
Bruck.
Sesa melempar bantal ke wajah Vero namun Vero masih saja terlelap.
"Gimana aku bisa percaya kalau kamu berubah. Kalau kenyataan nya seperti ini." Ucap Sesa.
Sesa masuk ke dalam kamar nya. Dia membiarkan Vero yang tidur di sofa hingga pagi menjelang.
Pagi hari di rumah Sesa.
Vero yang telah bangun kepala nya terasa sangat berat. Dia bangun dengan memegangi kepala nya namun seluruh badan nya juga sangat sakit.
"Aduh kenapa badan ku sakit semua juga sih?" Guman Vero.
Di saat bersamaan pembantu Sesa sedang menyapu ruang tamu.
"Mas Vero sudah bangun?" Tanya pembantu Sesa.
"Aku di mana?" Tanya Vero yang terus memijat mijat tengkuk nya yang terasa sakit.
"Mas Vero ada di rumah non Sesa" Jawab pembantu Sesa.
"Apa di rumah Sesa?" Tanya Vero terkejut.
Dia melihat sekeliling dan benar saja aau dia kini sedang berada di rumah Sesa.
"Kok aku ada di ruang tamu sih bik?" Tanya Vero yang kesadaran nya sudah penuh kembali.
"Iya mas. Tadi malam non Sesa melarang kami membawa mas Vero untuk tidur di kamar tamu." Jawab pembantu Sesa
"Jahat banget sih si Sesa. Terus dia di mana bik sekarang?" Tanya Vero lagi.
"Non Sesa masih di kamar nya mas. Tadi malam pulang nya non Sesa sangat larut" Jawab pembantu Sesa.
Vero yang mendengar jawaban dari pembantu Sesa merasa bahagia. Dia tersenyum licik karena dia ingin menggoda Sesa.
"Bik aku ke kamar Sesa dulu. Tolong buatin nasi goreng ya" Pinta Vero.
"Iya mas" Jawab pembantu Sesa lagi.
Vero naik ke lantai 2 menuju ke kamar Sesa. Dia memegang gagang pintu danmulai membuka nya perlahan.
Vero tersenyum puas ketika tau kalau lintu kamar Sesa tidak terkunci. Dia masuk ke dalam kamar Sesa.
Dia mihat Sesa yang masih tertidur pulas dengan memeluk guling nya. Vero mengusap kepala Sesa lembut.
"Nyenyak banget tidur nya" Ucap Vero lirih.
Vero naik ke ranjang Sesa dan merebahkan diri nya di samping Sesa. Dia terus memandangi wajah Sesa yang tenang dan damai ketika tidur.
"Kamu pasti kelelahan ya. Maaf ya sudah merepot kan kamu" Ucap Vero lirih.
Vero mengusap kepala Sesa lembut. Sesekali dia juga mencium kening Sesa.
"Kalau saja kita bisa menikah. Aku pasti sangat bahagia setiap pagi melihat wajah kamu yang tenang seperti ini" Ucap Vero.
Tak lama karena merasa geli dengan sentuhan Vero pada anak rambutnya. Sesa mulai terbangun.
"Vero ngapain kamu di sini?" Teriak Sesa terkejut menutupi badan nya dengan selimut.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih Sa? Bukan nya kamu yang tadi malam meminta aku tidur di sini?" Tanya Vero yang mencoba membodohi Sesa.
Sesa mengambil bantal ny. Dia memukuli Vero menggunakan bantal dengan membabi buta.
Bruck bruck bruck.
"Pergi kamu dari kamar aku. Aku nggak mungkin melakukan hal bodoh seperti apa yang kamu bilang tadi" Ucap Sesa dengan terus memukuli Vero.
"Aduh Sa ampun Sa. Iya iya aku salah. Maaf" Ucap Vero.
Sesa mendengar ucapan minta maaf pada diri nya. Kini Sesa mulai luluh. Dia menghentikan aktifitas nya yang memukuli Vero.
Vero yang merasa kelelahan merebahkan diri nya ke kasur Sesa.
"Sa makasih ya kamu sudah mau menampung ku di rumah kamu" Ucap Vero
"Iya otu juga karena terpaksa" Jawab Sesa.
Vero terduduk lalu mendekati Sesa.
"Jahat banget sih jawab nya. Nih rasain biar kamu jera ya" Ucap Vero dengan menggelitiki Sesa.
"Hahahaha Vero berhenti. Aku geli Vero. Hahahah" Pinta Sesa.
Namun Vero terus menggelitiki Sesa hingga Sesa hampir terjatuh dari tempat tidur nya.
"Sesa" Ucap Vero menarik tangan Sesa.
