CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU

CEO TAMPAN MENGINGINKAN KU
PATAH HATI MIKA 2


__ADS_3

"Baik Dok" Jawab Bara.


"Baik lah saya permisi " Pamit Dokter.


"Mari saya antar Dok" Ucap papah Bara.


"Terima kasih tuan" Ucap Dokter.


Leta dan mamah berjalan mendekati Mika. Mamah membelai lembut rambut Mika.


"Kamu kenapa sayang? Apa yabg terjadi dengan kamu?" Tanya mamah.


"Mah biarkan Mika istirahat dulu. Lebih baik kita keluar saja dulu" Ucap Bara.


Mamah hanya mengangguk. Mamah dan Leta berdiri dari duduk nya dan keluar dari kamar Mika. Saat Bara akan menutup pintu kamar Mika mamah melihat Mika dengan perasaan sedih nya.


"Mika akan baik baik saja mah" Ucap Leta.


"Iya Leta" Jawab mamah.


Lera merangkul mamah mertua nya dan mengusap punggung nya dengan lembut.


Ke esokan hari nya.


Leta sedang membawakan susu ke kamar Mika. Di saat itu Mika terbangun dan melihat Leta.


"Leta" Panggil Mika lirih.


"Mika kamu sudah bangun. Nih minum dulu biar badan kamu hangat" Ucap Leta memberika susu pada Mika.


Mika menggeleng menolak susu dari Leta. Leta menaruh susu di atas meja kembali.


"Kamu mau cerita sama aku?" Tanya Leta.


Mika mengangguk tapi lama Leta menunggu Mika tidak juga cerita. Mika hanya memainkan jemari nya dan tertunduk.


"Mika. Jika masalah kamu berat lepaskan lah. Jangan kamu pendam buang semua hal yang mengganjal di hati kamu. Jangan menyiksa diri kamu sendiri" Ucap Leta lembut.


"Leta. Aku suka dengan Riko" Ucap Mika yang akhir nya mulai berbicara.


"Iya aku tau itu dari pandangan mata kamu" Ucap Leta.


"Tapi...." Ucapan Mika terhenti karena hati nya mulai sakit kembali jika mengingat kejadian kemarin.


Leta merasa kasihan dengan Mika. Dia bisa menebak apa yang di rasakan Mika saat ini. Leta menarik Mika dan membawa nya ke dalam pelukan nya.


"Menangis lah Mika. Aku akan bersama kamu dan mendengarkan semua keluh kesah kamu" Ucap Leta.


Mika yang mendengar ucapan Leta mulai menangis. Mika menangis dengan keras dalam pelukan Leta.


Mamah papah dan Bara yang berada di ruang makan mendengar suara tangisan. Mereka saling pandang lalu berlari naik ke lantai 2 menuju ke kamar Mika.

__ADS_1


Bara membuka pintu kamar Mika dan melihat Mika yang menangis dalam pelukan Leta. Leta memberi kode untuk diam agar Mika tidak terganggu dengan kedatangan Bara


Bara mengangguk dan kembali menutup pintu kamar Mika dengan perlahan. Di depan kamar Mika Bara menjelaskan pada mamah dan papah nya yang ingin masuk ke dalam kamar Mika.


"Mah pah. Leta sedang menenangkan Mika. Kita tunggu saja di bawah sampai Leta turun ke bawah setelah menenangkan Mika" Jelas Bara.


"Iya papah mengerti " Jawab papah Bara.


Papah mamah dan Bara kembali turun dan menunggu Leta di ruang tengah. Sedangkan Leta masih berada di kamar Mika untuk menenangkan Mika.


"Sudah tenang?" Tanya Leta.


Mika telah melepaskan pelukan nya dari Leta dan dia juga sudah mulai tenang. Leta mengusap kepala Mika lembut.


"Apa dia menyakiti kamu?" Tanya Leta lembut.


"Tidak Leta. Aku sendiri yang menyakiti hati ku" Jawab Mika.


"Maksud kamu?" Tanya Leta lagi.


"Riko tidak tau kalau aku menyukai dia. Aku yang selalu memendam perasaan ku hingga aku tau kalau Riko menyukai orang lain" Jawab Mika.


Leta tidak menjawab ucapan Mika. Dia hnaya menggenggam tangan Mika dengan erat.


"Kemarin dia menyatakan perasaan nya pada gadis yang sudah lama dia sukai Leta. Aku mengira dia mengajak ku ke taman untuk menyatakan perasaannya pada ku. Tapi ternyata...." Penjelasan Mika terhenti ketika dia mulai menangis lagi.


