
Di hotel.
Bara memesan kamar presiden suite untuk nya istirahat bersama Leta.
Bara membawa Leta masuk ke dalam kamar. Dia menidurkan Leta ke kasur.
"Ah panas" Ucap leta menyingkirkan selimut yang di pakaikan Bara pada tubuh Leta.
"Kalau panas mandi jangan tidur dulu" Ucap Bara.
Leta membuka mata nya. Dia melihat Bara yang berdiri di samping nya.
"Gendong ke kamar mandi" Ucap Leta manja.
Bara menuruti ucapan Leta. Dia menggendong Leta masuk ke dalam kamar mandi.
"Sudah sana mandi dulu" Ucap Bara.
Leta menarik tangan Bara dan mulai mencium bibir Bara. Bara yang mendapatkan serangan dari Leta hanya tersenyum lalu membalas ciuman dari Leta.
Ke esokan hari nya.
Leta yang baru bangun melihat Bara yang sedang merokok di depan jendela dengan hanya menggunakan handuk yang di lilitkan pada pinggang nya.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Bara.
Bara mematikan rokok yang dia hisap tadi lalu menghampiri Leta.
"Apa kamu masih lelah?" Tanya Bara lembut.
"Iya. Pinggang ku sakit" Jawab Leta.
"Maaf karena aku tidak bisa mengontrol tubuh ku" Ucap Bara tersenyum.
"Kita di mana?" Tanya Leta.
"Di hotel. Kamu mabuk tadi malam aku nggak mau kalau Eva akan mengadu ke mamah dan membuat mamah semakin benci sama kamu" Ucap Bara.
"Iya. Lama kelamaan juga mamah kamu akan menerima ku. Kamu jangan khawatir. Aku pasti bisa nerebut hati mamah kamu" Ucap Leta.
"Iya sayang" Jawab Bara merangkul bahu Leta.
"Baju kamu rusak tadi malam. Tunggu sebentar Ria akan mengirimkan baju untuk kita nanti" Ucap Bara.
"Iya. Tapi aku lapar" Ucap Leta.
"Pakai handuk saja dulu. Aku akan pesan kan kamu makan agar di bawa ke kamar nanti" Ucap Bara.
Bara mengambikan handuk kimono untuk Leta. Leta menerima handuk dari Bara dan mulai memakai nya. Sedangkan Bara memesan makanan untuk di bawa ke kamar nya.
Tak lama makanan yang di pesan oleh Bara telah sampai bersamaan dengan Ria yang membawkaan baju ganti untuk Leta dan Bara.
"Makasih Ria. Kamu boleh kembali dan jangan sampai Eva tau soal tadi malam" Ucap Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Ria menundukkan kepala nya lalu meninggalkan kamar Bara.
Saat Bara dan Leta sedang makan bersama ponsel Leta berdering. Dia melihat nomor Dila yang sedang menghubungi nya.
"Siapa?" Tanya Bara.
__ADS_1
"Dila" Jawab Leta.
"Angkat saja" Pinta Bara.
Leta mengangguk lalu mengangkat panggilan dari Dila.
"Halo. Ada apa?" Tanya Leta yang sudah mengangkat panggilan dari Dila.
"Nanti malam ada makan malam dengan kolega papah. Papah minta kamu pulang ke rumah" Ucap Dila.
Bara yang mendengar Dila mengangguk ke arah Leta yang memberikan persetujuan untuk Leta datang ke rumah papah nya.
"Ok. Nanti aku akan datang ke rumah" Jawab Leta.
Setelah mendapat jawaban dari Leta. Dila mematikan begitu saja panggilan nya.
"Apa tidak apa apa aku ke rumah papah?" Tanya Leta.
"Tidak apa apa lah. Asal jangan pulang terlalu malam saja" Ucap Bara.
"Iya. Makasih" Ucap Leta.
"Sama sama sayang" Ucap Bara.
Siang hari nya.
Leta sudah sampai di rumah Deva. Dia masuk ke dalam dan terlihat rumah Deva yang tertata dengan cantik seperti akan ada pesta di rumah tersebut.
"Ada apa ini?" Tanya Leta pada pelayan di rumah Deva.
"Pesta makan malam nona." Jawab pelayan.