Sesa terkejut dengan tarikan tangan Vero hingga dia berada di atas tubuh Vero.
Mata mereka saling pandang. Semakin lama semakin salam mereka terbawa suasana.
"Sa. Aku sayang sama kamu" Ucap Vero lirih yang sudah melepaskan ciuman nya.
Sesa tersadara dengan apa yang dia lakukan tadi. Dia berdiri dari tubuh Vero lalu keluar dari kamar nya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Apa kamu begitu tisak suka nya dengan aku Sa?" Guman Vero sedih.
Vero keluar dari kamar Sesa. Dia mencari keberadaan Sesa namun kata pembantu Sesa. Sesa keluaruntuk lari pagi.
Vero keluar dari rumah Sesa dengan lemas. Dalam tubuh nya bagai tidak ada tenaga sama sekali.
Sebelum dia masuk mobil. Dia sempat sekilas melihat ke arah pintu rumah Sesa. Dia berharap untuk melihat Sesa sebelum dia pulang.
"Aku pulang Sa" Ucap Vero lirih.
Vero masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil keluar rumah Sesa.
Sesa yang sebenar nya ada di dalam rumah melihat Vero yang lemas. Dia merasa kasihan dengan Vero.
Namun Sesa tetap membentengi diri nya agar tidak terjerat ke dalam perangkap Vero. Dia tidak mau hati nya terluka lagi.
"Maafkan aku Vero. Maaf" Ucap Sesa.
Tak terasa air mata Sesa telah luluh ke pipi nya. Hati nya bagaia teriris pisau tajam melihat Vero yang sedih.
Siang hari nya di rumah Vero.
Vero baru saja sampai di rumah nya. Saat dia masuk ke dalam rumah dia terkejut dengan kedatangan mamah dan papah nya.
__ADS_1
"Kalian di sini?" Tanya Vero terkejut.
"Tentu saja. Ini masih rumah kami" Jawab papah Vero.
"Langsung ke inti nya saja. Apa yang kalian mau dari aku?" Tanya Vero tegas.
"Vero jaga sikap kamu" Ucap mamah Vero tegas.
Vero hanya tersneyum sinis mendengar ucapan mamah nya. Dia bosan dengan kepulangan mamah dan papah nya.
Karena dia tau pasti ada yang perlu Vero lakukan jika mamah dan papah nya pulang. Mereka pulang bukan karena merindukan putra semata wayang nya.
Namun mereka pulang hanya untuk memeperalat Vero yang sebagai pewaris tunggal dalam keluarga nya.
(Ini hanya dalam pemikiran Vero saja ya kak😊😊😊)
"Duduk kamu" Pinta papah Vero tegas.
Vero akhir nya duduk di sofa depan mamah dan papah nya. Dia sangat tidak senang dengan suasana tenang seperti sekarang.
"Ayo lah pah mah. Bicara saja apa yang harus aku lakukan? Aku lebih nyaman kalau kalian sibuk dengan pekerjaan kalian masing masing" Ucap Vero.
"Ok. Kami akan jawab sekarang juga. Kami juga akan kembali besuk" Ucap papah Vero.
Dalam hati Vero ada rasa sedih karena papah dan mamah nya tidak tau akan kerinduan Vero pada mereka.
Vero hanya diam dan terusm menatap mamah dan papah nya.
"Kami ingin kamu menikah" Ucap papah Vero.
Brack.
Vero menggebrak meja dengan keras karena mendengar ucapan papah nya.
"Nggak akan pah. Aku bukan robot kalian yang bisa kalian atur sesuka hati kalian" Ucap Vero marah.
"Jaga sikap kamu Vero. Kali lakuka ini juga demi kebaikan kamu" Ucap papah Vero marah.
"Demi aku pah? Buka demi akutapi demi bisnis kalian kan?" Tanya Vero.
"Vero tenang lah nak" Ucap mamah yang menenangkan Vero.
"Aku nggak akan melakukan kemauan kalian. Aku susah memiliki kekasih hati ku sendiri" Jawab Vero.
"Papah akan menyingkirkan nya kalau kamu tidak mau melakuka perjodohan ini" Ancam papah Vero.
Vero terdiam bagai patung mendengar ancaman papah nya. Dia tau kalau apa yang di ucapkan papah nya itu lah yang akan terjadi.
"Vikirkan baik baik Vero. Nanti malam kita akan datang ke rumah calon istri kamu itu. Kami sudah menenangkan kalian sejak kalian kecil" Ucap papah Vero.
@DIYAH_NUR_ARROYAN
***Jangan lupa di LIKE VOTE dan KOMENTAR ya kak***
# selamat membaca kak
# terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1