CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
PEMERIKSAAN LETA


__ADS_3

Mamah Vero yang sedari tadi diam ternyata memperhatikan Leta yang sejak datang tadi terus mengunyak makan nya.


"Leta makan kamu banyak juga ya?" Tanya mamah Vero.


Seketika semua mata tertuju pada Leta yang sudah menghabiskan makanan ringan nya.


Leta tersenyum malu karena pertanyaan mamah Vero. Mamah Vero yang melihat Leta tersipu malu malah tertawa lepas.


"Hahahaha lucu sekali kamu Leta" Ucap mamah Vero tertawa.


"Entah lah tante. Belakangan ini Leta sering sekali makan. Dia juga sering makan buah buhan juga. Padahal biasanya dia cuma makan nasi dan minum jus saja" Jelas Bara.


"Apa kamu hamil Leta?" Ucap mamah Vero.


"Ha.... hamil?" Tanya Leta bingung.


"Iya. Mungkin saja kamu hamil. Coba saja cek dulu" Jawab mamah Vero.


"Apa mungkin benar kamu hamil sayang. Kita ke dokter saja kalau begitu" Ucap Bara antusias.


"Ha? Apa harus sekarang juga?" Tanya Leta.


"Iya lah. Lagian urusan kita di sini juga sudah selesai kok. Ayo kita ks dokter" Ucap Bara yang sudah berdiri dan mulai menarik tangan Leta.


"Bar kita berpamitan dulu pada om dan tante" Ucap Leta.


"Om tante aku pulang dulu" Teriak Bara yang sudah keluar dari rumah Vero.


"Anak itu bahagia sekali" Ucap papah Vero.


"Iya pah. Semoga saja memang benar kalau Leta hamil" Jawab mamah Vero.


"Iya mah" Jawab papah lagi.


Setelah meihat Bara dan Leta pulang pandangan mereka kini tertuju pada Sesa yang masih berda di depan mereka.


"Sekarang karena waktu pernikahan kamu sudah dekat. Kamu harus mulai perawatan" Ucap mamah Vero.


"Tidak perlu tante. Aku bisa kok pergi ke salon sendiri" Jawab Sesa.


"Siapa bilang kamu boleh keluar rumah" Sahut papah Vero.


"Iya. Kamu tidak boleh keluar rumah. Semua perawatan kamu akan di lakukan di rumah. Termasuk fitting gaun pengantin juga" Ucap mamah Vero.


"Tapi kan tante. Aku bosan jika di rumah terus" Ucap Sesa.


"Memang nya kamu mau rencana kita ini berantakan ketika kamu keluarrumah dan bertemu dengan Vero" Ucap papah Vero.


"Iya juga sih om. Ya sudah lah aku ikut kalian saja " Jawab Sesa pasrah.


"Gitu dong. Oh iya saat hari pernikahan kamu nanti akan ada kejutan buat kamu" Jawab papah Vero.


"Kejutan apa?" Tanya Sesa penasaran.


"Nama nya juga kejutan. Ya nggak akan om kasih tau lah" Goda papah Vero.


"Tante. Om kok gitu sih malah bikin aku penasaran" Ucap Sesa yang mengadu ke mamah Vero.


"Sudah. Kamu tidak usah pikirkan itu. Tante mauhubungisalon langganan tante dulu. Untuk perawatan kamu besuk" Ucap mamah Vero yang sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu aku ke kamar dulu" Pamit Sesa.


Di rumah sakit.


Karena mendengar perkataan mamah Vero barusan. Bara dengan senyuman nya yang tak hilang dari wajah nya membawa Leta ke rumah sakit untuk pemeriksaan.


Sedari tadi saat di perjalanan Leta sudah menolak untuk ke rumah sakit karena dia takut kalau mengecewakan Bara.


"Kita pulang saja yuk. Besuk saja ke sini nya" Ucap Leta.


"Tidak sayang. Kita harus periksa kamu dulu. Setelah itu kita baru pulang" Jelas Bara.


Leta menuruti permintaan suami nya itu dengan terpaksa. Dia kini sedang mengantri untuk bertemu dengan Dokter.


Dia melihat sekeliling dan banyak ibu ibu yang hamil besar juga sedang menunggu antrian.


"Mbak nya masih hamil muda ya?" Tanya ibu hamil sebelah Leta.


"Belum tau bu. Ini mau di cek" Jawab Leta tersenyum.


"Enggak di cek mandiri dulu?" Tanya ibu hamil lagi.


"Cek mandiri gimana ya bu?" Tanya balik Leta.


