan mamah dan papah" Ucap Bara dan di angguki oleh Leta.
Bara melepaskan pelukan nya. Diaberdiri lebih dulu untuk membantu Leta berdiri. Namun Leta terdiam ketika melihat pipi Bara yang merah akibat tamparan keras dari mamah mertua nya.
"Sakit?" Tanya Leta lembut dengan memegang pipi Bara.
"Tidak apa apa sayang. Ini memang hukuman ku karena bertengkar dengan kamu" Ucap Bara.
Leta kembali memeluk Bara dengan erat.
"Maaf maafkan aku karena aku terlalu keras kepala" Ucap Leta.
__ADS_1
Bara mengusap kepala Leta dan menciumnya.
"Sudah. Kita makan dulu" Ucap Bara melepaskan pelukan dari Leta.
Bara dan Leta turun ke lantai 1 menuju ke ruang makan dengan bergandengan tangan.
Mamah papah dan Mika tersenyum lega ketika melihat Bara dan Leta yang sudah baikan.
"Sini sayang duduk dengan mamah" Ucap mamah Bara pada Leta.
Leta mengangguk dan mulai duduk di sebelah mamah. Bara juga duduk di sebelah Leta.
"Kak Bara duduk sini dong" Ucap Mika.
"Tidak." JawabBara singkat.
Dan jawaban dari Bara mampu membuat Mika memanyunkan bibir nya. Papah tersenyum lalu mengusap kepala Mika dengan lembut.
"Sudah teruskan makan nya" Ucap papah.
"Iya pah" Jawab Mika.
Setelah makan bersama. Mereka kini berkumpul di ruang tengah. Leta duduk di samping Bara dengan menyenderkan kepala nya pada dada bidang Bara.
"Mika ambilkan buah untuk Leta" Pinta Bara.
"Kamu sedang hamil. Jadi duduk diam di sini" Ucap Bara.
Mika berdiri lalu berjalan ke arah dapur. Dia mulai mengupas buah untuk Leta. Setelah selesai dia kembali ke ruang tengah.
"Ini buah nya. Habiskan biar ponakan ku sehat" Ucap Mika.
"Makasih ya Mika" Ucap Leta tersenyum.
"Iya sama sama. Tidak usah sungkan kita kan keluarga jadi wajar kalau aku ikut merawat ibu hamil ini" Ucap Mika mencubit pipi Leta.
"Mika sudah. Kembali duduk. Papah ingin bicara dengan kakak kamu" Pinta papah.
"Iya pah" Jawab Mika datar.
Setelah Mika kembali duduk. Papah mulai membuka pembicaraan nya.
"Leta. Untuk merayakan kehamilan kamu. Mamah dan papah berencana untuk membuatkan pesta. Papah harap kamu jaga kesehatan kamu waktu acara tersebut " Ucap papah Bara.
"Tidak perlua pah...." Ucapan Leta terhenti.
"Tidak ada penolakan Leta. Kami sudah putus kan malam ini akan ada acara pesta kehamilan kamu" Sahut mamah mertua nya.
__ADS_1
Leta terdiam dan mengangguk saja karena dia tau tidak mungkin bisa dia menolak perintah mertua nya tersebut.
Mamah Bara yang mendapat anggukan dari Leta merasa bahagia. Dia mengambil ponsel nya dan mulai menghubungi teman teman nya untuk datang ke acara tersebut.
Ria yang akan bertanggung jawab dengan pesta kehamilan Leta ini karena di keluarga Bara. Ria lah yang dapat di andalkan saat waktu sudah mepet seperti sekarang ini.
Malam hari nya.
Banyak tamu yang sudah datang ke rumah utama Bara. Mamah dan papah Bara menyambut kedatangan para tamu dengan ramah.
Mika kini sedang berada di kamar Leta untuk membantu Leta berdandan. Sedangkan Bara masih fokus dengan leptop nya.
Tok tok tok.
Ria mengetuk pintu kamar Bara.
"Permisi tuan. Para tamu sudah datang" Ucap Ria.
"Oh iya Ria. Kita akan turun sekarang" Sahut Leta.
"Baik nona" Jawab Ria.
Leta yang sudah siap berdiri dari duduk nya. Mika yang juga sudah bersiap kelur kamar Leta lebih dulu untuk menemani mamah dan papah nya.
"Bara ayo kita turun" Ajak Leta.
"Iya sayang" Jawab Bara menutup leptop nya.
Bara menggandeng Leta yang terlihat cantik dengan balutan gaun berwana gold. Dengan riasan yang natural dari Mika.
"Apa aku terlihat cantik?" Tanya Leta ketika mereka menuruni tangga dan di tatap oleh semua tamu yang hadir malam ini.
"Kamu selalu cantik sayang. Kamu akan selalu menjadi bidadari yang sangat sangat cantik" Jawab Bara.
Leta tersipu malu dengan jawaban yang di berikan Bara pada nya. Wajah nya yang putih sampai memerah karena malu.
"Apa yang kamu lakukan dengan menantu kesayangan mamah? Kenapa wajah Leta semerh itu?" Bisik mamah dengan mencubit lengan Bara.
"Hahaha Leta hanya malu mah. Mamah tenang saja" Jawab Bara tersenyum.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš