
Bara membawa Leta masuk ke dalam kamar nya. Dia menidurkan Leta fi kasur. Sedangkan diri nya berjalan ke arah kamar mandi karena badan nya sudah sangat lengken dan ingin segera mandi.
"Argh. Lho sudah sampai rumah" Guman Leta yang baru bangun dari tidur nya.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Bara.
"Sudah. Aku mau mandi dulu" Pamit Leta.
"Iya. Aku tunggu kamu di meja makan" Ucap Bara.
"Iya" Jawab Leta.
Leta turun dari ranjang menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Tak lama Leta turun ke bawah menuju ruang makan. Sebelum dia duduk dia mengambilkan makanan untuk Bara lebih dulu.
"Selamat makan" Ucap Leta yang sudah mengambilkan makanan untuk Bara dan diri nya.
Di sela sela makan malam itu. Bara terus menatap Leta yang asik dengan makanan nya. Namun dia tau kalau Bara sedang menatap nya.
Brack.
Leta menaruh sendok nya dengan keras di atas piring.
"Kamu kenapa sih kok menatap ku seperti itu? Memang nya ada yang aneh dengan wajah ku?" Tanya Leta
"Tidak ada. Aku hanya suka saja menatap mu" Jawab Bara.
"Tatap lah sepuas mu. Aku mau tidur" Ucap Leta marah.
Leta berdiri dari duduk nya. Dia meninggalkan Bara yang masih berada di meja makan.
"Kamu sangat menggemaskan Leta" Ucap Bara tersenyum.
"Iya tuan. Nona sangat imut" Sahut Ria.
"Kamu juga menyadari nya ya Ria" Kata Bara.
"Iya tuan saya selalu melihat tingkah non Leta. Apa lagi saat tidak ada taun di rumah. Seperti anak kucing yang di lepas dari kandang nya" Jawab Ria.
"Terus awasi dia Ria. Jangan biarkan anak buah kamu lengah mengawasi Leta." Ucap Bara.
"Saya akan selalu mengingat itu tuan" Jawab Ria.
"Bagus. Bagai mana dengan gadis itu?" Tanya Bara.
"Sejauh ini belum ada pergerakan Tuan. Tapi nyonnya besar sering bertemu dengan dia di kafe" Jawab Ria.
"Lanjutkan jika dia macam macam cepat laporkan ke saya" Pinta Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
"Istirahatlah. Aku juga akan istirahat " Ucap Bara.
"Baik tuan selamat malam" Jawab Ria menudukkan kepala nya.
"Heem" Jawab Bara singkat.
Ria bukan lah kepala pelayan biasa di rumah Bara. Semua pembantu dan karyawan yang ada di rumah juga bukan orang orang biasa.
Mereka telah di didik secara militer dan juga menguasai ilmu bela diri tingkat tinggi.
__ADS_1
Ke esokan hari nya di rumah Bara.
Pagi pagi sekali Vero sudah berada di rumah Bara. Dia ingin membicarakan yang kemarin sempat tertunda ketika makan malam di rumah Bara beberapa hari yang lalu.
"Ngapain kamu di sini pagi buta seperti ini?" Tanya Bara.
"Kamu gila ya Bar. Ini sudah jam 8 pagi dan kamu bilang pagi buta?" Ucap Vero.
"Kan hari libur jadi aku ingin malas malasan" Sahut Bara.
"Aku ingin tau apa yang kemarin ingin kamu bicarakan dengan ku" Ucap Vero.
"Soal apa?" Tanya Bara lupa
"Gadis kecil" Bisik Vero.
Dia takut jika Leta mendengar nya dan akan membuat Bara marah.
"Oh itu. Nanti saja saat Leta keluar sama Sesa" Jawab Bara santai.
"Ayo lah Bara. Aku sudah sangat penasaran aka hal itu?" Pinta Vero memelas.
"Tidak" Jawab Bara.
Tak lama Sesa sampai di rumah Bara. Awal nya dia tersenyum karena dia akan jalan jalan bersama Leta.
Namun saat melihat Vero ada di rumah Bara seketika ekspresi wajah nya berubah masam.