"Iya cek mandiri. Beli alat tes nya di apotik ada kok" Jawab ibu hamil.


"Saya malah tidak tau bu" Sahut Leta.


"Ya sudah nggak papa lagian sudah di sini juga. Pengantin baru ya?" Tanya ibu lagi.


"Iya bu" Jawab Leta tersipu malu.


"Oh pantesan. Semoga positif ya" Ucap ibu hamil tersebut dengan tulus.


Tak lama nama Leta di panggil oleh suster. Leta dan Bara masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Dokter.


"Kami mau pemeriksaan Dok. Ingin tau istri saya ini sedang hamil atau belum?" Jawab Bara.


"Oh begitu. Maaf dengan ibu siapa?" Tanya Dokter.


"Aleta" Jawab Bara.


"Nyonya Aleta. Apa anda bulan ini sudah menstruasi?" Tanya Dokter.


"Belum Dok. Harus nya sih sudah seminggu yang lalu. Tapi sampai sekarang belum datang bulan juga" Jawab Leta.


"Apa anda punya keluhan muntah setiap pagi badan lemas atau pusing?" Tanya Dokter.


"Tidak ada Dok" Jawab Leta.


"Tapi dia makan terus Dok" Sahut Bara.


Plack.


Leta memukul paha Bara keras. Dia malu karena ucapan Bara membuat dia mengartikannya secara ambigu.


"Oh malah bagus kalau begitu. Mari ke ranjang pemeriksaan dulu. Saya akan melakukan USG agar bisa melihat nyonya Aleta benar hamil atau belum" Jelas Dokter.

__ADS_1


Leta berdiri mengikuti perawat. Bara juga ikut melihat pemeriksaan Leta. Suster memberikan jel pada perut Leta. Sedangkan Dokter mulai menggerakkan alat nya pada perut Leta.


Saat Dokter sedang memeriksa Leta. Ponsel Bara berdering. Bara mengambil ponsel nya dan melihat Ria yang sedang menghubungi diri nya.


"Ada apa Ria?" Tanya Bara.


"Di rumah ada mbak Eva tuan" Jawab Ria.


"Mau ngapain dia ke rumah?" Tanya Bara emosi.


"Say juga tidak tau tuan. Saya sudah menyuruh nya untuk kembali. Namun dia tetap kekeh di depan rumah menunggu tuan pulang" Jawab Ria.


"Biarkan saja. Saya masih di rumah sakit sekarang. Jangan biarkan dia masuk ke dalam rumah" Ucap Bara.


"Bik tuan" Jawab Ria.


Bara mematikan ponsel nya dan kembali fokus pada pemeriksaan Leta.


"Siapa?" Tanya Leta.


"Nanti saja. Kita fokus saja dengan pemeruksaan kamu" Jawab Bara lembut.


Dokter memperlihatkan gambar yang ada di dalam perut Leta.


"Ini ada gumpalan kecil dalam perut nyonya Aleta. Kemungkinan besar ini janin. Namun untuk lebih memastikan lagi. Kita akan melakukan pemeriksaan keseluruhan." Ucap Dokter.


"Baik Dok" Jawab Bara bahagia ketika dia mendengar kalau kemungkinan besar Leta hamil.


Suster membersihkan sisa jel yang ada di perut Leta. Bara dan Leta kembali duduk di depan meja kerja Dokter.


"Hasil pemeriksaan nya akan keluar 2 jam lagi. Anda bisa menunggu di luar terlebih dulu" Ucap Dokter.


"Baik Dok. Terima kasih banyak" Ucap Bara yang selalu tersenyum.


Bara dan Let keluar dari rungan Dokter. Bara terus menggenggam tangan Leta dengan erat.


"Lepas ah. Gandengan terus" Ucap Leta.


"Sayang. Semoga saja yang ada di dalam perut kamu itu janin. Dan kita sebentar lagi akan punya baby" Ucap Bara bahagia.


"Amin. Kita berdoa saja semoga doa kita terkabul kan" Jawab Leta.


Bara terus tersenyum. Namun Leta merasa sudah lapar kembali.


"Bara. Makan yuk" Ajak Leta.


"Makan? Kamu kan habis makan tadi" Ucap Bara.


"Iya tapi aku lapar lagi" Ucap Leta.


"Hah. Baik lah ayo kita cari kafe dekat sini" Jawab Bara.


Let berdiri dengan bahagia. Dia menggandeng tangan Bara dan bergelayutan manja pada lengan kekar Bara.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***


# selamat membaca kak

__ADS_1


# terima kasih banyak


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š


__ADS_2