Leta lebih masuk ke dalam rumah. Dia melihat Dila dan Lia yang sedang duduk di sofa ruang tengah.
"Kamu akan tau nanti" Jawab Lia.
Malam hari acara makan malam.
Leta kini memakai gaun biru muda dengan tatanan ramput yang sederhana namun terlihat lebih cantik dan elegant.
"Leta. Ikut papah untuk menyambut tamu kita" Linta Deva.
"Iya pah" Jawab Leta yang tidak cutiga dengan pesta yang di adakan di rumah Deva.
Leta menyambut kedatangan Dafi yang terlihat gagah dan tampan tentu nya.
"Selamat malam nona Leta" Ucap Dafi membungkuk di depan Leta serta mencium punggung tangan Leta.
Leta yang merasa janggal menarik tangan nya dan tersenyum pada Dafi.
"Selamat malam tuan. Selamat datang. Silahkan masuk" Ucap Leta sopan.
"Baik lah" Jawab Dafi.
"Leta tolong kamu temani tuan Dafi dulu. Papah ingin berbincang dulu dengan tamu yang lain" Ucap papah Deva.
Leta yang merasa tidak nyaman dengan Dafi ingin menolak. Tapi dia juga tidak ingin jika citra keluarga nya akan jelek.
Dengan berat hati Leta menemani Dafi untuk masuk ke dalam rumah nya. Dia duduk di sofa dan berhadapan Dengan Dafi yang duduk di sofa juga.
"Maaf saya permisi untuk mengambil minum dulu" Ucap Leta.
__ADS_1
"Silahkan" Jawab Dafi.
Leta berdiri lalu pergi ke arah minuman yang tertata rapi di sudut ruangan. Dafi yang terus melihat Leta mulai merasa tertarik dengan Leta.
"Semoga aku bisa meluluhkan hati mu Leta" Guman Dafi.
Akhir nya acara makan malam pun di mulai. Dafi duduk di depan Leta dengan terua menatap Leta.
Leta yang merasa tidak nyaman hanya menundukkan pela nya tanpa berucap sepatah kata pun.
"Begini tuan Dafi. Saya ingin membicarakan tentang pertunangan anda dengan putri saya. Apa bisa di bicarakan sekarang?" Tanya Deva
"Baik lah" Jawab Dafi.
"Leta" Panggil Deva.
Leta mendongak dan melihat ke arah papah nya.
"Pak Dafi sudah setuju akan pertunangan yang telah papah rencanakan dengan mamah Lia. Kami harap kamu mau untuk melaksanakan nya" Jelas Deva
"Apa mkasud papah?" Tanya Leta yang belum mengerti.
"Papah kamu akan menjdodohkan kamu dengan pak Dafi." Jawab Lia.
"Uhuk uhuk uhuk" Lia tersedak dengan udara yang dia hirup karena terkejut dengan jawaban Lia.
"Tidak pah. Aku menolaknya" Ucap Leta tegas.
"Apa maksud kamu?" Tanya Deva marah.
"Aku tidak mau menikah dengan dia" Jawab Leta tegas.
"Jaga sikap kamu Leta. Harus nya kamu berterima kasih karena pak Dafi tertarik dengan kamu" Ucap Lia.
"Tidak. Aku tidak akan mau bertunangan apa lagi menikah dengan dia " Ucap leta.
Leta pergi dari ruang makan dan keluar dari rumah Deva. Dia duduk di kursi taman dan menangsi.
"Apa yang harus aku lakukan jika sampai Bara tau akan hal ini?" Ucap Leta menangis.
Dafi menghampiri Leta dan duduk di sebelah Leta.
"Apa kamu membenci ku?" Tanya Dafi.
"Saya tidak membenci anda taun. Tapi saya benar benar tidak bisa bertunangan dengan anda" Jawab Leta.
"Aku tidak akan mengajak kamu bertunangan saat ini juga. Aku hanya tertarik dengan kamu. Aku ingin mengenal kamu lebih jauh lagi" Jelas Dafi.
"Maaf pak. Tapi saya benar benar tidak bisa" Jawab Leta.
"Baik lah. Bagaimana jika berteman?" Tanya Dafi lagi.
Leta hanya diam karena dia belum tau harus menjawab apa pada Dafi.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
šššššš