"Mika. Jika memang dia bukan jodoh kamu. Maka lepaskan lah dia. Tuhan pasti sudah menyiapkan hal yang paling indah untuk kamu" Ucap Leta.


"Mika. Memang melepaskan orang yang kita cintai sulit dan sangat sakit. Tapi demi kebehagiaan nya kamu pasti bisa. Aku dulu juga pernah merasakan apa yang kamu rasakan. Aku juga tau rasa nya sesakit apa. Perlahan mika dengan berjalan seiring nya waktu kamu pasti bisa melepaskan nya" Jelas Leta.


"Iya Leta. Aku akan mencobanya." Jawab Mika.


"Ya sudah kamu istirahat lah dulu. Tenangkan pikiran mu jangan terlalu di pendam sendiri alihkan ke hal yang lebih positif" Ucap Leta.


"Iya" Jawab Mika tersenyum.


"Aku keluar dulu ya?" Pamit Leta. Mika hanya mengangguk dan tersenyum.


Leta berdiri dari duduk nya dan berjalan ke luar pintu kamar Mika. Dia menutup kembali pintu kamar Mika dan turun ke bawah menemui Bara.


ke esokan hari nya.


Leta mengajak Mika untuk berolah raga di tamaan dekat komplek rumah nya. Mika yang sudah siap menunggu kedatangan Leta dan Ria di teras depan rumah nya.


Setela Leta dan Ria siap mereka mulai berlari lari ringan ke taman. Di sepanjang jalan Mika dan Leta bergurau dengan bercerita masing masing.


Namun saat berada di taman kompleks tawa Mika terhenti lari nya juga mulai melambat dan seketika terhenti.


"Lho Mika lenapa? Kamu lelah?" Tanya Leta heran karena Mika tiba tiba berhenti.


Mika tidak menjawab pertanyaan Leta. Dia terus menatap ke arah depan. Leta pun ikut melihat apa yang di lihat Mika. Leta melihat Riko yang sedang olahraga juga bersama seorang gadis.

__ADS_1


"Ayo kita pulang" Ucap Leta menarik tangan Mika.


Mika mengikuti Leta yang berbalik untuk kembali ke rumah. Namun mereka terhenti ketika Riko memanggil Mika.


"Mika tunggu" Panggil Riko.


Mika dan Leta terhenti. Leta melihat wajah Mika yang sudah memerah.


"Mika" Panggil Leta lirih.


Seketika wajah Mika kembali segar dia tersenyum pada Leta bagai tidak terjadi apa apa.


"Aku nggak papa kok Leta." Ucap Mika.


"Kamu yakin?" Tanya Leta lagi dan di angguki oleh Mika.


Mika melepaskan tangan Leta lalu berbalik melihat ke arah Riko yang menggandeng gadis tadi.


Mika memaksakan senyum nya agar Riko tidak tau akan keadaan nya yang sebenar nya.


"Hai Riko" Sapa Mika yang suara nya bergenetar.


"Mika kamu kemana saja? Kenapa ponsel mu tidak aktif?" Tanya Riko khawatir.


"Maaf Riko aku kemarinsedang sibuk. Jadi aku lupa mengecas ponsel ku" Jawab Mika.


"Oh ya aku kira kamu kenapa kenapa aku khawatir sama kamu" Ucap Riko.


"Aku nggak papa kok" Jawab Mika hang lagi lagi memaksakan senyuman nya.


Mika sesekali melihat gadis yang terus di gandeng oleh Riko. Hati nya hancur kembali melihat Riko yang menggandeng mesra gadia itu.


"Oh iya kenal kan ini...." Ucapan Riko terhenti ketika Leta menyahut ucapan nya.


"Eh maaf Riko. Kita sedang buru buru nih. Kami pulang dulu ya?" Pamit Leta.


Leta menarik tangan Mika dan mengajak Mika menjauh dari Riko. Riko ingin mengehar Mika dan Leta namun di halangi oleh Ria.


"Maaf nona sedang buru buru. Permisi" Ucap Ria.


Ria meninggalkan Riko yang heran dengan sikap Leta dan pengawal Leta. Dia hanya memandang punggung Mika yang semakin menghilang.


Dalam hati nya ada sesuatu yang hampa ketika melihat Mika yang menjauh.


@DIYAH_NUR_ARROYAN


***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak ***


# selamat membaca kak


# terima kasih banyak

__ADS_1


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š


__ADS_2