"Hai Sesa " Sapa Vero.
Sesa masih marah dengan Vero soal ucapan Vero kemarin. Dia ingin menjauh dari Vero dan bertekad akan mengubur perasaan nya pada Vero.
"Aku naik ya Bar" Pamit Sesa.
Sesa berjalan ke arah tangga. Dia terhenti ketika Bara memanggil nya.
"Sesa" Panggil Bara
"Ada apa?" Tanya Sesa.
"Nanti Ria akan ikut kalian" Jawab Bara.
"Kenapa harus Ria sih?" Tanya Sesa.
"Karena dia yang mampu" Jawab Bara singkat.
"Terserah" Sahut Sesa naik kembali ke lantai dua.
Vero tertunduk karen Sesa kini sengaja untuk menjauh dari diri nya.
"Kenapa?" Tanya Bara.
"Hati ku sakit Bar. Saat tau dia menghindari ku" Jawab Vero lirih.
"Seharus nya kamu jujur dengan diri kamu dan dia Ver. Jangan sampai dia lari dari kamu" Sahut Bara.
"Aku juga ingin Bar. Tapi kamu tau sendiri kalau aku masih seperti ini. Aku belum pantas untuk bersama dia" Ucap Vero.
"Ver. Bukan kamu yang menentukan pantas tidak nya. Kamu harus mencoba nya dulu agar kamu tau pantas tidak jika bersama nya" Jelas Bara.
"Jangan sampai kamu menyesal Ver" Imbub Bara.
__ADS_1
Vero hanya terdiam meresapi ucapan Bara. Tapi hati nya masih bimbang. Dia masih takut dengam fikiran nya sendiri.
Di kamar Leta.
Tok tok tok. Sesa mengetuk pintu kamar Leta.
"Masuk" Ucap Leta.
Sesa membuka pintu kamar Leta dan masuk ke dalam kamar Leta
"Kak Sesa sudah datang. Tunggu sebentar ya kak. Aku tinggal menyisir rambut ku saja kok" Ucap Leta.
"Santai saja Leta. Aku juga mau numpang istirahat juga kok" Jawab Sesa.
"Kakak kenapa?" Tanya Leta yang melihat Sesa murung.
"Tidak apa apa. Mungkin karena cuaca saja" Jawab Sesa melantur.
"Ya sudah. Yuk kak aku sudah siap. Ria juga pasti sudah siap" Ajak Leta.
"Kamu yakin akan mengajak Ria?" Tanya Sesa.
"Iya kak. Aku merasa aman jika bersama Ria. Seperti saat aku sama Bara" Jawab Leta.
"Jelas kamu aman Leta. Dia orang yang kuat bagai monster" Guman Sesa dalam hati.
Leta dan Sesa keluar dari kamar Leta. Saat berada di lantai satu mereka melihat Ria yang sudah menunggu di bawah dengan pakaian santai nya.
"Ria. Kaku sudah siap kan?" Tanya Leta.
"Sudah Nona" Jawab Ria.
"Ya sudah berangkat yuk" Ajak Sesa.
Mereka bertiga berhenti di ruang tamu untuk berpamitan.
"Bara. Aku pergi dulu makanan nya sudah siap di meja makan. Ada susu jiga di kulkas. Jangan lupa minum obat nya juga kalau perut kamu masih sakit" Ucap Leta.
"Iya" Jawab Bara singkat.
"Gue jalan dulu Bar" Pamit Sesa yang langsung keluar dari rumah Bara.
Vero yang melihat Sesa menghindari nya merasa sudah tidak tahan lagi. Dia mengejar Sesa keluar dari rumah.
"Mereka kenapa?" Tanya Leta heran
"Susah beri mereka waktu untuk bicara dulu. Sini duduk dulu" Pinta Bara.
Leta duduk di sofa ruang tamu dengan memainkan ponsel nya.
"Jangan sampai lengah" Bisik Bara.
"Baik tuan" Jawab Ria.
Bara kembali fokus memperhatikan Leta yang asik dengan ponsel nya.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
**Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak**
# selamat membaca kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
šššššš